Realita Bengkulu – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa 51 persen pemudik masih belum kembali dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, saat memantau arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Sabtu (28/3/2026). Situasi ini menandakan potensi peningkatan arus balik yang signifikan dalam beberapa hari mendatang.
Sigit menekankan bahwa Polri bersama stakeholder terkait harus memberikan perhatian serius terhadap jumlah pemudik yang masih berada di wilayah Ketapang. Hal ini menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani dengan strategi koordinasi yang matang untuk memastikan kelancaran arus balik pemudik.
Arus Balik Lebaran 2026 Sudah Melampaui Puncak
Meski demikian, Sigit menyatakan puncak arus balik Lebaran 2026 sudah berlalu. Berdasarkan data yang dihimpun hingga saat ini, masih ada 13,07 persen pemudik yang belum kembali ke wilayah Jakarta melalui jalan tol.
Data Kendaraan dan Pemudik yang Masih Tertinggal
Dari total 2.946.891 kendaraan yang keluar, masih ada 385.262 kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta hingga pagi itu mencapai 2.561.629 unit.
Sigit menjelaskan perhitungan rinci: volume lalu lintas riil keluar Jakarta berjumlah 2.946.891 kendaraan, sedangkan yang masuk Jakarta saat itu sudah mencapai 2.561.629 kendaraan. Selisih tersebut mencerminkan 385.262 kendaraan atau setara 13,07 persen yang masih dalam perjalanan kembali ke Jakarta.
| Kategori | Jumlah Kendaraan | Persentase |
|---|---|---|
| Total Keluar Jakarta | 2.946.891 | 100% |
| Masuk Jakarta | 2.561.629 | 86,93% |
| Masih dalam Perjalanan | 385.262 | 13,07% |
| Perbandingan Keluar 2025 | 2.894.164 | -20,49% |
Perhatian Khusus untuk Wilayah Ketapang
Sigit mengungkapkan bahwa wilayah Ketapang memerlukan perhatian ekstra mengingat tingginya jumlah pemudik yang masih berada di sana. Kemungkinan peningkatan arus balik dari wilayah tersebut akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga persiapan infrastruktur dan personel kepolisian perlu ditingkatkan.
“Ini tentunya menjadi PR kami, PR kita semua,” tegas Sigit usai meninjau situasi di Pelabuhan Bakauheni. Pernyataan ini menunjukkan komitmen bersama antara Polri dan stakeholder lainnya untuk mengatasi tantangan arus balik pemudik.
Imbauan Keselamatan dari Kapolri
Sigit tetap mengimbau seluruh masyarakat untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan mereka selama arus balik Lebaran 2026. Perhatian terhadap detail kecil dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan di jalan.
Tidak hanya itu, Kapolri mengingatkan masyarakat yang sudah merasa lelah akibat perjalanan jauh untuk tidak memaksakan diri. Istirahat yang cukup di tempat-tempat yang telah disiapkan menjadi kunci menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Sigit secara spesifik mengingatkan: “Utamanya yang masih menempuh perjalanan cukup jauh, agar betul-betul hati-hati. Rest area, buffer zone, sudah disiapkan oleh pemerintah, manfaatkan dengan baik.”
Komitmen Polri dan Stakeholder untuk Keselamatan
Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan pemudik selama arus balik Lebaran 2026. Rest area dan buffer zone tersebar di berbagai lokasi strategis sepanjang rute mudik untuk memberikan tempat istirahat yang aman dan nyaman.
Sigit menegaskan bahwa Polri bersama stakeholder terkait akan terus memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dan arus balik. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci kesuksesan dalam mengelola arus balik yang besar ini.
“Mudah-mudahan ini semua bisa terus kita jaga dan kita kelola sehingga seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik bisa menikmati perjalanannya dan sampai di rumah masing-masing dengan selamat,” ujar Sigit dengan penuh harapan. Pernyataan ini mencerminkan dedikasi Polri dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat selama periode puncak perjalanan mudik dan arus balik Lebaran 2026.






