Berita

Banjir Kabupaten Tangerang Meluas, 7 Kecamatan Terendam, 14.000 KK Terdampak

TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, melaporkan banjir kembali meluas hingga merendam tujuh wilayah kecamatan. Bencana ini berdampak pada 14.000 kepala keluarga (KK).

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1/2026) lalu ini sebelumnya telah melanda 24 kecamatan di 119 desa/kelurahan dengan perkiraan 50 ribu jiwa terdampak. Namun, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi serta meluapnya beberapa aliran sungai dan danau, tujuh kecamatan kini terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter hingga lebih dari dua meter.

Kondisi Terkini Banjir

“Sekarang kurang lebih ada enam kecamatan yang masih banjir, seperti di Kecamatan Gunung Kaler, kemudian Kresek, Pasar Pemis, Solear, Cisoka, Nayanti dan Balaraja,” ujar Ahmad Taufik seperti dilansir Antara, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan bahwa meskipun bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang telah berlangsung lebih dari satu pekan ini mulai berangsur surut, namun cuaca ekstrem yang terus berlangsung menyebabkan banjir kembali menerjang di beberapa titik sejak Senin (19/1/2026).

“Yang paling parah genangan banjir itu berada di titik Kecamatan Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti, dengan ketinggian tertinggi dua meter,” tuturnya.

Upaya Penanganan

Ahmad Taufik mengungkapkan bahwa dari tujuh kecamatan yang terdampak dengan total 14.000 KK, sekitar dua persennya masih mengungsi di posko dan tempat yang lebih aman. “Secara pasti memang belum kita hitung, karena memang perubahan cuaca ini, tapi kurang lebih sudah mencapai 14 ribu KK,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan jangka pendek, pemerintah daerah telah mengerahkan personel, sarana, dan prasarana untuk membantu para korban bencana. “Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air,” kata Ahmad Taufik.