Berita

Dosen UIM Akui Ludahi Kasir Swalayan di Makassar, Sebut Reaksi Manusiawi

Seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) berinisial AS (47) mengakui perbuatannya meludahi seorang kasir berinisial N (21) di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa yang terekam kamera dan viral di media sosial itu disebut AS sebagai reaksi yang ‘manusiawi’ akibat kekesalan.

Reaksi Akibat Perintah Kembali Mengantre

AS mengaku kemarahannya memuncak ketika ia diminta kembali mengantre di barisan belakang oleh staf swalayan tersebut. Ia mengklaim tidak berniat menyerobot antrean, melainkan hanya berpindah ke meja kasir yang saat itu dalam kondisi kosong.

“Mulai di dadaku itu agak lain-lain (emosi). Karena disuruh begitu (bergeser ke kasir lain). Dalam hatiku, ini anak apa maunya saya dikasih begitu. Saya ini orang tua, sudah putih rambutku,” ujar AS, menirukan perkataannya saat itu.

Ia menambahkan, “Saya sadar itu (tindakan meludah) memang tidak benar kalau begitu sama orang. Tapi, itu sangat manusiawi kalau dikasih jengkel dan bereaksi.”

Klaim Ludah Kena Pakaian, Bukan Muka

Lebih lanjut, AS membantah tudingan bahwa ia meludahi muka kasir tersebut. Ia mengklaim ludahnya hanya mengenai pakaian kasir.

“Itu juga ndak benar kalau dibilang kuludahi mukanya. Tidak. Jadi kayak mappora (meludah) itu. Mungkin ada ke atas (sampai kena muka), tapi yang sempat saya lihat di (pakaian) bagian perut,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial mengenai etika dan kesabaran dalam berinteraksi di ruang publik.