Realita Bengkulu – Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak resmi berlaku pada Sabtu, 28 Maret 2026. Aturan yang lebih dikenal sebagai PP Tunas ini mewajibkan platform digital—baik media sosial maupun gim online—menonaktifkan akun milik pengguna di bawah usia 16 tahun mulai hari ini.
Hingga hari sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengumumkan hanya empat platform yang berkomitmen mematuhi regulasi tersebut. Keempat platform itu yakni X (sebelumnya Twitter), Bigo Live, TikTok, dan Roblox. Dua di antaranya sudah menunjukkan kepatuhan penuh terhadap ketentuan baru ini.
Platform yang Kooperatif Penuh Patuhi Regulasi Anak
Menteri Meutya menegaskan bahwa X dan Bigo Live telah menunjukkan kooperasi penuh dalam memenuhi kewajiban PP Tunas. Pernyataan ini disampaikan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, pada Jumat malam 27 Maret 2026.
Platform X milik Elon Musk mengubah batas usia minimum penggunanya menjadi 16 tahun sejak 17 Maret 2026. Pengumuman resmi platform ini tersebar di halaman pusat bantuan dan panduan pengguna atau community guidelines. X berkomitmen menonaktifkan akun-akun yang tidak sesuai dengan pedoman penggunanya mulai Sabtu, 28 Maret 2026.
Selain itu, Bigo Live menunjukkan dedikasi yang sama dengan mengubah batas usia pengguna dari sebelumnya 13+ menjadi 18+. Perubahan ketentuan ini terlihat jelas dalam perjanjian pengguna dan kebijakan privasi platform tersebut.
Bigo Live bahkan mengambil langkah lebih jauh dengan mengubah klasifikasi aplikasi di toko digital menjadi konten untuk pengguna 18 tahun ke atas. Hal ini berlaku di Apple App Store untuk iOS maupun Google Play Store untuk Android. Platform streaming langsung ini juga menyiapkan mekanisme khusus untuk menyaring pengguna sesuai ketentuan usia yang berlaku.
Sistem Moderasi Berlapis Bigo Live Gunakan
Menteri Meutya menjelaskan bahwa Bigo Live menerapkan sistem moderasi berlapis menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan verifikasi manusia. Kombinasi pendekatan ini memungkinkan platform mendeteksi dan memeriksa akun-akun pengguna di bawah usia 18 tahun secara lebih efektif.
Strategi dual-layer verification ini mencerminkan komitmen serius Bigo Live terhadap keselamatan pengguna anak-anak. Dengan melibatkan teknologi AI dan review manusia, platform mengurangi risiko celah dalam pengawasan konten dan interaksi pengguna.
TikTok dan Roblox dalam Fase Transisi Kepatuhan
Sementara itu, TikTok dan Roblox masih berada dalam kategori platform yang kooperatif sebagian. Dalam pernyataan resminya, TikTok menegaskan komitmen mereka untuk mematuhi PP Tunas sesuai dengan masa transisi yang tertuang dalam regulasi tersebut.
TikTok menjanjikan akan mengambil langkah-langkah kepatuhan terkait akun remaja di bawah 16 tahun setelah melakukan proses penilaian mandiri. Platform ini juga menjalin konsultasi erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memastikan implementasi yang sesuai dengan ekspektasi regulasi lokal.
Sebagai bukti komitmen keamanan, TikTok menyediakan lebih dari 50 pengaturan keamanan, privasi, dan keselamatan yang sudah teraktivasi secara otomatis. Ke depannya, platform berjanji mengambil langkah-langkah tambahan sesuai dengan harapan regulasi sambil terus memperkuat sistem pengamanan mereka.
Roblox, platform gim online populer, menyatakan akan menyiapkan fitur tambahan untuk melindungi pengguna anak di bawah 16 tahun. Platform ini berkomitmen menerapkan solusi yang memenuhi persyaratan lokal sebagai tambahan dari perlindungan canggih yang sebelumnya sudah diterapkan.
Fitur Kontrol Tambahan Roblox Persiapkan
Roblox akan memperkenalkan kontrol tambahan untuk konten dan fitur komunikasi bagi setiap pemain berusia di bawah 16 tahun khusus di Indonesia. Langkah ini menunjukkan bahwa platform mengakui pentingnya adaptasi lokal terhadap regulasi pemerintah.
Kedua platform dalam kategori kooperatif sebagian—TikTok dan Roblox—masih berada dalam periode transisi. Namun, komitmen mereka terhadap perlindungan anak menunjukkan keseriusan dalam menyesuaikan operasi dengan standar regulasi terbaru.
Konteks dan Pentingnya Regulasi PP Tunas 2026
PP Tunas lahir sebagai respons terhadap meningkatnya risiko keselamatan anak di ruang digital. Regulasi ini mengakui bahwa platform online memiliki tanggung jawab untuk melindungi pengguna muda dari konten berbahaya, pemangsaan daring, dan eksploitasi.
Pembatasan usia 16 tahun sebagai standar minimum mencerminkan kebijakan global yang semakin ketat terhadap perlindungan data dan privasi anak. Banyak negara menerapkan standar serupa atau bahkan lebih ketat, mengingat perkembangan kognitif dan emosional anak di bawah usia tersebut masih berlangsung.
Dengan empat platform utama yang sudah berkomitmen, pemerintah mulai melihat momentum positif dalam implementasi regulasi ini. Namun, masih ada banyak platform digital lain yang perlu disesuaikan dengan PP Tunas menjelang periode kepatuhan yang lebih ketat di masa depan.
Keberhasilan regulasi ini bergantung pada kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, platform teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya. Edukasi kepada orang tua dan anak-anak tentang penggunaan digital yang aman juga menjadi komponen penting dalam strategi perlindungan anak secara menyeluruh.
Mulai hari ini, 28 Maret 2026, pengguna akun X yang tercatat di bawah usia 16 tahun akan mulai menerima pemberitahuan tentang perubahan status akun mereka. Bigo Live, TikTok, dan Roblox akan mengikuti dengan implementasi masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam masa transisi regulasi ini.






