Puluhan Pelajar SMAN 3 Rejang Lebong Demo Di Jalan Lintas Curup-Lebong. Ini Sebabnya..!

RealitaBengkulu.co.id,REJANG LEBONG – Jum’at pagi, (03/03/2017) para siswa-siswi SMA Negeri 3 Rejang Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggelar demo penolakan pergantian Kepala Sekolah baru. Mereka melakukan protes tersebut dengan melakukan perjalanan kaki sepanjang jalan lintas Tunas Harapan-Dusun Curup sembari menyuarakan yel-yel “Wardoyo, Wardoyo, Wardoyo”, nama yang dimaksud ialah kepala sekolah mereka yang lama, Wardoyo, M.Pd.Mat, dan mereka berharap tidak ada pergantian kepala sekolah yang baru serta mereka menolak akan kepemimpinan Kepala Sekolah mereka yang baru yaitu Nurcaya Megawati, SE.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, sejumlah personil Polres Rejang Lebong langsung ke lokasi dan mengamankan lalu lintas di sepanjang jalan, tak berselang lama para siswa-siswi tersebut di arahkan untuk kembali kesekolah mereka yang berlokasi di Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Yogi Yusuf Napitupulu, SH, SIK, langsung mendatangi SMA 3 Rejang Lebong dan langsung bertemu dengan pihak sekolah.

“Demo ini merupakan bentuk kasi sayang mereka terhadap kepala sekolah mereka yang lama, jadi wajar lah kalau mereka tidak mau pisah kepada kepala sekolah lama mereka,” ujar Yogi.

Terpisah, salah satu murid yang ikut demo mengatakan bahwa mereka menolak pergantian Kepala Sekolah bukan tak beralasan. Menurut dia selain beliau berhasil memajukan sekolah, jika wardoyo tidak lagi menjabat kepala sekolah, maka mereka terancam gagal UNBK disekolah mereka dan kemungkinan akan menginduk dengan sekolah lain. Karena kata dia, SMA 3 baru saja memiliki laboratorium komuter, dan pembelian unit komputer tersebut mengunakan uang pribadi Wardoyo yang berjumlah 65 unit.

“Tadi dalam pidato perpisahan beliau (Wardoyo) mengatakan bahwa komputer tersebut akan ia tarik kembali
karena pembelian komputer tersebut menggunakan uang pribadinya, dan UNBK mendatang merupakan urusan kepala sekolah yang baru (Nurcaya Megawati), biarlah dia yang mengurusnya ” ujar Siswa yang tak mau di sebutkan namanya ini.

Juga lanjut Siswi ini, alasan kami menolak kepala sekolah baru , karena ia sudah pernah menjabat sebagai kepala sekolah SMA 3 ini sebelum Wardoyo, dan dalam kepemimpinannya menurut dia tidak ada kemajuan d sekolah tersebut, “malah mundur dan mengenai pengolahan dana-dana sekolah, sering tidak ada kejelasan penggunaannya, dan kami takut hal ini akan kembali terjadi,” imbuh Siswi ini

Disamping itu Wakil kepala sekolah bagian sarana, Amirudin, M.Pd,Mat membantah pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa memang benar sekolah mereka sudah memiliki laboratorium komputer semenjak di pimpin Wardoyo, dan menggunakan uang pribadi nya. namun hal tersebut pihak sekolah dan Wardoyo sudah mendatangani MOU, kesepakatan mereka ialah uang tersebut akan dikembalikan oleh pihak sekolah melalui dana komite sekolah.

“Jadi, siswa kami ini kan takut jika pak wardoyo tidak menjadi kepala sekolah lagi, maka mereka tidak akan bisa mengikuti UNBK di sekolah ini dan pastinya menginduk, hal itu sudah kita runding, untuk siswa jangan khawatir sekolah siap melakukan UNBK 2017 ,” tandas Amir[SAS/E01]

Leave a Reply