Teknologi

Kacamata Pintar Meta 2026 Hadir, Mulai Rp8,5 Juta

Realita Bengkulu – Meta resmi meluncurkan dua model kacamata pintar Meta terbaru yang mendukung lensa resep untuk pengguna mata minus pada Selasa, 31 April 2026. Perangkat wearable ini hadir sebagai langkah Meta mewujudkan visi kacamata pintar sebagai pengganti smartphone dengan harga mulai US$499 atau sekitar Rp8,5 juta.

Mark Zuckerberg, CEO Meta, dalam beberapa kesempatan menegaskan keyakinannya bahwa kacamata pintar akan banyak orang gunakan dalam beberapa tahun ke depan. Peluncuran model terbaru ini menandai komitmen serius perusahaan teknologi raksasa tersebut merebut pasar wearable device.

Meta menghadirkan inovasi ini dalam dua varian: Ray-Ban Meta Blayzer Optics (Gen 2) dan Ray-Ban Meta Scriber Optics (Gen 2). Kedua model dirancang khusus memenuhi kebutuhan mereka yang mengandalkan kacamata resep sepanjang hari.

Desain dan Spesifikasi Kacamata Pintar Meta

Varian Blayzer hadir dengan desain persegi panjang yang tersedia dalam dua ukuran: Standard dan Large. Desain ini cocok bagi pengguna yang menyukai tampilan klasik dan maskulin.

Sementara itu, model Scriber menawarkan bingkai yang lebih bulat, memberikan kesan modern dan unisex. Kedua model sama-sama mengutamakan kualitas optik tinggi.

“Hari ini, kami meluncurkan model kacamata Ray-Ban Meta terbaru yang mengutamakan kualitas optik dan mendukung hampir semua resep kacamata,” tulis Meta di laman resminya.

Menariknya, kacamata pintar Meta ini perusahaan lengkapi dengan engsel yang dapat diperpanjang. Fitur ini memastikan kenyamanan maksimal bagi berbagai bentuk wajah pengguna.

Selain itu, Meta menambahkan bantalan hidung yang dapat pengguna ganti sesuai kebutuhan. Ujung gagang kacamata juga ahli kacamata dapat sesuaikan, memastikan pas di telinga pengguna.

Namun, perlu pengguna catat bahwa lensa-lensa kacamata pintar Meta ini hanya dapat mengakomodasi power kombinasi hingga -6 atau +6. Batasan ini mungkin belum cocok bagi pengguna dengan minus atau plus mata yang lebih tinggi.

Fitur Canggih Meta AI yang Memukau

Meta mengintegrasikan sejumlah pembaruan perangkat lunak canggih ke dalam kacamata pintar terbarunya. Fitur pelacakan nutrisi menjadi salah satu inovasi paling menarik yang perusahaan tawarkan.

Caranya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu memberikan perintah suara atau mengambil foto cepat makanan yang mereka konsumsi. Meta AI kemudian akan mengekstrak detail nutrisi utama dan menambahkannya ke catatan makanan di aplikasi Meta AI.

Seiring waktu, catatan makanan ini akan memberikan wawasan yang perusahaan personalisasi untuk setiap pengguna. Sistem ini membantu pengguna membuat pilihan yang lebih sehat dan lebih tepat.

Bahkan, pengguna dapat meminta rekomendasi langsung dari Meta AI. Pertanyaan seperti “Apa yang harus saya makan untuk meningkatkan energi saya?” akan Meta AI jawab berdasarkan pola makan pengguna sebelumnya.

Tidak hanya itu, Meta juga memperkenalkan fitur ringkasan dan riwayat WhatsApp tanpa perlu menyentuh perangkat. Fitur ini masuk ke dalam Program Akses Awal (EAP) dan sangat memudahkan pengguna yang aktif berkomunikasi.

Pengguna dapat bertanya, “Hey Meta, beritahu saya tentang pesan-pesan saya,” untuk mendapat ringkasan obrolan grup yang ringkas. Mereka juga bisa meminta detail spesifik seperti, “Apa yang Jamie sarankan untuk makan malam?”

Meta menegaskan bahwa sistem memproses interaksi ini di perangkat dan tetap privat dengan enkripsi ujung-ke-ujung. Jaminan privasi ini penting mengingat sensitifnya data percakapan WhatsApp pengguna.

Harga dan Ketersediaan di Pasaran

Meta membuka pre-order kacamata pintar Ray-Ban Meta Blayzer Optics (Gen 2) dan Ray-Ban Scriber Optics (Gen 2) di Amerika Serikat. Konsumen dapat memesan melalui Meta.com dan Ray-Ban.com dengan harga mulai US$499 atau sekitar Rp8,5 juta.

Kacamata pintar ini akan tersedia di toko-toko kacamata di AS mulai 14 April 2026. Meta juga berencana merilis produk ini di pasar internasional tertentu pada waktu yang sama.

Selain dua model baru khusus lensa resep, Meta juga menghadirkan pilihan warna dan lensa baru untuk bingkai Ray-Ban Meta dan Oakley Meta yang sudah ada sebelumnya. Langkah ini memperluas opsi bagi konsumen yang ingin menyesuaikan gaya personal mereka.

Fitur pelacakan nutrisi akan segera Meta hadirkan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di AS. Pengguna kacamata Ray-Ban Meta, Oakley Meta, dan kacamata Meta Ray-Ban Display dapat menikmati fitur ini pada musim panas 2026.

Sementara itu, fitur ringkasan WhatsApp akan tersedia di EAP bagi pengguna kacamata Ray-Ban Meta, Oakley Meta, dan Meta Ray-Ban Display dalam waktu dekat.

Visi Kacamata Pintar Sebagai Pengganti Smartphone

Kacamata pintar belakangan banyak pihak gadang-gadang bakal menjadi teknologi baru yang menggantikan sebagian besar fungsi smartphone. Prediksi ini bukan tanpa alasan mengingat kemampuan kacamata pintar yang terus perusahaan teknologi kembangkan.

Mark Zuckerberg dalam beberapa kesempatan menggaungkan peran kacamata pintar. Menurutnya, perangkat ini akan banyak orang gunakan dalam beberapa tahun ke depan sebagai alternatif utama smartphone.

Oleh karena itu, tak heran jika Meta saat ini semakin sering mengeluarkan lini kacamata pintar mereka. Investasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan menunjukkan keseriusan perusahaan meraih posisi dominan di pasar wearable device.

Dengan integrasi Meta AI yang semakin canggih, kacamata pintar Meta memang menawarkan pengalaman hands-free yang smartphone belum bisa sepenuhnya sediakan. Kemampuan melacak nutrisi, meringkas pesan, hingga menjawab pertanyaan hanya dengan perintah suara membuat kacamata ini lebih dari sekadar aksesori fashion.

Kombinasi antara kualitas optik tinggi, desain stylish Ray-Ban, dan kecerdasan buatan Meta AI menjadikan produk ini proposisi nilai yang menarik. Apalagi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan ekosistem Meta seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Peluncuran kacamata pintar Meta 2026 ini menandai babak baru dalam evolusi teknologi wearable. Dengan harga Rp8,5 juta, konsumen mendapat perangkat yang menggabungkan fungsi kacamata resep berkualitas tinggi dengan asisten AI canggih yang siap membantu aktivitas sehari-hari. Fitur-fitur inovatif seperti pelacakan nutrisi dan ringkasan WhatsApp membuktikan bahwa masa depan interaksi digital memang bergerak ke arah hands-free dan lebih natural.