Ekonomi

Hemat Energi Pertamina – Budaya Efisiensi dari Kantor hingga Masyarakat 2026

Realita Bengkulu – PT Pertamina (Persero) menerapkan komitmen penghematan energi secara nyata di seluruh lingkungan kerja dan operasionalnya sebagai bagian dari program budaya perusahaan. Melalui berbagai inisiatif komprehensif, Pertamina mendorong budaya hemat energi sambil mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penggunaan energi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa langkah penghematan energi di lingkungan perusahaan merupakan bagian integral dari komitmen Pertamina dalam mendukung keberlanjutan energi nasional. Gerakan ini menjadi semakin penting mengingat dinamika geopolitik global saat ini yang mempengaruhi ketersediaan energi.

Penggunaan energi yang bijak, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG), kini menjadi urgensi yang tidak dapat ditunda. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memitigasi dampak geopolitik terhadap jalur pasokan energi dunia.

Program Transportasi Publik di Lingkungan Internal Pertamina

Pertamina mengimplementasikan serangkaian penghematan energi dengan mendorong para pekerja untuk menggunakan transportasi publik. Perusahaan menyediakan layanan shuttle bus (antar jemput) dari kantor Pertamina ke lokasi transportasi umum seperti stasiun, halte bus, dan titik-titik strategis lainnya. Fasilitas ini memudahkan pekerja Pertamina mengakses transportasi publik seperti kereta commuter line dengan lebih efisien.

Tidak hanya di Jakarta, akses transportasi massal ini juga dipraktikkan di berbagai unit kerja Pertamina di daerah-daerah. Program ini melayani transportasi bersama ke lokasi kompleks perumahan atau titik kumpul strategis lainnya. Untuk kegiatan pekerjaan dalam kota, pekerja juga didorong menggunakan kendaraan kantor secara bersama-sama guna mengurangi penggunaan kendaraan secara individu dan menghemat energi secara signifikan.

Program Kesehatan Terintegrasi dengan Efisiensi Energi

Muhammad Baron menjelaskan bahwa efisiensi energi diterapkan Pertamina sebagai bagian dari budaya hidup sehat para pekerja. Perusahaan mengembangkan program “Sehat Bugar dan Senang” (SEBUSE) yang mengintegrasikan olahraga ke dalam aktivitas keseharian karyawan.

Melalui program ini, pekerja Pertamina menerapkan olahraga di sela-sela aktivitasnya, termasuk berjalan kaki dari lokasi kantor menuju titik-titik strategis seperti halte bus dan stasiun. Sebagian pekerja juga aktif menjalankan program Bike to Work sebagai alternatif transportasi ramah energi. “Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang sudah dilakukan sejak lama,” ungkap Baron.

Program Mudik dan Balik Bersama untuk Masyarakat Luas

Budaya efisiensi energi juga Pertamina tularkan kepada masyarakat luas melalui berbagai aktivitas sosial. Perusahaan menyediakan program “Mudik Bersama” dan “Balik Bersama” yang memungkinkan masyarakat menggunakan transportasi publik yang nyaman, aman, dan efisien energi.

Program “Bareng-bareng Mudik” merupakan inisiatif rutin Pertamina. Pada tahun 2026, Pertamina menyediakan empat armada bus untuk mengangkut pemudik balik ke Jakarta, sehingga turut berkontribusi pada upaya penghematan energi nasional. Kembalinya para pemudik ke Jakarta dilaksanakan dari empat kota secara serentak pada Sabtu, 28 Maret 2026, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap efisiensi transportasi dan hemat energi.

Penghematan Energi di Lingkungan Kantor Pertamina

Selain efisiensi transportasi, penghematan energi menjadi bagian penting dari budaya di lingkungan kantor Pertamina. Pekerja mendapat dorongan untuk mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak sedang digunakan, menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya konservasi energi.

Desain gedung perkantoran Pertamina memaksimalkan penggunaan kaca untuk memanfaatkan cahaya alami, sehingga mengurangi konsumsi listrik selama jam-jam siang hari. Di sisi operasional, Pertamina memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) serta berbagai aset operasional dan perkantoran lainnya.

Program Energi Transisi dan Jaringan Gas Rumah Tangga

Tidak hanya fokus pada internal perusahaan, Pertamina juga terus mengembangkan program energi transisi bagi masyarakat. Melalui program “Desa Energi Berdikari” yang saat ini telah tersebar di 252 titik lokasi, Pertamina membantu masyarakat memanfaatkan energi baru dan terbarukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, Pertamina memperluas pembangunan jaringan gas rumah tangga guna menyediakan energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transisi energi jangka panjang yang menguntungkan seluruh lapisan masyarakat.

Visi Pertamina untuk Swasembada Energi Nasional

Muhammad Baron menekankan bahwa sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini, Pertamina berusaha memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja. Harapannya adalah membangun kesadaran bersama untuk bijak menggunakan energi sesuai dengan kebutuhan riil.

“Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” tegas Baron. Dengan menggabungkan inisiatif internal perusahaan dan program-program komunitas, Pertamina percaya bahwa perubahan budaya konsumsi energi dapat menciptakan dampak positif jangka panjang bagi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan lingkungan.