Edukasi

Tips Belajar TOEFL dan IELTS Terbaru 2026

Tips belajar TOEFL dan IELTS menjadi kebutuhan penting bagi pelajar, mahasiswa, dan profesional Indonesia di tahun 2026. Persaingan beasiswa, program magister luar negeri, hingga peluang kerja internasional semakin ketat. Oleh karena itu, memahami strategi belajar yang tepat sejak awal bisa menjadi perbedaan antara lulus dan tidak lulus ujian bergengsi ini.

Nah, banyak peserta ujian yang gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena salah strategi belajar. Faktanya, riset dari lembaga ETS dan British Council per 2026 menunjukkan bahwa peserta yang mengikuti program belajar terstruktur memiliki peluang lulus 60% lebih tinggi dibandingkan yang belajar secara acak.

Apa Perbedaan TOEFL dan IELTS yang Harus Dipahami?

Sebelum memulai perjalanan belajar, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara dua ujian ini. TOEFL (Test of English as a Foreign Language) lebih banyak kampus Amerika dan Kanada gunakan sebagai syarat masuk. Sementara itu, IELTS (International English Language Testing System) lebih umum kampus Eropa, Australia, dan Inggris terapkan.

Selain itu, format ujian keduanya berbeda secara signifikan. TOEFL iBT menggunakan sistem komputer berbasis internet dengan empat seksi: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sebaliknya, IELTS menyediakan dua jalur, yaitu Academic dan General Training, tergantung tujuan peserta.

AspekTOEFL iBTIELTS
PenyelenggaraETS (Amerika)British Council / IDP
Format Skor0 – 120 poinBand 0 – 9
Durasi Ujian~3 jam2 jam 45 menit
Biaya 2026Rp 2,8 – 3,2 jutaRp 3,0 – 3,5 juta
Masa Berlaku Skor2 tahun2 tahun

Tabel di atas membantu calon peserta menentukan ujian mana yang paling sesuai dengan tujuan akademis atau karier mereka di tahun 2026.

Tips Belajar TOEFL dan IELTS Secara Efektif

Nah, inilah inti dari perjalanan belajar bahasa Inggris untuk ujian standar internasional. Strategi yang tepat akan menghemat waktu dan biaya secara signifikan.

1. Tentukan Target Skor Sejak Awal

Pertama, peserta wajib mengetahui berapa skor minimum yang universitas atau lembaga tujuan mereka syaratkan. Misalnya, banyak universitas top di Amerika meminta skor TOEFL iBT minimal 90-100. Sementara itu, kampus di Australia umumnya meminta IELTS band 6.5 hingga 7.0.

Dengan demikian, menentukan target skor lebih awal membantu peserta merancang rencana belajar yang lebih fokus dan terukur.

2. Lakukan Diagnostic Test Terlebih Dahulu

Selanjutnya, peserta perlu mengerjakan soal latihan diagnostic sebelum memulai belajar intensif. Langkah ini membantu mengidentifikasi kelemahan spesifik di tiap seksi. Hasilnya, peserta bisa mengalokasikan waktu belajar lebih banyak pada seksi yang masih lemah.

3. Bangun Kebiasaan Membaca Teks Bahasa Inggris

Selain itu, kebiasaan membaca teks akademis berbahasa Inggris setiap hari terbukti meningkatkan skor Reading secara signifikan. Peserta bisa membaca artikel dari sumber seperti BBC, The Guardian, atau jurnal akademis open access. Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga memperkaya kosakata secara alami dan organik.

4. Latih Listening dengan Konten Otentik

Kemudian, peserta perlu melatih kemampuan listening menggunakan konten berbahasa Inggris yang otentik. Podcast edukasi, kuliah online dari Coursera atau edX, serta program berita BBC dan NPR menjadi pilihan terbaik. Menariknya, konten semacam ini lebih mendekati aksen dan gaya bahasa yang sesungguhnya muncul di ujian TOEFL maupun IELTS 2026.

Rencana Belajar TOEFL IELTS Selama 3 Bulan

Banyak peserta sukses meraih target skor dalam waktu 3 bulan dengan rencana belajar yang konsisten. Berikut ini adalah panduan umum yang bisa peserta ikuti:

  1. Bulan Pertama: Fokus pada penguatan kosakata dan grammar dasar. Target minimal 20 kata baru per hari menggunakan aplikasi flashcard seperti Anki atau Quizlet.
  2. Bulan Kedua: Mulai mengerjakan soal latihan per seksi secara terpisah. Analisis setiap kesalahan dan pahami polanya agar tidak berulang.
  3. Bulan Ketiga: Lakukan simulasi ujian penuh dengan kondisi menyerupai ujian asli. Gunakan timer, lingkungan sunyi, dan soal resmi dari ETS atau Cambridge.

Dengan demikian, peserta memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kelemahan sebelum hari ujian tiba.

Sumber Belajar TOEFL dan IELTS Terbaik 2026

Hasilnya, banyak peserta yang berhasil karena memanfaatkan sumber belajar yang tepat dan relevan. Berikut ini rekomendasi sumber terpercaya update 2026:

  • Official TOEFL Practice Online (TPO): Simulasi ujian resmi dari ETS dengan soal autentik dan sistem penilaian akurat.
  • Cambridge IELTS Books (Seri 18 & 19): Buku latihan resmi Cambridge yang mencakup soal-soal terbaru dan kunci jawaban lengkap.
  • Magoosh TOEFL & IELTS: Platform belajar online dengan video lesson, soal latihan adaptif, dan feedback otomatis berbasis AI.
  • IELTS.org dan ETS.org: Situs resmi yang menyediakan panduan ujian, contoh soal gratis, dan informasi pendaftaran terbaru 2026.
  • YouTube Channel E2 IELTS dan Noteful: Kanal gratis dengan strategi ujian yang spesifik dan mudah peserta ikuti secara mandiri.

Menariknya, sebagian besar sumber di atas menyediakan akses gratis atau berbiaya terjangkau, sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan biaya besar hanya untuk bahan belajar.

Kesalahan Umum Saat Belajar untuk TOEFL dan IELTS

Meski begitu, banyak peserta masih melakukan kesalahan yang menghambat kemajuan belajar mereka. Memahami kesalahan ini sejak awal akan menghemat banyak waktu dan energi.

  • Menghafal jawaban tanpa memahami pola: Strategi ini tidak efektif karena soal ujian selalu bervariasi setiap tahun.
  • Mengabaikan seksi Speaking dan Writing: Kedua seksi ini memiliki bobot nilai yang sama dengan Reading dan Listening.
  • Belajar tanpa jadwal terstruktur: Belajar sporadis tanpa konsistensi jarang menghasilkan peningkatan skor yang signifikan.
  • Tidak berlatih manajemen waktu: Ujian TOEFL dan IELTS memiliki batas waktu ketat yang banyak peserta remehkan.

Oleh karena itu, peserta perlu menghindari jebakan-jebakan di atas agar proses belajar berjalan lebih efisien dan produktif.

Tips Meningkatkan Skor Speaking dan Writing

Dua seksi ini sering menjadi hambatan terbesar bagi pelajar Indonesia. Namun, dengan pendekatan yang tepat, keduanya bisa peserta kuasai dalam waktu relatif singkat.

Strategi Khusus untuk Speaking

Pertama, peserta perlu merekam diri sendiri saat berbicara bahasa Inggris setiap hari. Kemudian, putar ulang rekaman tersebut untuk mengidentifikasi kesalahan pengucapan, kelancaran, dan kosakata. Selain itu, bergabung dalam komunitas speaking online seperti grup Discord atau aplikasi Tandem membantu peserta berlatih dengan penutur asli secara gratis.

Strategi Khusus untuk Writing

Selanjutnya, peserta harus menguasai struktur esai akademis yang baik. TOEFL Writing mengharuskan peserta menulis respons terpadu dan esai mandiri. Sementara itu, IELTS Writing terdiri dari deskripsi grafik atau diagram (Task 1) dan esai argumentatif (Task 2). Latihan menulis minimal satu esai per hari dan meminta feedback dari tutor atau komunitas online akan mempercepat peningkatan kemampuan ini.

Kesimpulan

Intinya, menguasai tips belajar TOEFL dan IELTS memerlukan kombinasi strategi yang tepat, konsistensi, dan sumber belajar berkualitas. Di tahun 2026, peluang untuk mengakses sumber belajar berkualitas semakin luas, mulai dari platform digital gratis hingga aplikasi berbasis AI yang canggih. Pada akhirnya, keberhasilan dalam ujian ini bukan soal bakat bawaan, melainkan soal komitmen dan metode belajar yang terstruktur.

Jadi, mulailah perjalanan belajar hari ini dengan menetapkan target skor, mengerjakan diagnostic test, dan memilih sumber belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan. Semakin cepat memulai, semakin besar peluang untuk meraih skor impian dan membuka pintu menuju kesempatan pendidikan atau karier internasional di 2026!