Ekonomi

Cara Beli SBR dan ORI 2026 Online, Investasi Bunga Tinggi

Cara beli SBR dan ORI 2026 secara online kini semakin mudah berkat tersedianya berbagai platform digital resmi yang ditunjuk pemerintah. Savings Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) merupakan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang diterbitkan Kementerian Keuangan sepanjang tahun 2026. Dengan modal mulai dari Rp1 juta, pajak rendah hanya 10%, dan jaminan penuh dari negara, kedua produk ini menjadi pilihan investasi aman dengan bunga kompetitif — bahkan hampir dua kali lipat bunga deposito bank.

Sepanjang 2025, penjualan SBN Ritel berhasil menembus Rp152,7 triliun dengan total 431.832 investor, termasuk 113.662 investor baru. Fakta ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi obligasi negara terus meningkat. Nah, memasuki 2026, pemerintah kembali menyiapkan tujuh seri SBN Ritel yang siap ditawarkan dari Januari hingga Desember.

Apa Itu SBR dan ORI? Kenali Dulu Sebelum Beli

Sebelum membahas cara beli SBR dan ORI 2026, penting untuk memahami perbedaan mendasar kedua instrumen ini. Meskipun sama-sama termasuk SBN Ritel, karakteristik keduanya cukup berbeda.

ORI (Obligasi Ritel Indonesia) adalah SBN Ritel konvensional dengan kupon tetap (fixed rate). Artinya, besaran bunga sudah ditentukan sejak awal dan tidak berubah hingga jatuh tempo. ORI bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum kepemilikan (holding period).

SBR (Savings Bond Ritel) juga merupakan SBN Ritel konvensional, namun dengan kupon mengambang yang memiliki batas minimal (floating with floor). Jadi, bunga SBR bisa naik mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia, tetapi tidak akan turun di bawah batas tertentu. SBR tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, namun memiliki fasilitas early redemption.

Berikut perbandingan singkat keduanya:

FiturORI 2026SBR 2026
Jenis KuponTetap (fixed rate)Mengambang dengan batas minimal (floating with floor)
Tenor3 tahun dan 6 tahun2 tahun dan 4 tahun
Perdagangan SekunderBisa (setelah holding period)Tidak bisa
Early RedemptionTidak tersediaTersedia (maks 50% pokok)
Minimal PembelianRp1 jutaRp1 juta
Pajak Kupon10% (final)10% (final)
Jaminan Negara100% dijamin pemerintah100% dijamin pemerintah

Kedua instrumen ini sama-sama dijamin 100% oleh pemerintah berdasarkan undang-undang, sehingga risiko gagal bayar hampir tidak ada.

Jadwal Penawaran SBR dan ORI Sepanjang 2026

Pemerintah telah merilis jadwal resmi penerbitan SBN Ritel 2026. Selain itu, terdapat juga instrumen berbasis syariah seperti Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST). Berikut jadwal lengkapnya:

Seri SBNJenisMasa Penawaran 2026
ORI029Obligasi Ritel Indonesia26 Januari – 19 Februari
SR024Sukuk Ritel6 Maret – 15 April
ST016Sukuk Tabungan8 Mei – 3 Juni
ORI030Obligasi Ritel Indonesia6 Juli – 30 Juli
SR025Sukuk Ritel21 Agustus – 16 September
SBR015Savings Bond Ritel28 September – 22 Oktober
ST017Sukuk Tabungan6 November – 2 Desember

Perlu dicatat, ORI029 yang ditawarkan pada Januari 2026 telah selesai masa penawarannya. Namun, masih ada ORI030 di bulan Juli dan SBR015 di akhir September yang bisa menjadi target investasi berikutnya.

Kupon ORI029 dan Referensi Bunga SBR 2026

Sebagai gambaran tingkat imbal hasil, Kementerian Keuangan telah menetapkan kupon ORI029 sebesar 5,45% per tahun untuk tenor 3 tahun (ORI029T3) dan 5,80% per tahun untuk tenor 6 tahun (ORI029T6). Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata bunga deposito bank yang dijamin LPS, yakni sekitar 3,5–4% per tahun.

Sementara untuk SBR, berdasarkan data historis SBR014 yang terbit tahun 2025, kupon minimal ditetapkan di kisaran 6,25% (tenor 2 tahun) dan 6,35% (tenor 4 tahun). Bahkan, secara historis kupon SBR pernah tembus 8% ketika suku bunga acuan sedang tinggi.

Selain itu, pajak kupon SBN Ritel hanya 10% (PPh Final), jauh lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20%. Artinya, imbal hasil bersih yang diterima investor SBN Ritel relatif lebih besar.

Cara Beli SBR dan ORI 2026 Secara Online: Panduan Langkah demi Langkah

Proses pembelian SBN Ritel per 2026 sudah sepenuhnya digital. Berikut langkah-langkah lengkapnya:

1. Pilih Mitra Distribusi Resmi

Langkah pertama adalah memilih platform pembelian yang sudah ditunjuk pemerintah. Beberapa mitra distribusi populer di antaranya:

  • Bank: BCA, BNI, BRI, BTN, Mandiri, OCBC, dan bank lainnya
  • Sekuritas: Danareksa, Mandiri Sekuritas, Trimegah
  • Platform Fintech: Bareksa, Bibit, Tanamduit, dan lainnya

Setiap mitra distribusi memiliki tampilan aplikasi yang berbeda, namun proses dasarnya sama.

2. Registrasi dan Buat Akun Investor

Sebelum membeli, calon investor wajib memiliki Single Investor Identification (SID). Dokumen yang perlu disiapkan meliputi:

  • KTP elektronik (e-KTP)
  • Rekening bank aktif atas nama sendiri
  • Email aktif dan nomor ponsel

Proses registrasi dilakukan secara online melalui aplikasi atau website mitra distribusi. Berikut tahapannya:

  1. Kunjungi website atau buka aplikasi mitra distribusi yang dipilih
  2. Pilih menu SBN atau Obligasi Negara
  3. Klik tombol Daftar atau Registrasi
  4. Isi data diri sesuai KTP elektronik
  5. Upload foto KTP dan selfie dengan KTP
  6. Masukkan data rekening bank
  7. Tunggu proses verifikasi (biasanya 1×24 jam hingga 3 hari kerja)

Setelah SID aktif, akun siap digunakan untuk membeli SBN Ritel kapan pun masa penawaran dibuka.

3. Lakukan Pemesanan Saat Masa Penawaran Dibuka

Ketika masa penawaran resmi dimulai, pemesanan bisa langsung dilakukan melalui aplikasi. Caranya:

  1. Login ke aplikasi mitra distribusi
  2. Pilih seri SBN yang tersedia (misalnya ORI030 atau SBR015)
  3. Baca informasi produk termasuk kupon, tenor, dan ketentuan
  4. Masukkan nominal pembelian (minimal Rp1 juta, maksimal sesuai ketentuan per seri)
  5. Periksa ringkasan pesanan dan setujui syarat serta ketentuan
  6. Konfirmasi pemesanan

4. Selesaikan Pembayaran

Setelah pemesanan dikonfirmasi, lakukan pembayaran melalui transfer bank atau virtual account sesuai instruksi yang diberikan. Pastikan pembayaran diselesaikan sebelum batas waktu yang ditentukan dan simpan bukti pembayaran sebagai arsip.

5. Terima Konfirmasi dan Pantau Portofolio

Pada tanggal setelmen, SBN akan tercatat di rekening investor. Selanjutnya, kupon dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening bank yang terdaftar. Portofolio investasi bisa dipantau melalui aplikasi mitra distribusi secara real-time.

Keuntungan Investasi SBR dan ORI 2026

Mengapa SBN Ritel layak dipertimbangkan? Berikut beberapa keunggulan utamanya:

  • Dijamin 100% oleh negara — baik pokok investasi maupun kupon dijamin berdasarkan undang-undang, sehingga risiko gagal bayar nyaris nol
  • Bunga lebih tinggi dari deposito — kupon ORI029 di kisaran 5,45–5,80%, sedangkan deposito bank rata-rata hanya 3,5–4% per tahun
  • Pajak lebih rendah — PPh Final hanya 10% dibandingkan pajak deposito 20%
  • Pendapatan pasif bulanan — kupon dibayarkan setiap bulan secara otomatis ke rekening investor
  • Modal terjangkau — pembelian minimal hanya Rp1 juta, cocok untuk investor pemula
  • Proses 100% online — mulai dari registrasi hingga pembelian, semuanya bisa dilakukan lewat smartphone
  • Ikut membangun negara — dana investor digunakan untuk membiayai APBN dan pembangunan nasional

Khusus untuk SBR, terdapat keunggulan tambahan berupa mekanisme floating with floor. Jika suku bunga acuan Bank Indonesia naik, kupon SBR juga ikut naik. Namun jika suku bunga turun, kupon tidak akan pernah jatuh di bawah batas minimal yang ditetapkan saat penawaran. Ini memberikan perlindungan ganda bagi investor.

Tips Memilih Antara SBR dan ORI untuk Investasi 2026

Memilih antara SBR dan ORI bergantung pada tujuan keuangan masing-masing investor. Berikut panduan sederhananya:

  • Pilih ORI jika menginginkan kepastian bunga tetap dan fleksibilitas menjual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo
  • Pilih SBR jika menginginkan potensi bunga naik mengikuti suku bunga acuan, serta membutuhkan opsi pencairan sebagian melalui early redemption (maksimal 50% pokok)
  • Kombinasikan keduanya untuk diversifikasi portofolio, misalnya membeli ORI030 di Juli dan SBR015 di September 2026

Faktanya, banyak investor berpengalaman menerapkan strategi dollar cost averaging dengan membeli setiap seri SBN yang terbit sepanjang tahun. Strategi ini membantu mengoptimalkan tingkat kupon rata-rata dan menyebarkan risiko waktu investasi.

Syarat Menjadi Investor SBN Ritel 2026

Tidak semua orang bisa membeli SBN Ritel. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) — bukan WNA
  • Memiliki KTP elektronik (e-KTP) yang masih berlaku
  • Memiliki rekening bank di Indonesia atas nama sendiri
  • Memiliki Single Investor Identification (SID) — bisa dibuat secara online melalui mitra distribusi
  • Usia minimal 17 tahun atau sudah menikah

Proses registrasi cukup dilakukan satu kali. Setelah memiliki SID, akun tersebut bisa digunakan untuk membeli semua seri SBN Ritel yang terbit selanjutnya tanpa perlu registrasi ulang.

Kesimpulan

Cara beli SBR dan ORI 2026 secara online terbilang praktis dan bisa diselesaikan dalam hitungan menit melalui smartphone. Dengan jaminan penuh dari pemerintah, kupon kompetitif yang lebih tinggi dari deposito, dan pajak rendah hanya 10%, kedua instrumen ini menjadi pilihan investasi aman yang ideal — baik untuk pemula maupun investor berpengalaman.

Tahun 2026 menyediakan tujuh seri SBN Ritel dari Januari hingga Desember. Seri ORI030 di bulan Juli dan SBR015 di bulan September masih bisa ditunggu bagi yang belum sempat membeli seri sebelumnya. Segera siapkan e-KTP, daftarkan SID di mitra distribusi resmi, dan pantau terus jadwal penawaran agar tidak kehabisan kuota. Investasi aman dengan bunga tinggi sudah tersedia — tinggal mengambil langkah pertama.