Nasib 72 Guru Agama Desa Wanita Yang Lulus Seleksi Menggantung..!

RealitaBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu akhirnya resmi mengangkat Guru Agama Desa laki-laki sebanyak 51 orang dan akan ditempat dimasing-masing di wilayah Lembak. Sementara untuk 72 orang guru agama desa wanita yang lulus seleksi kini tidak jelas nasibnya. Karena sesuai dengan arahan Bupati bahwa program pengangkatan tenaga guru agama desa ini hanya berlaku untuk kaum laki-laki saja.

Terhadap nasib Guru Agama Desa tersebut, Bupati Rejang Lebong melalui Kabag Kesra, Jamaan Nur mengaku akan tetap memberdayakan mereka. Saat ini pihaknya telah mengutus petugas untuk mendata sekolah-sekolah yang ada di Rejang Lebong yang kekurangan guru agama.”Nantinya akan kita tempatkan guru agama desa wanita ini di sekolah-sekolah yang kekurangan guru agama,” ungkapnya disela-sela pembagian SK Bupati diruang Pola Bappeda, Selasa pagi (16/05/2017).

Sementara itu, terkait pernyataan Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi yang mengaku guru agama desa sudah langsung mendapatkan honor sesuai SK pengangkatan? Jamaan Nur, mengaku belum mau terlalu menjawab hal tersebut dan masih akan berkonsultasikan lagi dengan Bupati. Meski petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis sudah ada namun dia lagi-lagi tidak bisa menjawab secara jelas apakah terhitung Apil ini sudah bisa menerima honor atau tidak.

“Belum tahu dan itu yang baru akan kami bicarakan dengan pak Bupati. Memang tadi (kemarin) pak Bupati menyampaikan soal honor kepada peserta tapi itu belum jelas. Yang jelas untuk anggaran pembayaran honor mereka sudah kita siapkan dan tinggal lagi pelaksanaan. Pokoknya terkait hal lain-lain fasilitas yang akan didapat tadi pak Bupati sudah melakukan rapat kecil dengan pak Camat dan Kepala Desa. Untuks saat ini kami bisa memfasilitasi honor mereka setiap bulan Rp 900 ribu,” jelasnya.

Secara teknis pencairan honor yang akan dibayarkan nanti, ia mengaku para guru agama desa ini akan mengambil honornya di Pemda Rejang Lebong setiap Bulan. Sementara itu bagi para guru agama desa wanita yang tidak mendapatkan SK dari Bupati tidak perlu berkecil hati. Karena pihak Pemda akan melakukan pendataan sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru agama di desa-desa.”Tetap akan kita berdayakan karena itu sudah menjadi komitmen pak Bupati,” jelasnya.

Mengenai kuota Desa yang belum memiliki guru agama desa, Jamaan Nur mengaku berencana akan melakukan rekrutmen kembali tenaga guru agama desa yang akan diambil dari luar Daerah Rejang Lebong. Karena berdasarkan pengalaman seleksi yang dilakukan sebanyak 2 kali, kuota guru agama desa yang lak-laki tidak pernah terpenuhi sehingga diatasi dengan memberdayakan pelamar dari luar Rejang Lebong.[**/E01]

Leave a Reply