Nasional

Kecelakaan Bus OKU Selatan – 28 Penumpang Terluka saat Nanjak

Realita Bengkulu – Sebuah bus kecelakaan tunggal menimpa 28 penumpang di Jalan Raya Pusri, tepatnya Desa Pusri, Kecamatan BPR Ranau Tengah, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, pada hari Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Bus yang melaju dari arah Banding Agung menuju Simpang Pusri mengalami musibah serius ini ketika mencoba menanjak.

Kasat Lantas Polres OKU Selatan, AKP Hendri Rozin, menerangkan bahwa kendaraan diduga tidak kuat menanjak dan hilang kendali sehingga mundur kemudian terguling di badan jalan. Meski jumlah korban luka mencapai 28 penumpang, Hendri memastikan tidak ada korban meninggal dalam insiden ini.

Kronologi Kecelakaan Bus di OKU Selatan

Bus melakukan perjalanan dari Banding Agung menuju Simpang Pusri ketika sampai di lokasi dengan medan menanjak yang cukup terjal. Faktanya, kendaraan tidak mampu mengatasi kemiringan jalan tersebut dan langsung kehilangan stabilitas.

Akibat kehilangan kendali, bus mundur ke belakang lalu terguling di badan jalan. Kejadian ini terjadi pada pukul 17.00 WIB dan langsung diketahui oleh petugas kepolisian setempat.

Korban dan Tingkat Keparahan Luka

Dari 28 penumpang yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan bus ini, sebanyak 3 penumpang menderita luka cukup parah dan harus langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Sementara itu, 25 penumpang lainnya mengalami luka-luka ringan hingga sedang.

AKP Hendri Rozin menegaskan bahwa tim kepolisian telah memastikan setiap korban mendapat pertolongan pertama yang tepat. Koordinasi dengan pihak medis dilakukan dengan cepat agar penanganan segera dapat diberikan kepada korban yang kondisinya lebih serius.

Proses Evakuasi dan Penyelamatan

Setelah menerima laporan kecelakaan, Polres OKU Selatan menerjunkan personel langsung ke lokasi kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi terhadap semua korban. Tim kepolisian bekerja sama dengan petugas medis dan petugas penyelamat untuk memastikan semua penumpang yang terluka mendapat bantuan segera.

Selain itu, proses evakuasi terhadap bus yang terlibat kecelakaan juga berlangsung di lapangan dengan melibatkan anggota kepolisian dan peralatan penunjang lainnya. Bus yang telah terguling ini memerlukan waktu khusus untuk diangkat dan dipindahkan dari lokasi kecelakaan.

Kondisi Jalan Menanjak Menjadi Fokus Investigasi

Dalam proses penyelidikan lebih lanjut, kepolisian memusatkan perhatian pada kondisi jalan yang menanjak di area Desa Pusri tersebut. Diduga bahwa kondisi kendaraan bus saat itu tidak memiliki daya dukung yang cukup untuk melewati medan yang cukup berat ini.

Hendri menjelaskan bahwa kendaraan diduga tidak kuat menanjak dan hilang kendali sehingga mundur dan terguling di badan jalan. Investigasi lebih dalam akan terus dilakukan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang berkontribusi pada insiden kecelakaan bus OKU Selatan ini, baik dari sisi mekanik kendaraan maupun kondisi pengemudi saat itu.

Respons Cepat Tim Kepolisian dan Medis

Respons tim yang cepat dan terkoordinasi menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa para penumpang yang mengalami kecelakaan ini. Polres OKU Selatan berhasil mengidentifikasi 28 penumpang yang terluka dan memastikan masing-masing mendapat perhatian medis sesuai dengan tingkat keparahan luka mereka.

Kemampuan koordinasi antara kepolisian, petugas medis, dan tim penyelamat lainnya mencerminkan sistem penanganan darurat yang sudah berjalan dengan baik. Meski begitu, insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan kendaraan dan pemeriksaan berkala terhadap kelayakan operasional bus sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pentingnya Pemeliharaan Kendaraan dan Keselamatan Berkendara

Kecelakaan bus OKU Selatan yang menimpa 28 penumpang ini membuka wacana kembali tentang pentingnya pemeliharaan kendaraan yang baik dan rutin. Setiap armada transportasi penumpang perlu melalui inspeksi berkala untuk memastikan semua komponen mesin berfungsi dengan optimal.

Selain itu, pengemudi bus juga perlu mendapat pelatihan khusus mengenai cara mengemudi yang aman, terutama ketika melewati medan yang menantang seperti jalan menanjak. Kondisi fisik dan mental pengemudi sebelum melakukan perjalanan panjang juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya mencegah kecelakaan di jalan raya.

Pada akhirnya, insiden kecelakaan bus di OKU Selatan pada Sabtu, 28 Maret 2026 ini seharusnya menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh stakeholder transportasi untuk terus meningkatkan standar keselamatan berkendara dan menjaga kelayakan kendaraan sebelum beroperasi di jalan raya.