Realita Bengkulu – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menekankan pentingnya vaksinasi campak bagi orang dewasa di Indonesia. PAPDI menyampaikan hal ini dalam forum dan konferensi pers di Jakarta pada Selasa lalu.
dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM menjelaskan bahwa orang dewasa tetap berisiko tertular campak akibat penurunan kekebalan tubuh dan riwayat vaksinasi yang tidak lengkap. Menurutnya, sekitar delapan persen kasus campak di Indonesia ditemukan pada kelompok usia dewasa.
Data ini menunjukkan bahwa campak bukan hanya ancaman bagi anak-anak. Orang dewasa juga rentan dan perlu perlindungan optimal.
Mengapa Orang Dewasa Berisiko Tertular Campak
Sukamto mengungkapkan bahwa penyebab utama orang dewasa tertular campak adalah waning immunity. Kondisi ini terjadi ketika kadar antibodi menurun sekitar 15 hingga 20 tahun setelah vaksinasi.
Selain itu, banyak orang dewasa tidak memiliki catatan imunisasi lengkap. Akibatnya, perlindungan terhadap virus tidak optimal dan tubuh mudah terinfeksi.
Faktor lain yang turut berperan adalah primary vaccine failure. Dalam kondisi ini, tubuh tidak membentuk respons imun yang memadai setelah vaksinasi.
Lebih dari itu, berkurangnya paparan alami terhadap virus menghambat penguatan kekebalan secara alami. Nah, kombinasi faktor-faktor ini membuat orang dewasa rentan tertular campak meski sudah pernah menerima vaksin di masa kecil.
Komplikasi Campak pada Orang Dewasa Lebih Berat
Orang dewasa yang tertular campak tidak hanya berisiko mengalami gejala ringan. Faktanya, mereka berpotensi mengalami gejala yang lebih berat dibandingkan anak-anak.
Komplikasi yang muncul bahkan bisa memerlukan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah krusial.
Gejala berat pada orang dewasa sering kali melibatkan sistem pernapasan dan organ vital lainnya. Menariknya, risiko ini meningkat pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kelompok Berisiko Tinggi yang Perlu Vaksinasi Campak
PAPDI mengidentifikasi beberapa kelompok dengan risiko tinggi tertular campak. Pertama, tenaga kesehatan yang sering terpapar pasien dengan berbagai penyakit menular.
Kedua, individu dengan penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah. Dengan demikian, mereka lebih mudah tertular dan mengalami komplikasi.
Ketiga, orang dengan daya tahan tubuh rendah akibat kondisi medis tertentu atau pengobatan imunosupresan. Kemudian, pelancong ke daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) campak juga masuk dalam kategori berisiko tinggi.
Ternyata, kelompok-kelompok ini memerlukan perhatian khusus dalam program vaksinasi dewasa. Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk membentuk kekebalan dan menekan penularan di kalangan mereka.
Peran Vaksinasi dalam Membentuk Herd Immunity
Vaksinasi campak tidak hanya melindungi individu yang menerima vaksin. Namun, vaksinasi juga berperan dalam membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.
Kekebalan kelompok ini dapat melindungi bayi, ibu hamil, serta individu dengan gangguan sistem imun yang tidak dapat menerima vaksin. Intinya, semakin banyak orang yang divaksin, semakin besar perlindungan bagi seluruh masyarakat.
Di sisi lain, herd immunity memutus rantai penularan virus di tingkat komunitas. Jadi, vaksinasi dewasa bukan hanya soal perlindungan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial.
PAPDI menilai peningkatan cakupan vaksinasi pada orang dewasa penting untuk mendukung pengendalian campak. Apalagi di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi pada 2026 ini, risiko penularan semakin besar.
Target WHO dan Dampak Global Vaksinasi Campak
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan cakupan vaksinasi campak mencapai sekitar 90 persen hingga lebih dari 95 persen. Target ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok yang optimal.
Secara global, vaksinasi campak telah mencegah sekitar 59 juta kematian dalam periode 2000 hingga 2024. Angka ini menunjukkan betapa signifikannya dampak vaksinasi terhadap kesehatan masyarakat dunia.
Meski begitu, Indonesia masih perlu meningkatkan cakupan vaksinasi pada kelompok dewasa. Banyak orang dewasa belum menyadari pentingnya vaksinasi ulang atau booster campak.
Pada akhirnya, edukasi dan akses terhadap vaksinasi campak untuk dewasa perlu menjadi prioritas. Pemerintah dan tenaga kesehatan harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Langkah Konkret Meningkatkan Cakupan Vaksinasi
PAPDI mendorong berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam program vaksinasi campak dewasa. Program ini harus mencakup edukasi masif tentang risiko campak pada orang dewasa.
Selanjutnya, penyediaan akses vaksinasi yang mudah dan terjangkau menjadi kunci keberhasilan. Fasilitas kesehatan perlu menyediakan layanan vaksinasi khusus untuk orang dewasa.
Bahkan, perusahaan dan instansi dapat mengadakan program vaksinasi campak di tempat kerja. Langkah ini memudahkan karyawan mendapatkan vaksinasi tanpa harus meluangkan waktu khusus.
Alhasil, cakupan vaksinasi dapat meningkat secara signifikan dan kekebalan kelompok tercapai. Singkatnya, vaksinasi campak pada orang dewasa adalah investasi kesehatan jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.






