Jadi Komoditas Unggulan. Itik Akan Dijadikan Objek Agrowisata Di Desa Ini…

RealitaBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Itik merupakan salah satu hewan jenis unggas yang banyak diternakkan oleh masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu. Budidaya itik terbilang mudah dan tidak mudah terserang penyakit. Biasanya, masyarakat di daerah persawahan merupakan daerah terbanyak peternakan itik, baik secara individu maupun intensif berkelompok.

Kepala Desa (Kades) Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong contohnya, melihat peluang yang sangat baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan melalui peternakan itik dan dijadikan komoditi unggulan untuk tujuan utamanya, yakni menjadikan Desa Rimbo Recap salah satu tujuan agrowisata yang maju di Kabupaten Rejang Lebong. Terpilihnya komoditas itik ini bukan tanpa alasan, Kades Rimbo Recap, Ruhiyat mengatakan kebutuhan daging dan telur itik masih sangat kurang dan belum dapat memenuhi permintaan pasar yang besar.

“Permintaan telur dan daging itik tidak pernah cukup, bahkan sudah ada yang ingin memesan secara besar-besaran untuk kegiatan industri peternakan, namun permintaan tersebut belum dapat terpenuhi lantaran stok daging dan telur yang belum memadai,” jelas Ruhiyat.

Desa Rimbo Recap dikenal sebagai salah satu pusat penghasil padi di Kabupaten Rejang Lebong. Daerah persawahan dengan luas ratusan hektar terpampang jelas dari pinggiran jalan lintas desa tersebut. Tampak sangat banyak gerombolan itik warga yang sibuk mencari makan di pematangan sawah hingga menjebur di tengah-tengah persawahan untuk mencari ikan atau keong.

Ruhiyat yang didampingi oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Rimbo Recap, Donny Kurniawan pun turut menjelaskan Desa Rimbo Recap telah memiliki sebanyak 2 cluster peternakan itik yang dibudidayakan secara intensif. Salah satunya peternakan itik hasil dari bantuan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu yang mulai menghasilkan telur dan daging siap konsumsi.

“Selain padi, itik merupakan salah satu komoditas unggulan yang sangat besar potensinya untuk dikembangkan di Desa Rimbo Recap,” ujar Donny.

Budidaya Itik Menuju Desa Agrowisata Bersama BUMDes

Gebrakan nan kreatif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pun sedang dipersiapkan untuk meningkatkan produksi dan budidaya itik sebagai salah satu cara menuju Desa Agrowisata. Sebagai Dewan Pembina BUMDes, Kades dan Sekdes Rimbo Recap telah mempersiapkan rencana bisnis (Business Plan) bersama Direktur BUMDes dan perangkatnya untuk pengembangan Budidaya Itik. Sekdes Rimbo Recap, Donny menjelaskan saat ini sekitar 1.500 itik telah dibudidayakan dengan baik melalui 2 cluster itik yang telah cukup berkembang, namun 2 cluster peternakan itik nyatanya belumlah cukup untuk memenuhi permintaan konsumen yang rutin membeli telur maupun daging itik di Desa Rimbo Recap.

“Untuk memenuhi permintaan konsumsi lokal saja kita masih kekurangan stok daging itik dan telur, jadi permintaan sangat besar sehingga kami memutuskan untuk menjadikan BUMDes untuk sarana pengembangan itik ini,” imbuh Donny.

Dilanjutkan Donny, nantinya para peternak yang tersebar di Desa Rimbo Recap akan diatur untuk beternak secara modern dan intensif agar hasil yang didapat maksimal. Mayoritas masyarakat Desa Rimbo Recap masih membudidaya itik dengan cara tradisional, yakni dilepaskan saja untuk mencari makan sendiri. Hal ini merupakan salah satu sebab kurang maksimalnya produksi telur dan daging itik karena tidak terkontrolnya kualitas pakan ternak.

“Melalui BUMDes juga nantinya kita akan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan terkait budidaya itik, agar peternakan itik ini dapat lebih maju lagi,” katanya.

Saat ini BUMDes Rimbo Recap sedang dalam tahap perumusan perencanaan bisnis dengan Tim Ahli (TA) desa. Seluruh legalitas dan perangkat telah terbentuk dan siap menyelenggarakan kegiatan usaha. Dengan modal awal sebesar Rp. 134 Juta melalui Anggaran Dana Desa (ADD), BUMDes Rimbo Recap memiliki 4 jenis pokok usaha yang akan dijalankan, yakni Usaha di bidang Jasa, Perdagangan, Simpan Pinjam, Peternakan dan Perikanan.[key/E02]

Leave a Reply