Jakarta – Genangan banjir masih melanda kawasan Jalan Raya Prepedan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (13/1/2026) malam. Warga setempat, Aldy, melaporkan bahwa banjir mulai terjadi sejak pagi hari akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Iya banjir dari pagi. Sudah agak mulai surut, kondisi terkini sudah (setinggi) dengkul (kurang lebih 30 cm) banjirnya,” ujar Aldy saat dihubungi pada Senin (12/1/2026) pukul 20.00 WIB.
Aldy sempat mendokumentasikan kondisi banjir melalui unggahan video di akun Instagram Story miliknya. Dalam video tersebut, ketinggian air tampak mencapai lebih dari 40 cm, atau melebihi lutut orang dewasa. “Kondisi air paling tinggi di jam 9 pagi sampai jam 10,” katanya.
Ia menambahkan bahwa banjir tersebut berlokasi di perempatan Jalan Raya Prepedan, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Wilayah ini memang dikenal sebagai area yang rawan tergenang banjir. “Memang rawan banjir dari dulu. Kalau hujan deras (durasi) 3 jam aja, pasti banjir,” ucapnya.
Meskipun demikian, Aldy menilai banjir kali ini surut lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau sekarang lumayan cepat sih surutnya, kalau dulu bisa 3 hari baru surut,” tuturnya.
59 RT dan 30 Ruas Jalan Terendam Banjir
Berdasarkan data per pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 59 Rukun Tetangga (RT) dan 30 ruas jalan di Jakarta terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang berlangsung hingga sore hari.
BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa ketinggian air di salah satu RT di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, mencapai 100 cm. “BPBD mencatat saat ini terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan yang tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya, Senin (12/1).
Penyebab banjir ini adalah curah hujan yang tinggi serta luapan dari Kali Krukut dan Kali Ciliwung. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan fungsi tali-tali air berjalan baik, bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat.
“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” imbau Yohan.






