Teknologi

Drone Bayraktar TB3 Italia Bergabung di Kapal Cavour

Realita BengkuluAngkatan Laut Italia secara resmi memilih drone Bayraktar TB3 buatan Turki untuk beroperasi di atas Kapal Induk Cavour (C 550). Laksamana Enrico Credendino Berutti Bergotto, Kepala Staf Angkatan Laut Italia, mengumumkan keputusan ini pada akhir Maret 2026 dalam Sidang Parlemen Italia.

TRT World melaporkan bahwa Roma tengah memajukan rencana akuisisi kendaraan udara tempur tanpa awak (UCAV) Bayraktar TB3 ini. Keputusan strategis ini menandai perluasan signifikan kemampuan tanpa awak armada laut Italia.

Produsen Turki, Baykar, mengembangkan sistem drone canggih yang dapat beroperasi langsung dari dek kapal induk. Langkah Italia membeli drone Bayraktar TB3 menempatkan negara ini sebagai operator TB3 pertama di Eropa, di luar Turki.

Kapabilitas Drone Bayraktar TB3 untuk Misi Angkatan Laut

Baykar merancang TB3 khusus untuk operasi angkatan laut dengan kemampuan lepas landas dan mendarat di kapal induk. Sistem ini memungkinkan Angkatan Laut Italia melakukan misi pengawasan maritim dan serangan presisi di laut Mediterania.

Tidak hanya itu, TB3 merupakan evolusi dari Bayraktar TB2 yang telah membuktikan performanya di berbagai zona konflik global. TB2 sendiri sudah 30 negara ekspor, menjadikannya salah satu drone paling laris di pasar internasional.

Menariknya, TB3 membawa peningkatan signifikan dari pendahulunya. Drone ini memiliki kemampuan operasional yang lebih luas untuk misi maritim jarak jauh, sistem avionik canggih, dan payload yang lebih besar untuk misi surveillance maupun combat.

Italia Jadi Negara Eropa Pertama Operator TB3

Keputusan Italia mengakuisisi Bayraktar TB3 mencerminkan tren permintaan sistem tanpa awak yang terbukti dalam pertempuran. Selain itu, langkah ini menggarisbawahi meningkatnya permintaan di seluruh benua Eropa untuk teknologi drone canggih.

Di sisi lain, keputusan ini juga menyoroti pengaruh Turki yang semakin besar dalam teknologi pertahanan canggih. Baykar telah muncul sebagai pemimpin global di sektor drone, bersaing dengan produsen dari Amerika Serikat, Israel, dan China.

Faktanya, Italia bukanlah satu-satunya negara Eropa yang melirik teknologi drone Turki. Namun, Roma menjadi yang pertama berani mengambil langkah konkret untuk mengintegrasikan TB3 ke dalam armada angkatan lautnya.

Kemitraan Strategis Baykar dan Leonardo

Marina Militare (Angkatan Laut Italia) mengonfirmasi bahwa akuisisi drone Bayraktar TB3 akan berjalan melalui kemitraan strategis antara Baykar dan Leonardo. Leonardo merupakan raksasa pertahanan Italia yang memiliki pengalaman panjang dalam industri dirgantara dan pertahanan.

Kolaborasi antara Baykar dan Leonardo mencerminkan semakin dalamnya kerja sama industri antara Ankara dan Roma. Kedua perusahaan akan bekerja sama dalam aspek integrasi sistem, pelatihan personel, dan transfer teknologi.

Selain itu, kemitraan ini membuka peluang kerja sama lebih luas di masa depan. Leonardo memiliki keahlian dalam sistem senjata dan avionik, sementara Baykar unggul dalam teknologi drone dan sistem otonomous.

Integrasi dengan Kapal Induk Cavour

Kapal Induk Cavour (C 550) merupakan flagship Angkatan Laut Italia yang memiliki deck khusus untuk operasi pesawat tempur dan helikopter. Namun, integrasi drone Bayraktar TB3 memerlukan modifikasi dan adaptasi sistem kapal.

Oleh karena itu, tim teknis dari Baykar, Leonardo, dan Marina Militare akan berkolaborasi dalam proses integrasi. Mereka akan memastikan sistem komunikasi, navigasi, dan kontrol TB3 kompatibel dengan infrastruktur Cavour.

Kemudian, pilot dan kru ground control akan menjalani program pelatihan intensif. Baykar akan mengirim instruktur berpengalaman untuk memastikan personel Italia mahir mengoperasikan TB3 dalam berbagai kondisi operasional.

Dampak Strategis bagi Pertahanan Eropa

Keputusan Italia mengadopsi teknologi drone Turki mengirimkan sinyal kuat kepada negara-negara NATO dan Uni Eropa lainnya. Akibatnya, kemungkinan besar akan ada negara Eropa lain yang mengikuti jejak Roma dalam beberapa tahun ke depan.

Lebih dari itu, langkah ini menunjukkan bahwa negara-negara Eropa mulai terbuka terhadap diversifikasi sumber teknologi pertahanan. Mereka tidak lagi bergantung penuh pada produsen dari Amerika Serikat atau sesama negara Eropa Barat.

Pada akhirnya, akuisisi Bayraktar TB3 oleh Italia merepresentasikan pergeseran dinamika industri pertahanan global. Turki berhasil memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam teknologi drone yang combat-proven dan cost-effective.

Angkatan Laut Italia menargetkan operasional penuh drone Bayraktar TB3 di Kapal Induk Cavour pada paruh kedua 2026. Dengan kapabilitas surveillance dan strike yang mumpuni, TB3 akan memperkuat postur pertahanan maritim Italia di Laut Mediterania dan wilayah operasional lainnya.