Bentrokkan Pedagang Vs Petugas Satpol Kembali Makan Korban

Salah satu pedagang ibu-ibu merintih kesakitan yang diduga terkena pukulan dari salah satu petugas Satpol PP Seluma terkait pemagaran Pasar Tais

RealitaBengkulu.co.id, SELUMA – Kamis pagi (13/04/2017) pihak Ahli waris yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu kembali  melakukan pemagaran pasar mingguan Tais. Namun aksi tersebut tidak berjalan mulus lantaran mendapatkan perlawanan dari para pedagang pasar.
Pantauan dari dilapangan ada puluhan pekerja yang juga dibantu ratusan personil Satpol PP untuk melakukan  pemagaran pasar Tais, warga dan pedagang bertahan agar tidak terjadi pemagaran.  Aksi saling dorong mendorong tak terelakkan hingga akhirnya terjadi aksi pemukulan dari kedua pihak yang berseteru.
Dalam aksi dorong dan baku hantam petugas dengan pedangan menimbulkan korban jiwa. Salah satu warga Pasar Tais Juai (35) TH, istri dari Can yang pekerjan sebagai buruh harian menjadi korban. TH diduga dipukul oleh anggota satpol pp menggunakan pentungan saat ingin menghalagi agar tidak melakukan pemagaran pasar  Tais yang ditanam oleh pekerja bayaran Pemda Seluma. Disisi lain, 2 orang anggota satpol pp yang melakukan pemagaran juga mengalami luka ditangan akibat bentrokkan pedagang dan petugas Pemda Seluma.
Sampai dengan berita ini diturunkan korban Sudah dilarikan kerumah sakit untuk melakukan visum dan melaporkan ke pihak yang berwajib, pemagaran yang dikomandokan Sekretaris Daerah Seluma Irihadi, Asisten I Setda Seluma Mirin Ajib, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi seluma Mulyadi dan SKPD terkait yang juga hadir Pihak Ahli waris Abu Hasan dan Aman tetap dilanjutkan walaupun sempat memanas hingga berujung bentrok fisik.
Atas kejadian tersebut, DPRD propinsi Junaidi, SP, Ketua Komisi III Seluma, mengutuk Keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Aparat dan Pemborgolan terhadap Juai warga pasar Tais.
“Saya sangat menyayangkan Pemerintahan Kabupaten Seluma tidak mampu menyelsaikan Persoalan Pasar secara arif dan konstruktif malah cenderung destruktif,” ungkapnya melalui pesan singkat (SMS).[AN/E01]

Leave a Reply