Realita Bengkulu – Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ambon resmi menjalin kerja sama dengan SMK Negeri 3 Ambon untuk memperkuat edukasi perikanan bagi siswa. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama berlangsung di sekolah tersebut pada Senin, 30 Maret 2026.
Kolaborasi strategis ini bertujuan meningkatkan kompetensi generasi muda di bidang kelautan dan perikanan. Kepala BPPP KKP Ambon, Abubakar, langsung menandatangani perjanjian bersama Kepala SMK Negeri 3 Ambon, Nurfiah Sopaheluwakan, disaksikan Direktur CV. Cimetris Einirge Hadi Purwanto dan Pengawas Pembina SMK Negeri 3 Ambon Paulus Lewerissa.
Langkah ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan industri perikanan akan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing. Melalui program ini, dunia pendidikan vokasi makin dekat dengan realitas lapangan.
Program Pelatihan Komprehensif untuk Siswa SMK
Melalui kerja sama ini, siswa SMK Negeri 3 Ambon akan mendapatkan rangkaian pelatihan teknis yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup budidaya perikanan modern, teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan, serta pengolahan hasil perikanan bernilai tambah.
Tidak hanya itu, para siswa juga akan mempelajari aspek bisnis perikanan secara mendalam. Mereka mendapat bekal materi manajemen usaha perikanan, kewirausahaan di sektor kelautan, serta penerapan standar mutu dan keamanan pangan hasil perikanan.
Pendekatan pelatihan yang BPPP Ambon tawarkan menggabungkan teori dengan praktik lapangan. Abubakar menegaskan, edukasi perikanan yang efektif harus relevan dengan kondisi industri saat ini.
“Kerja sama ini mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri perikanan. Edukasi yang kami berikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik yang relevan dengan kondisi lapangan,” ujar Abubakar.
Mencetak SDM Perikanan Siap Kerja dan Adaptif
Kepala BPPP KKP Ambon menambahkan pentingnya edukasi terkait prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Siswa akan mempelajari konservasi sumber daya kelautan dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yang berdampak pada sektor perikanan.
Pendekatan pelatihan berbasis kompetensi menjadi kunci program ini. Dengan metode tersebut, BPPP Ambon menargetkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi perikanan modern.
Di era digitalisasi dan perubahan iklim global, pelaku usaha perikanan perlu memiliki kemampuan beradaptasi cepat. Oleh karena itu, kurikulum pelatihan dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis sekaligus mindset inovatif.
Selain itu, materi kewirausahaan perikanan akan membantu siswa memahami peluang bisnis di sektor kelautan. Mereka bisa menjadi pelaku usaha mandiri atau bergabung dengan industri perikanan sebagai tenaga profesional.
Kolaborasi Sekolah dan Industri Perikanan yang Strategis
Kerja sama antara BPPP Ambon dan SMK Negeri 3 Ambon merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan vokasi di Maluku. Kolaborasi ini menjembatani kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil industri perikanan.
Faktanya, banyak lulusan SMK yang belum memiliki kompetensi praktis saat memasuki dunia kerja. Program edukasi perikanan ini hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan pengalaman langsung dari praktisi.
Abubakar menekankan bahwa kolaborasi seperti ini perlu terus diperluas ke sekolah-sekolah vokasi lainnya. Dengan demikian, generasi muda Indonesia bisa lebih siap mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan negara.
Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dan kekayaan perikanan melimpah. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan SDM kompeten. Melalui program seperti ini, potensi besar tersebut bisa terkelola dengan lebih baik.
Respons Positif dari SMK Negeri 3 Ambon
Nurfiah Sopaheluwakan menyambut baik kerja sama ini sebagai peluang besar bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja. Kepala SMK Negeri 3 Ambon ini mengapresiasi dukungan penuh dari BPPP Ambon.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BPPP Ambon. Ini kesempatan bagi siswa kami untuk belajar langsung dari praktisi,” kata Nurfiah.
Pihak sekolah berkomitmen penuh mendukung kelancaran program pelatihan. SMK Negeri 3 Ambon akan memfasilitasi siswa yang mengikuti program dengan menyesuaikan jadwal dan menyediakan sarana pendukung.
Nurfiah berharap kerja sama ini bisa berlangsung jangka panjang dan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas lulusan. Dengan bekal kompetensi yang mumpuni, alumni SMK Negeri 3 Ambon bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Maluku khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
Kolaborasi BPPP Ambon dan SMK Negeri 3 Ambon menjadi model pembelajaran vokasi yang mendekatkan siswa dengan industri. Program edukasi perikanan seperti ini perlu terus diperluas untuk mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap mengoptimalkan potensi maritim Indonesia.






