Berita

Arus Balik Lebaran 2026 – Puncak Penumpang Bandara Soetta Terjadi 2 Kali

Realita Bengkulu – Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami dua kali lonjakan penumpang signifikan selama periode arus balik Lebaran 2026. General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi menjelaskan bahwa lonjakan pertama terjadi secara tidak terduga pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan mencapai 190.000 hingga 196.000 penumpang.

Lonjakan yang mengejutkan pengelola bandara ini disebabkan oleh program Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan di berbagai perusahaan. Sebagian karyawan memilih kembali bekerja di kantor pada hari Rabu, 25 Maret 2026, sehingga memicu pergerakan penumpang yang tidak terduga sehari lebih awal dari perkiraan.

Dua Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara Soetta

Lonjakan kedua untuk arus balik Lebaran 2026 kemudian terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pengelola bandara mencatat pergerakan sekitar 187.000 orang dengan total 1.161 penerbangan yang tersebar di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

Heru memprediksi bahwa jam-jam sibuk untuk kedatangan penumpang akan terjadi mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB pada hari tersebut. Tingginya volume penumpang pada dua periode berbeda memerlukan persiapan khusus agar layanan tetap berjalan lancar.

Strategi dan Persiapan Bandara Hadapi Lonjakan Penumpang

Petugas bandara tetap bersiaga penuh untuk memastikan kelancaran arus balik penumpang selama periode tersebut. Polres Bandara Soekarno-Hatta menjalankan berbagai inisiatif untuk memberikan pengalaman positif kepada pengguna bandara.

Di Terminal 3, Polisi Wanita (Polwan) secara aktif membagikan cenderamata dan setangkai bunga mawar kepada para penumpang yang menunggu keberangkatan di gate 4 Domestik. Selain itu, anak-anak yang menemani keluarga berkunjung ke bandara diajak bermain dan mendapatkan hadiah untuk mengusir kebosanan mereka.

Apresiasi Kepada Seluruh Petugas di Bandara

Upaya memberikan suasana yang positif tidak hanya ditujukan kepada penumpang saja. Polres Bandara Soekarno-Hatta juga memberikan hadiah kepada berbagai petugas yang bekerja keras di bandara selama periode arus balik.

Hadiah apresiasi diberikan kepada cleaning service, pilot, pramugari, dan petugas lainnya yang berkontribusi dalam kelancaran operasional bandara. Kombes Pol. Wisnu Wardana, selaku Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, menyatakan bahwa pemberian apresiasi ini mencerminkan rasa terima kasih atas dedikasi mereka selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Kami merasa perlu memberikan apresiasi kepada pihak-pihak tersebut selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Alhamdulillah untuk wilayah Bandara Soekarno-Hatta sampai saat ini situasi berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” ungkap Kombes Pol. Wisnu Wardana.

Perpanjangan Operasi Ketupat hingga 29 Maret 2026

Meski Operasi Ketupat 2026 secara resmi berakhir pada 25 Maret 2026, Polres Bandara Soekarno-Hatta memutuskan untuk mempertahankan operasional ketat hingga Minggu, 29 Maret 2026. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan adanya sisa lonjakan penumpang pada hari Minggu.

Kombes Pol. Wisnu Wardana mengonfirmasi bahwa kepolisian akan tetap memberikan layanan penuh dengan pengerahan 217 personel polisi yang tersedia. Tidak hanya itu, Polres Bandara Soekarno-Hatta juga mendapatkan dukungan berupa bantuan BKO dari Mabes Polri dan unit K-9 untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna bandara.

Manajemen Penumpang dan Persiapan Operasional

Pengelolaan lalu lintas penumpang di bandara berskala internasional seperti Soekarno-Hatta memerlukan koordinasi yang cermat antara berbagai pihak. Bandara harus mengalokasikan sumber daya yang tepat untuk menangani dua puncak arus balik yang terjadi pada waktu berbeda.

Dengan volume penumpang mencapai ratusan ribu orang dan ribuan penerbangan dalam sehari, sistem manajemen bandara harus responsif terhadap perubahan arus penumpang yang tidak terduga. Kerja sama antara Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 menjadi kunci untuk menghindari bottleneck atau antrian panjang di berbagai titik operasional.

Data yang terkumpul dari dua lonjakan penumpang ini akan menjadi informasi berharga bagi bandara dalam merancang strategi manajemen kapasitas untuk periode arus balik mendatang. Pelajaran dari pengalaman Lebaran 2026 dapat membantu pengelola bandara mengantisipasi dan mengelola fluktuasi penumpang dengan lebih efektif.

Kesimpulan

Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan pola yang unik dengan dua puncak penumpang yang terjadi pada waktu berbeda. Lonjakan pertama pada 24 Maret dipicu oleh program Work From Anywhere, sementara lonjakan kedua pada 28 Maret merupakan puncak yang diperkirakan.

Persiapan matang dari Polres Bandara Soekarno-Hatta, termasuk pengerahan 217 personel dan dukungan penuh hingga 29 Maret 2026, memastikan bahwa seluruh penumpang mendapatkan pelayanan yang aman, lancar, dan memuaskan. Inisiatif memberikan apresiasi kepada penumpang dan petugas mencerminkan komitmen bandara dalam menciptakan pengalaman positif selama periode mudik dan arus balik yang padat.