Ka UPTD Seluma Beberkan Fakta Lain Soal Kasus OTT Pungli

RealitaBengkulu.co.id, SELUMA – Menanggapi banyaknya informasi sepihak, usai ditetapkan tersangka atas dugaan kasus pungli terhadap sejumlah guru penerima sertifikasi, kepala UPTD Cabdin Talo, Sahardin S.Pd mulai berkicau. Ia membantah tudingan pungli yang disangkakan terhadapnya. Menurutnya sejumlah uang yang diterima tersebut diberikan atas kesukarelaan dan ucapan terima kasih atas pencairan dana sertifikasi.
“Sehubungan dengan OTT yang terjadi pada 8 agustus lalu, perlu saya jelaskan bahwa saya kumpulkan foto copy rekening guru – guru penerima sertifikasi bukan atas inisiatif saya, tetapi menjalankan perintah atasan saya selaku kabid sd melalui sms tertanggal 3 agustus yang intinya menyuruh saya untuk memerintahkan kepala sekolah untuk mengumpulkan foto copy rekening paling lambat tanggal 15 Agustus. Dan demi Allah saya tidak pernah menyampaikan kepada kepala sekolah untuk menyertakan dengan sejumlah uang, ” kata Sahardin.
Sehubungan dengan ditemukannkya uang saat sejumlah guru, menurut sahardin hal tersebut merupakan hak mereka, sebagai bentuk terimakasih.”Saya tidak pernah meminta dan memaksa. Dan saya sangat keberatan dikatakan pungli” ujar Sahardin.
Diceritakannya, selama menjabat kepala UPTD Cabdin Talo 6 tahun terakhir, dirinya baru menjalankan perintah atasan untuk mengakomodir foto copy rekening guru bersertifikasi di peeriode pertama pencaoiran, awal tahun lalu.
“Saya sudah 6 tahun menjabat Kepala UPTD. Selama ini, persoalan seperti itu langsung ditangani pihak operator Dispendik. Namun, di awal tahun 2017, saya mendapat perintah dari atasan secara lisan. Dan periode kedua pencairan pada awal bulan Agustus, saya mendapat perintah dari kabid SD melalui SMS ke nomor seluler saya, ” katanya.
Ditambahkannya pula, dari sekitar 160 guru penerima sertifikasi di Cabdin Talo, dari awal tahun 2017 terdapat sekitar 15 orang guru penerima sertifikasi dinilai Gaptek (Gagal Pengetahua Tehnologi). Sehingga perlu adanya bantuan kevalidan data.
“Dari sekitar 15 orang, dari awal periode pencairan ada sekitar 12 orang yang datang dan boleh dikatakan Gaptek. Saya juga tidak tahu apa fungsi dikumpulkannya Foto Copy rekening sertifikasi, saya hanya menjalankan apa yang telah diperintahkan atasan” katanya.
Dengan kondisi semacam ini, Sahardin mengaku akan tetap menjalankan dan kooperatif terhadap kasus hukum yang dijalaninya, dan meminta pihak pejabat Dispendik tidak terkesan lepas tangan.
“Kalau mereka (sejumlah guru-red) jujur, saya tidak pernah minta. Dan mereka pasti menjawab itu kesukarelaan. Karena tanpa bantuan pihak terkait, mereka juga terkendala,” katanya.
Sebelumnya,dalam OTT yang dilakukan di kantor UPTD Cabdin Talo, Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 800 ribu dan belasan  lembar copy buku rekening setiap guru yang menjadi korban.[AN/E01]

Comments are closed.