Jakarta dilanda banjir pada Selasa, 13 Januari 2026, memaksa sejumlah warga mengungsi dan aktivitas terganggu. Menanggapi situasi darurat ini, Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan tim SAR untuk membantu evakuasi dan memastikan keselamatan masyarakat.
Tim SAR Brimob Turun Tangan
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim SAR dari Batalion A dan B Pelopor. Fokus utama mereka adalah memberikan pelayanan kemanusiaan dan membantu warga beraktivitas dengan aman di tengah genangan air.
“Di Jakarta Selatan, personel Brimob berada di sekitar Pintu Air Pondok Karya untuk memastikan kondisi tetap terkendali sekaligus membantu mobilitas warga. Aktivitas anak-anak sekolah tetap berlangsung dengan aman di tengah banjir berkat pendampingan petugas di lapangan,” ujar Henik kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Foto Satuan Brimob Polda Metro Jaya membantu evakuasi warga terdampak banjir. (Dok. Istimewa)
Penanganan di Berbagai Wilayah
Selain di Jakarta Selatan, tim SAR Batalion B Pelopor juga bergerak ke Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Mereka menindaklanjuti laporan masyarakat terkait genangan air di kawasan Cawang dan Kelapa Gading. Brimob juga berupaya melancarkan arus lalu lintas untuk meminimalkan gangguan mobilitas warga.
“Kehadiran Brimob merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi situasi darurat akibat cuaca ekstrem,” tegas Henik.
Ia menambahkan, “Brimob Polda Metro Jaya siap memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman meskipun dihadapkan pada kondisi banjir dan cuaca ekstrem.”
Kesiapsiagaan Brimob
Satuan Brimob Polda Metro Jaya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Baik banjir maupun gangguan akibat cuaca ekstrem, menjadi bagian dari tanggung jawab Brimob untuk menjaga keselamatan masyarakat dan stabilitas Ibu Kota.
Lihat juga Video: Aksi Guru di Lamongan Jemput Siswa Pakai Perahu gegara Banjir [Gambas:Video 20detik]






