Penetapan Tersangka Dalam Kasus Konflik Pedagang Pasar Tais Dinilai Tak Kuat Bukti

RealitaBengkulu.co.id, Seluma – Direktur eksekutif LBH APKB  Jeky Haryanto yang mendampingi pedagang dalam konflik pasar Tais menilai, Pentapan Taufik sebagai tersangka oleh penyidik Polres Seluma tidak memenuhi unsur  karena alat bukti hanya hasil visum dari rumah sakit.
“Diperlukan adanya uji materi dalam persidangan. Sebab, Klien kami merasa tidak pernah  melakukan itu, makanya kita akan uji dulu,” sampai Jeki Haryanto, Senin (12/6) di PN Tais, usai sidang praperadilan oleh pemohon pedagang pasar mingguan Tais terhadap termohon yakni, Polres Seluma.
Pihaknya juga menilai penetapan tersangka terhadap Taufik terkesan dipaksakan karena alat  bukti yang ada ,  tidak cukup kuat untuk menetapkan seseorang  sebagai tersangka.
“Menurut kami, hasil visum bukan  menjadi alat bukti. Hasil visum hanya menyatakan seseorang  terluka tidak menyebutkan siapa pelakunya,”kata Jeky Haryanto yang mendampingi pedagang.
Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal PN Tais, Sigit Subagio dengan panitera pendamping Jumardi SH, berlangsung singkat. Sidang perdana dengan agenda mendengarkan pembacaan  pemohon dan mendengarkan tanggapan dari pemohon tersebut akan dilanjutkan pada hari Selasa (13/6) dengan agenda jawaban dari pemohon.
Sebelumnya dalam kasus bentrok pedagang dengan aparat satpol PP atas upaya relokasi Pasar Tais,Penyidik Polres Seluma telah menetapkan satu orang tersangka penganiayaan, yakni satu  orang dari  anggota Satpol PP Seluma. Selain itu, penyidik juga menetapkan satu orang pedagang Pasar Tais sebagai tersangka pemukulan.[AN/E01]

Leave a Reply