Sepakbola

Nurul Huda Jadi Pelatih Caretaker Deltras FC – Gantikan Widodo

Realita BengkuluNurul Huda resmi menjadi pelatih caretaker Deltras FC menggantikan Widodo C Putro yang telah dilepas dari tim. Manajemen The Lobster mempercayakan sosok asisten pelatih berpengalaman ini untuk memimpin tim selama sisa enam pertandingan musim 2026.

Keputusan manajemen ini bukan sekadar langkah darurat. Huda memiliki rekam jejak solid dalam menangani tim dalam kondisi serupa sebelumnya, menjadikan dirinya pilihan logis untuk memulihkan performa The Lobster di fase kritis kompetisi.

Pelatih Caretaker Berpengalaman di Deltras

Menjadi pelatih caretaker bukan pengalaman pertama bagi Nurul Huda. Musim lalu, ia juga menjalani peran yang sama menggantikan almarhum Bejo Sugiantoro karena sanksi yang menimpa klub pada babak 8 besar musim 2024/2025.

Selain itu, Huda telah menjadi bagian integral tim kepelatihan Deltras FC sejak musim 2020/2021. Ketika itu, ia berperan sebagai asisten pelatih bersama Agung Prasetyo (pelatih kiper), M. Khusen (asisten pelatih), dan dipimpin head coach M. Zein Alhadad. Bersama The Lobster di musim pertama tersebut, Huda mampu membawa klub promosi ke Liga 2.

Bahkan di musim 2022/2023 dan 2023/2024, Huda terus dipercaya manajemen Deltras. Pada musim 2022/2023, ia bekerja sebagai asisten pelatih di bawah komando head coach Ibnu Grahan. Musim berikutnya, Huda masih menjadi bagian solid dari tim bersama head coach Widodo C Putro yang kini telah dilepas.

Karakter Pelatih Nurul Huda

Nurul Huda lahir dari Desa Klagen, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Sebagai pemain profesional, ia malang melintang di berbagai klub ternama Liga Indonesia dengan pengalaman yang luas dan beragam.

Karir sebagai pemain Huda meliputi klub-klub bergengsi seperti Persebaya, Persikabo Bogor, PSIM, Pelita Jaya, PSIS Semarang, Persema Malang, dan cukup lama memperkuat Persijap Jepara. Pengalaman bermain di level tertinggi Indonesia ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pertandingan dan manajemen pemain.

Transisi dari Pemain Menjadi Pelatih

Usai menggantung sepatu sebagai pemain, Huda tidak jauh-jauh dari lapangan hijau. Ia sempat melatih salah satu akademi di Sidoarjo sebelum menangani tugas-tugas yang lebih besar di level klub profesional.

Tahun 2017 silam, Huda menahkodai Deltras U-17 dalam ajang Piala Soeratin. Kemudian di tahun 2020, kesempatan lebih besar datang ketika ia ditugaskan menangani Bhayangkara U-18. Pengalaman melatih tim muda ini mempersiapkan Huda untuk mengambil peran lebih besar di struktur kepelatihan profesional.

Komitmen untuk Enam Pertandingan Tersisa

Melalui siaran resmi pada Jumat malam (27 Maret 2026), Huda mengutarakan komitmennya terhadap tugas yang dipercayakan. “Di sisa pertandingan, kami berusaha memberikan yang terbaik,” ucap pelatih kelahiran Sidoarjo ini dengan penuh tanggung jawab.

Pernyataan singkat namun bermakna ini menunjukkan fokus Huda pada target jangka pendek—memaksimalkan poin dari enam pertandingan yang tersisa. Dengan pengalaman menghadapi situasi serupa di musim-musim sebelumnya, Huda memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika tim yang sedang berguncang akibat pergantian kepemimpinan.

Tidak hanya itu, Huda mengenal karakter dan potensi para pemain Deltras FC dengan sangat baik. Keakraban ini menjadi keuntungan kompetitif untuk meminimalkan waktu adaptasi dan langsung fokus pada strategi perbaikan performa.

Tantangan di Hadapan Huda

Meski memiliki pengalaman, tugas Huda bukannya mudah. Pergantian pelatih di tengah musim selalu membawa dinamika emosional bagi pemain dan tim secara keseluruhan. Huda dituntut untuk segera membangun kepercayaan diri pemain dan mengembalikan semangat juang mereka.

Dengan status caretaker, Huda juga memikul harapan besar dari manajemen dan suporter Deltras FC untuk menunjukkan bahwa keputusan pergantian pelatih ini membawa dampak positif. Enam pertandingan tersisa bisa menjadi ujian nyata kompetensi Huda dalam mengarahkan tim di kondisi tekanan tinggi.

Kesimpulan

Nurul Huda resmi menjadi pelatih caretaker Deltras FC dengan tugas memimpin tim selama enam pertandingan tersisa musim 2026. Pengalaman bertahun-tahun di klub, baik sebagai pemain maupun pelatih, menjadikan Huda pilihan tepat untuk menghadapi krisis kepemimpinan ini. Dengan komitmen memberikan yang terbaik dan pemahaman mendalam tentang dinamika internal tim, Huda siap menunjukkan kapasitasnya dalam memulihkan performa The Lobster di fase kritis kompetisi.