Realita Bengkulu – Andy Robertson mengakui Mohamed Salah memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dirinya sejak pertama kali bergabung dengan Liverpool. Bek kiri The Reds itu menceritakan bagaimana Salah menjadi salah satu sosok berpengaruh yang membantunya mengatasi keraguan di awal masa transisi dari Hull City.
Robertson menjelaskan bahwa kedatangannya ke Liverpool pada 2017 dibarengi dengan tantangan mental yang cukup signifikan. Namun kehadiran tokoh-tokoh senior seperti James Milner, Jordan Henderson, Adam Lallana, dan terutama Salah memberikan dukungan psikologis yang sangat berarti.
Peran Salah dalam Membangun Kepercayaan Diri Robertson
“Mo dan saya sudah dekat sejak hari pertama. Dia membantu saya sejak saya pertama kali datang,” ungkap Robertson seperti dilansir dari Daily Mail. Perkenalannya dengan Salah berjalan natural dan hangat sejak awal musim pertamanya di Anfield.
Bek berusia 30 tahun ini tidak malu mengakui bahwa dirinya datang dari Hull dengan tingkat kepercayaan diri yang tidak optimal. “Saya bergabung dari Hull dan mungkin tidak memiliki kepercayaan diri sebanyak yang seharusnya,” akunya terang-terangan.
Namun situasi tersebut berubah berkat lingkungan positif yang diciptakan pemain-pemain pengalaman. Robertson memuji kontribusi mereka, khususnya dalam meyakinkannya mengenai potensi yang dimiliki. “Ada beberapa orang yang sangat berpengaruh pada saya di tahap awal itu – James Milner, Jordan Henderson, Adam Lallana – orang-orang baik di sekitar saya. Mereka memberi saya kepercayaan diri tentang apa yang bisa saya capai dan Mo adalah bagian besar dari itu,” papar Robertson.
Dedikasi Salah terhadap Sepakbola Menjadi Inspirasi
Selain peran mentoring, Robertson juga mengapresiasi mentalitas profesional yang ditunjukkan Salah. Striker asal Mesir itu dikenal sebagai pemain yang sangat berdedikasi dalam setiap aspek sepakbola, mulai dari latihan hingga recovery.
“Dengan Mo, setiap menit, setiap hari didedikasikan untuk sepakbola dan itulah mengapa dia dalam kondisi puncak,” kata Robertson memuja. Komitmen total Salah terhadap olahraga menghasilkan performa konsisten yang mengesankan di setiap pertandingan bersama The Reds.
Robertson tidak hanya memuji performa Salah, tetapi juga kualitas fisiknya yang luar biasa. “Dia dalam kondisi luar biasa, sangat jarang cedera dan benar-benar menjaga dirinya,” lanjutnya. Kondisi tubuh prima Salah adalah hasil dari disiplin yang ketat dan komitmen jangka panjang terhadap kesehatan fisik.
Mentalitas semacam ini, menurut Robertson, merupakan hal yang essential bagi setiap pemain yang ingin bertahan di level tertinggi. “Mentalitas seperti itulah yang Anda butuhkan untuk berada di level elite,” tegas Robertson menutup pujiannya terhadap sang striker.
Masa Depan Salah di Liverpool
Seiring dengan ungkapan apresiasi Robertson, diberitahukan bahwa Salah telah memastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025-2026. Keputusan ini datang setelah kesepakatan yang dicapai antara Salah dan klub untuk mengakhiri hubungan profesional mereka.
Penghujung musim ini akan menjadi penutup babak sembilan tahun Salah mengenakan jersey merah Liverpool. Striker berusia 34 tahun itu meninggalkan warisan luar biasa sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah modern klub Merseyside.
Kepergian Salah menandai berakhirnya era penting dalam sejarah Liverpool. Waktu yang dijalani Salah di klub, khususnya dampaknya terhadap pemain muda seperti Robertson, akan selalu diingat sebagai kontribusi signifikan dalam membangun budaya profesionalisme dan excellence.
Legacy Salah untuk Liverpool dan Sesama Pemain
Pengaruh Salah tidak terbatas pada kontribusi gol dan assist di lapangan. Peranan sebagai senior figure yang memberikan bimbingan mental dan mentalitas profesional telah membentuk budaya positif di dalam skuad Liverpool selama bertahun-tahun.
Robertson adalah salah satu bukti nyata bagaimana Salah mampu memberikan dampak positif kepada rekan satu timnya. Bek kiri Skotlandia itu telah berkembang menjadi pemain kelas dunia berkat dukungan dan inspirasi dari sosok-sosok seperti Salah, yang menunjukkan bahwa kesuksesan memerlukan dedikasi penuh dan mentalitas yang kuat.
Melalui pengakuan Robertson ini, terlihat jelas bahwa kontribusi Salah kepada Liverpool melampaui statistik pertandingan. Warisan yang ditinggalkan mencakup nilai-nilai profesionalisme, dedikasi, dan budaya continuous improvement yang akan terus mempengaruhi generasi pemain Liverpool mendatang.






