BEKASI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi sejak kemarin sore menyebabkan banjir parah di kawasan Duta Kranji, Bekasi Barat, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026). Akibatnya, sedikitnya 80 warga terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka yang terendam air hingga sebatas pinggang orang dewasa.
Luapan Kali Cakung Jadi Penyebab Utama
Menurut Lurah Kotabaru, Endang Kusnadi, banjir kali ini disebabkan oleh meluapnya air dari Kali Cakung yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Luapan tersebut langsung merendam dua Rukun Warga (RW), yakni RW 01 dan RW 10.
“Yang ngungsi saat ini 30 orang yang di RW 10. Yang di RW 01 kurang lebih ada berapa, 50 orang. Karena ini memang langsung terdampak aliran Kali Cakung. RW 01 dan RW 10,” ujar Endang saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan bahwa kondisi banjir sudah terjadi sejak Jumat sore kemarin dan ketinggian air belum juga surut. “Kondisi memang pada saat ketinggian Kali Cakung itu kemarin sore dari jam 3, itu luapan sampai sekarang itu belum surut. Jadi imbasnya di RW 01 dan RW 10. Jadi kondisi genangan air atau banjir itu bisa sepaha orang dewasa,” jelasnya.
Pengungsi Disediakan Tenda dan Bantuan
Menyikapi kondisi darurat ini, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) telah mendirikan tenda pengungsian untuk sebagian warga. Sementara itu, sebagian lainnya diungsikan ke masjid terdekat yang aman dari genangan air.
“Ya, untuk sementara kita koordinasi dengan BPBD, dengan Dinsos juga terkait masalah bantuan makanan dan minuman (untuk pengungsi). Terus persediaan matras juga,” kata Endang.
Pihak kelurahan juga masih terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di rumah yang terendam banjir. Evakuasi akan terus dilakukan demi keselamatan warga.
“Untuk sekarang makanya kita cek ini, masih ada nggak warga. Itu kemungkinan ada tuh. Nanti kita akan evakuasi,” tegasnya.
Banjir Siklus Lima Tahunan
Endang Kusnadi menyebutkan bahwa banjir di wilayah Bekasi Barat ini kerap terjadi setiap lima tahun sekali. Ia berharap cuaca segera membaik agar ketinggian air dapat segera surut.
“Ini siklus, sepertinya siklus 5 tahunan. (Surut) Tergantung kondisi. Pokoknya kalau dari hulunya sudah agak berkurang, otomatis di sini juga untuk apa namanya, genangan airnya juga akan berkurang. Jadi tergantung dari aliran Kali Cakung. Ini kiriman semua,” tutupnya.




