Selebriti

Denada Tak Hadir Pemakaman Ibunya – Alasan dan Fakta Lengkapnya

Realita Bengkulu – Penyanyi Denada mengalami duka mendalam setelah ibunya, Emilia Contessa, meninggal dunia karena serangan jantung pada Senin, 27 Januari 2026, di Rumah Sakit Banyuwangi, Jawa Timur. Meski ia segera menuju lokasi pemakaman yang dilaksanakan di Banyuwangi pada 28 Januari 2026, Denada memilih tidak hadir saat proses penguburan berlangsung. Keputusan ini kemudian memicu berbagai pertanyaan dari publik tentang alasan di baliknya.

Denada Tambunan, nama lengkap penyanyi tersebut, mengungkapkan beberapa fakta menarik terkait ketidakhadirannya di acara pemakaman sang ibu. Meski tidak hadir saat penguburan, ia tetap berkontribusi langsung dalam proses persiapan jenazah dan melakukan ziarah ke kuburan setelah pemakaman selesai.

Syok Berat Menerima Kabar Duka

Denada mengalami syok yang sangat berat ketika menerima berita duka bahwa ibunya telah meninggal dunia. Kondisi emosional ini membuat penyanyi yang juga merupakan ibu satu anak tersebut harus mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi situasi sulit.

Meski dalam kondisi shock, Denada langsung mengambil keputusan untuk segera berangkat ke Banyuwangi guna menghadiri proses pemakaman ibunya. Kecepatan tindakannya menunjukkan dedikasi dan kasih sayang yang mendalam terhadap Emilia Contessa, meskipun hubungan mereka sempat mengalami fase yang kompleks.

Tidak Hadir di Proses Pemakaman Tetapi Hadir di Kuburan

Fakta pertama yang cukup menarik ialah Denada memang memilih untuk tidak menghadiri acara pemakaman Emilia Contessa. Namun, keputusan ini bukan berarti penyanyi tersebut sama sekali absen dari prosesi pemakaman ibunya.

Denada kemudian mendatangi kuburan sang ibu setelah proses pemakaman telah selesai dilaksanakan. Dengan begitu, ia tetap bisa berziarah dan memberikan penghormatan terakhir kepada ibunya meski tidak menghadiri saat penguburan berlangsung.

Terlibat Langsung dalam Persiapan Jenazah

Menariknya, meski tidak hadir di momen penguburan, Denada mengungkapkan bahwa ia terlibat secara langsung dalam persiapan jenazah ibunya. Pemilik nama lengkap Denada Tambunan ini sempat memandikan sekaligus mengkafani jenazah Emilia Contessa dengan tangannya sendiri.

“Saya sempat memandikan dan mengkafani Mama kok, alhamdulillah,” ujar Denada dalam pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa meski tidak hadir saat penguburan, keterlibatan Denada dalam upacara pemakaman ibunya sangatlah besar dan bermakna secara personal maupun religius.

Alasan Tidak Hadir: Anjuran Guru Agama

Denada menjelaskan alasannya tidak hadir di pemakaman Emilia Contessa dengan merujuk pada anjuran dari guru-guru agama. Sebagai seorang perempuan Muslim, Denada mengikuti rekomendasi bahwa perempuan dianjurkan untuk tidak hadir saat proses penguburan.

“Sebagai perempuan, dianjurkan untuk tidak hadir saat penguburan. Tapi saya bisa ziarah, makanya datang setelah penguburan,” jelasnya. Penjelasan ini menunjukkan bahwa keputusannya bukan semata-mata ketidakingininan, melainkan kepatuhan terhadap anjuran agama yang dipandu oleh ulama dan guru spiritual.

Meski demikian, Denada memastikan bahwa ketidakahadirannya tidak menghalanginya untuk menunjukkan penghormatan maksimal kepada ibunya. Ia datang segera setelah penguburan selesai untuk melakukan ziarah ke makam ibunya.

Komunikasi Terakhir Penuh Kepedulian

Risna Ories, manajer Denada, mengungkapkan detail mengenai komunikasi terakhir antara penyanyi tersebut dengan ibunya. Mantan istri Jerry Aurum ini sempat memberikan nasihat kepada Emilia Contessa untuk menjaga pola makan dengan baik.

“Dena sempat bilang, jangan mengonsumsi sesuatu yang memicu gila. Terakhir beliau hanya makan rujak, karena suka buah-buahan,” tutur Risna lewat Zoom pada 27 Januari 2026. Pernyataan ini menunjukkan kepedulian Denada terhadap kesehatan ibunya bahkan sebelum Emilia Contessa meninggal dunia.

Nasihat Denada tentang pola makan mencerminkan kasih sayang seorang anak terhadap orang tuanya. Meskipun akhirnya Emilia Contessa meninggal karena serangan jantung, upaya Denada untuk menjaga kesehatan ibunya menunjukkan hubungan yang penuh perhatian di antara keduanya.

Pengetahuan dan Perspektif Publik

Ketidakhadiran Denada di pemakaman ibunya sempat menimbulkan reaksi dari publik yang tidak memahami alasan religiusnya. Banyak yang awalnya menganggap keputusan ini sebagai sesuatu yang aneh atau tidak biasa dalam konteks budaya Indonesia yang umumnya melibatkan seluruh keluarga dalam setiap tahap pemakaman.

Namun, setelah Denada dan timnya menjelaskan alasan sebenarnya, publik menjadi lebih memahami bahwa keputusan ini berdasarkan panduan agama yang jelas. Di dalam Islam, memang terdapat anjuran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam hal kehadiran di pemakaman, dan Denada memilih untuk mengikuti anjuran tersebut sambil tetap menunjukkan penghormatan maksimal kepada ibunya.

Penjelasan Denada juga menunjukkan bagaimana seorang artis publik bisa menjadi panutan dalam hal menjalankan nilai-nilai agama meskipun menghadapi situasi emosional yang berat. Keputusannya menekankan bahwa tradisi dan agama tetap menjadi prioritas bahkan dalam momen kesedihan yang mendalam.

Penutup

Denada tak hadir di pemakaman Emilia Contessa bukan karena ketidakpedulian, melainkan karena kepatuhan terhadap anjuran agama dan perspektif spiritual yang dianutnya. Penyanyiitu menunjukkan bentuk penghormatan lain dengan terlibat langsung dalam persiapan jenazah ibunya dan mendatangi kuburan setelah pemakaman selesai.

Kasus Denada mengilustrasikan bahwa tradisi dan kepercayaan agama tetap memiliki tempat penting dalam masyarakat modern, terutama ketika menghadapi momen-momen penting seperti kematian anggota keluarga. Tindakan Denada merefleksikan keseimbangan antara menghormati nilai-nilai tradisional dan melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibunya.