Ekonomi

KUR Sektor Pertanian 2026: Cara Mengurus dan Syarat Lengkap

KUR sektor pertanian 2026 menjadi salah satu program pembiayaan paling ditunggu oleh jutaan petani di Indonesia. Pemerintah melalui Permenko Nomor 1 Tahun 2026 resmi memperbesar plafon Kredit Usaha Rakyat hingga Rp300 triliun, dengan prioritas utama pada sektor pertanian demi mendukung swasembada pangan nasional. Lalu, bagaimana cara mengurus KUR pertanian dan apa saja syarat yang harus dipenuhi per 2026?

Program ini bukan sekadar pinjaman biasa. KUR pertanian hadir dengan suku bunga bersubsidi, bebas biaya administrasi untuk skema tertentu, serta opsi pembayaran musiman yang dirancang khusus menyesuaikan siklus panen. Faktanya, penyaluran KUR pertanian pada 2025 lalu telah mencapai Rp102 triliun, dan tahun ini pemerintah menargetkan angka yang jauh lebih besar.

Apa Itu KUR Sektor Pertanian dan Mengapa Penting di 2026?

Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian adalah fasilitas pembiayaan modal kerja dan investasi bagi pelaku usaha tani yang produktif namun belum memiliki akses ke perbankan komersial. Program ini mencakup sektor pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.

Pada 2026, fokus penyaluran semakin diperkuat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa plafon KUR pertanian sebesar Rp300 triliun disiapkan untuk memperkuat pembiayaan, produksi, dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Selain itu, aturan terbaru 2026 juga mendorong petani agar “naik kelas” dari usaha mikro menuju usaha kecil dan menengah. Jadi, KUR bukan hanya soal pinjaman, melainkan juga instrumen pemberdayaan ekonomi jangka panjang.

Jenis KUR Pertanian 2026 dan Plafon Pinjaman

Sebelum mengajukan, penting untuk memahami kategori KUR yang tersedia. Masing-masing memiliki plafon dan ketentuan berbeda sesuai skala usaha tani.

Berikut ringkasan jenis KUR pertanian terbaru 2026:

Jenis KURPlafon PinjamanSuku BungaAgunan Tambahan
KUR Super MikroSampai Rp10 juta3% per tahunTidak wajib
KUR MikroRp10 juta – Rp100 juta6% per tahunTidak wajib
KUR KecilRp100 juta – Rp500 juta6% per tahunWajib (sesuai ketentuan bank)

KUR Super Mikro dengan bunga hanya 3% per tahun sangat cocok untuk petani pemula atau buruh tani yang baru memulai usaha mandiri. Namun, bagi petani dengan kebutuhan modal lebih besar, KUR Mikro dan KUR Kecil menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Syarat Mengurus KUR Sektor Pertanian 2026

Kelengkapan dokumen menjadi filter utama dalam pengajuan KUR pertanian. Bank penyalur menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga setiap berkas harus lengkap dan valid. Berikut persyaratan yang wajib dipenuhi:

Syarat Dokumen Pribadi

  • e-KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Nikah atau Surat Cerai (sesuai status perkawinan)
  • Pas foto terbaru pemohon
  • NPWP — sesuai Permenko 1/2026, kepemilikan NPWP dipertegas sebagai syarat wajib
  • Rekening bank aktif di bank penyalur

Syarat Dokumen Usaha Pertanian

Dokumen usaha untuk sektor pertanian memiliki spesifikasi khusus dibanding sektor lain. Berikut rinciannya:

  • Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kepala Desa atau Lurah setempat yang menyatakan jenis usaha tani dan lokasi lahan
  • Bukti penguasaan lahan — jika lahan milik sendiri: SPPT PBB, Girik, atau Sertifikat Hak Milik (SHM); jika lahan sewa: Surat Perjanjian Sewa yang diketahui perangkat desa
  • Rencana Anggaran Biaya (RAB) penggunaan dana untuk bibit, pupuk, pakan, atau alat pertanian — opsional namun sangat disarankan terutama untuk plafon besar
  • Usaha tani sudah berjalan minimal 6 bulan

Syarat Tambahan per 2026

  • Belum pernah menerima KUR atau kredit program serupa sebelumnya (untuk pengajuan pertama)
  • Tidak sedang memiliki tunggakan kredit di bank atau lembaga keuangan lain, termasuk pinjaman online
  • Lolos pengecekan SLIK OJK (dulu dikenal sebagai BI Checking)
  • Terdaftar dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang dikelola pemerintah

Cara Mengurus KUR Pertanian 2026 Langkah demi Langkah

Proses pengajuan KUR pertanian update 2026 sudah semakin dipermudah. Pengajuan bisa dilakukan secara langsung ke kantor bank maupun melalui portal daring. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pastikan riwayat kredit bersih. Cek status SLIK OJK terlebih dahulu. Pastikan tidak ada tunggakan di bank, leasing, maupun platform pinjaman online.
  2. Siapkan seluruh dokumen. Kumpulkan berkas persyaratan pribadi dan usaha dalam satu map agar rapi dan mudah diperiksa.
  3. Kunjungi bank penyalur. Datang ke kantor unit bank penyalur KUR (BRI Unit, Bank Mandiri, BNI, BSI, atau BTN) sesuai domisili KTP.
  4. Isi formulir aplikasi KUR. Lengkapi data diri, informasi usaha, nominal pinjaman yang diajukan, serta tenor yang diinginkan.
  5. Tunggu proses verifikasi dan survei. Petugas bank (mantri) akan melakukan survei ke lokasi lahan untuk memastikan keberadaan dan kelayakan usaha tani. Proses ini biasanya memakan waktu 7–14 hari kerja.
  6. Pencairan dana. Jika pengajuan disetujui, dana KUR dicairkan langsung ke rekening debitur dan siap digunakan untuk kebutuhan usaha.

Selain itu, beberapa bank seperti BRI juga menyediakan opsi pengajuan KUR secara online melalui portal kur.bri.co.id. Namun, tetap diperlukan kunjungan ke kantor bank untuk verifikasi fisik dan tanda tangan dokumen.

Skema Pembayaran Yarnen: Keunggulan KUR Pertanian

Salah satu fitur unggulan yang membedakan KUR pertanian dari kredit biasa adalah skema Yarnen (Bayar saat Panen). Ternyata, banyak petani yang belum mengetahui opsi pembayaran ini.

Dalam skema Yarnen, angsuran pokok dan bunga tidak harus dibayar setiap bulan. Pelunasan bisa dilakukan sekaligus pada saat masa panen tiba, misalnya per 4 atau 6 bulan sekali untuk komoditas padi dan jagung. Skema ini sangat menguntungkan karena menyesuaikan siklus pendapatan petani yang bersifat musiman.

Untuk mendapatkan skema Yarnen, pemohon wajib menyampaikan permohonan khusus kepada petugas bank saat sesi wawancara atau survei lokasi.

Simulasi Angsuran KUR Pertanian 2026

Memahami besaran angsuran sangat penting sebelum mengajukan pinjaman. Berikut simulasi cicilan KUR pertanian dengan suku bunga 6% per tahun berdasarkan tabel resmi 2026:

Plafon PinjamanTenor 12 BulanTenor 24 BulanTenor 36 BulanTenor 60 Bulan
Rp10.000.000Rp883.333Rp466.667Rp327.778Rp216.667
Rp25.000.000Rp2.208.333Rp1.166.667Rp819.444Rp541.667
Rp50.000.000Rp4.416.667Rp2.333.333Rp1.638.889Rp1.083.333
Rp100.000.000Rp8.833.333Rp4.666.667Rp3.277.778Rp2.166.667
Rp200.000.000Rp17.213.286Rp8.864.122Rp6.084.387Rp3.866.560

Catatan: Angka di atas merupakan simulasi berdasarkan tabel resmi KUR 2026. Nominal cicilan aktual bisa sedikit berbeda tergantung ketentuan masing-masing bank penyalur saat pengajuan.

Tips Agar Pengajuan KUR Pertanian 2026 Disetujui

Tidak semua pengajuan KUR otomatis disetujui. Bahkan, banyak permohonan yang ditolak karena masalah administratif sederhana. Berikut beberapa tips agar proses pengajuan berjalan lancar:

  • Pastikan SLIK OJK bersih — Lunasi terlebih dahulu semua tunggakan kredit, termasuk cicilan pinjaman online atau kartu kredit yang tertunggak.
  • Lengkapi dokumen sebelum datang ke bank — Kekurangan satu dokumen saja bisa membuat proses tertunda berminggu-minggu.
  • Siapkan RAB yang realistis — Rencana penggunaan dana yang jelas dan masuk akal meningkatkan kepercayaan bank terhadap kelayakan usaha.
  • Ajukan nominal sesuai kebutuhan — Jangan meminjam lebih dari yang dibutuhkan. Bank akan menilai kewajaran antara plafon yang diminta dan skala usaha tani.
  • Koordinasi dengan penyuluh pertanian — Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di daerah bisa membantu memperlancar proses rekomendasi usaha.
  • Jaga reputasi usaha — Usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan dengan bukti produktivitas memiliki peluang persetujuan lebih tinggi.

Bank Penyalur KUR Pertanian 2026

Pemerintah menunjuk sejumlah bank sebagai penyalur resmi KUR pertanian. Berikut daftar bank yang bisa dikunjungi untuk mengajukan KUR sektor pertanian per 2026:

  • Bank BRI — penyalur KUR terbesar dengan jaringan hingga pelosok desa
  • Bank Mandiri — melalui program Mandiri Mitra Usaha
  • Bank BNI — tersedia untuk KUR Mikro dan KUR Kecil
  • Bank BSI — opsi pembiayaan syariah dengan plafon hingga Rp500 juta
  • Bank BTN — melayani KUR untuk sektor pertanian dan perikanan
  • Beberapa BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang ditunjuk pemerintah

Setiap bank memiliki prosedur dan waktu pemrosesan yang sedikit berbeda. Namun, secara umum persyaratan dasar tetap mengacu pada Permenko Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Kesimpulan

KUR sektor pertanian 2026 memberikan peluang besar bagi pelaku usaha tani untuk mengakses modal dengan bunga ringan mulai dari 3% hingga 6% per tahun. Dengan plafon nasional yang mencapai Rp300 triliun dan didukung regulasi terbaru melalui Permenko 1/2026, akses pembiayaan bagi petani semakin terbuka lebar.

Kunci utama agar pengajuan berhasil adalah kelengkapan dokumen, riwayat kredit yang bersih, dan rencana penggunaan dana yang jelas. Segera siapkan berkas yang diperlukan dan kunjungi bank penyalur terdekat untuk memulai proses pengajuan. Jangan ragu berkonsultasi dengan penyuluh pertanian atau petugas bank untuk mendapatkan panduan lebih lanjut sesuai kondisi usaha masing-masing.