Berita

Bupati Aceh Tamiang Minta Fatwa Menteri Soal Penanganan Kayu Gelondongan Pasca-Banjir

Banda Aceh – Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengajukan permohonan fatwa kepada pemerintah pusat terkait penanganan tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di wilayahnya. Kekhawatiran akan munculnya permasalahan hukum menjadi alasan utama permintaan tersebut.

Permohonan Fatwa ke Pemerintah Pusat

Permintaan ini disampaikan Armia Fahmi dalam forum Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang turut dihadiri oleh menteri-menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), serta kepala daerah lainnya. Rapat tersebut digelar di Banda Aceh pada Selasa, 30 Desember 2025.

Dalam laporannya, Armia Fahmi memaparkan bahwa 12 kecamatan dan 216 desa di Aceh Tamiang terdampak banjir bandang yang memberikan pukulan signifikan terhadap roda pemerintahan dan perekonomian daerah. Namun, ia memastikan bahwa upaya pemulihan terus berjalan.

“Alhamdulillah tadi pagi kemarin kami sudah melihat 80 persen untuk lumpur sudah bisa kami bersihkan di sekitar ibu kota kabupaten. Sisa 20 persen lagi karena itu masih ada beberapa parit yang masih padat oleh lumpur. Insyaallah ini bisa kami selesaikan dalam waktu dua hari,” ujar Armia Fahmi.

Nasib Kayu Gelondongan Menjadi Sorotan

Selanjutnya, Bupati Armia Fahmi mengungkit persoalan tumpukan kayu gelondongan yang merupakan sisa dari banjir bandang. Pihaknya telah memindahkan material kayu tersebut ke tepi sungai.

“Sekarang ini kayu atau balok-balok yang besar-besar sudah kami singkirkan, kami tumpuk di pinggir sungai. Kami nanti mohon fatwa dari Menteri Kehutanan, mau diapakan kayu ini, apakah diserahkan kepada kami untuk kami jadikan papan atau balok atau kusen, sehingga ada fatwa yang kuat atau dasar hukum yang kuat untuk kami melakukan hal tersebut,” jelasnya.

Armia Fahmi menekankan pentingnya kejelasan hukum dalam penanganan ini. “Ini perlu ada penegasan. Jangan sampai kami di kemudian hari kami dipanggil-panggil lagi sama APH, karena ini memang suatu bentuk komitmen kami untuk bisa membantu masyarakat Aceh Tamiang,” imbuhnya.