Edukasi

Mahasiswa Banda Aceh: 50 Ribu Kembali Kuliah Usai Lebaran 2026

Realita Bengkulu – Sekitar 50 ribu mahasiswa Banda Aceh memadati seluruh jalur masuk ibu kota Aceh pada Minggu hingga Senin (29-30 Maret 2026). Mereka kembali ke kampus setelah dua pekan merayakan Idulfitri 1447 H bersama keluarga di kampung halaman.

Puncak arus balik terjadi pada Minggu akhir pekan. Generasi muda terpelajar ini menargetkan pukul 08.00 WIB sudah berada di ruang kuliah untuk bersua kembali sambil halalbihalal bersama dosen dan teman-teman.

Farida Hanum, mahasiswi semester IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), memulai perjalanan dari Garot, Kabupaten Pidie sejak Minggu (29/3) subuh. Jarum jam menunjukkan pukul 05.19 WIB ketika alumni SMA Sukma Bangsa Pidie ini bergegas mempersiapkan barang bawaan.

Persiapan Pulang Mahasiswa Banda Aceh ke Kampus

Cuaca dingin nan sejuk terasa menusuk di pagi itu. Setelah menunaikan salat subuh, Farida langsung memeriksa perlengkapan yang sudah ia masukkan ke tas punggung dan tas laptop sejak malam sebelumnya.

“Rindu di rumah menemani orangtua dan canda ria sesama saudara telah terobati. Nikmatnya berbuka puasa, asyiknya tarawih bersama dan enaknya makan sahur menu masakan ibu juga telah lega sekilas waktu,” kata Farida sambil mengontrol oli sepeda motor Honda Scoopy miliknya.

Mahasiswi Jurusan Bahasa Indonesia ini memilih berangkat pagi untuk menghindari cuaca ekstrem. Terik matahari pada siang hari dan hujan di sore hari sering melanda jalur perjalanan. Ia menargetkan pukul 01.00 WIB sudah tiba di tempat kos kawasan Lingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Data Lengkap Mahasiswa di Banda Aceh 2026

Farida adalah satu di antara sekitar 50 ribu mahasiswa yang sedang menimba ilmu pada berbagai universitas negeri dan kampus swasta di Banda Aceh. Penelusuran Media Indonesia mencatat nama-nama perguruan tinggi yang menjadi tujuan pulang para mahasiswa.

Universitas-universitas tersebut meliputi Universitas Syiah Kuala (USK) dengan sekitar 35 ribu mahasiswa, UIN Ar-raniry, Poltekkes, Universitas Muhammadiah, Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Universitas Abulyatama, dan Universitas Iskandar Muda (UNIDA).

Pada akhir Ramadan dua pekan lalu, sekitar 50 ribu mahasiswa itu ramai-ramai mudik ke kampung halaman tempat mereka lahir (Woe U Gampoeng dalam bahasa Aceh). Sebagian besar pulang melepaskan rindu keluarga ke berbagai kabupaten, kota, dan pedalaman Aceh.

Namun, sebagian lagi mudik keluar daerah atau berbagai provinsi lain di Sumatra, Pulau Jawa, Papua, bahkan sampai ke luar negeri. Kini, mereka semua berbondong-bondong kembali untuk melanjutkan studi.

Jalur Arus Balik Mahasiswa ke Banda Aceh

Seluruh penjuru gerbang jalur memasuki Banda Aceh dan Aceh Besar mengalami kepadatan akibat lonjakan arus balik mahasiswa. Penelusuran Media Indonesia mencatat berbagai jalur yang ramai dilalui para mahasiswa.

Jalur darat Nasional Banda Aceh-Medan menjadi rute utama bagi mahasiswa dari wilayah timur dan selatan Aceh. Selain itu, jalur Banda Aceh-Barat Selatan juga cukup padat dilalui kendaraan bermotor.

Jalur laut Banda Aceh-Sabang, penyeberangan dari Pulau Simeulue dan Pulau Banyak turut mengalami peningkatan penumpang. Terakhir, gerbang penerbangan Bandara Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar mencatat lonjakan kedatangan penumpang muda.

Menariknya, cuaca sempat mengganggu perjalanan di beberapa titik. Hujan meliputi sepanjang jalur lintasan Kecamatan Mutiara Timur, Mutiara, Peukan Baro, Indrajaya, Pidie, Kota Sigli, Grong-Grong, dan Kecamatan Padang Tiji. Meski begitu, arus balik tetap berjalan lancar.

Pesan Wakil Rektor USK untuk Mahasiswa

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Profesor Mustanir, melalui Media Indonesia Minggu (29/3) mengingatkan para pemudik arus balik. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan dan menghindari persoalan buruk.

“Tingkatkan kewaspadaan dalam perjalanan. Ekstra hati-hati ketika berada di terminal, bandara dan pelabuhan. Terutama untuk mahasiswi,” tutur Mustanir yang juga pernah mengalami pengalaman pahit semasa remaja di kampung halaman Indrapuri kawasan pedalaman Aceh Besar.

Bagi mahasiswa yang masih dalam perjalanan, Profesor Mustanir menyarankan untuk tidak memburu waktu sehingga mengundang kecelakaan lalu lintas. Jika melihat atau mengalami perilaku kekerasan dan merasa tidak nyaman, mahasiswa bisa langsung melapor ke satgas hotline 0823 2000 293.

Lulusan Doktor Bidang Kimia Organik di Kyushu University Jepang ini juga berpesan kepada sekitar 35 ribu mahasiswa USK untuk bersungguh-sungguh di bangku kuliah. Ia meminta para mahasiswa menanggalkan semua kemalasan dan menyelami ilmu pengetahuan selagi masih muda.

Motivasi untuk Mahasiswa Banda Aceh

“Tidak ada masa paling indah, selain ketika ayah bunda menanggung putra-putrinya untuk menuntut ilmu pengetahuan,” ungkap Mustanir. Ia mengingatkan bahwa orangtua menaruh harapan besar pada keberhasilan anak-anaknya.

Sang Wakil Rektor menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa adalah harapan orangtua dan kebahagiaan keluarga. Sebaliknya, kegagalan bermodal kelalaian akan menjadi penyesalan yang tiada tara.

Farida Hanum dan puluhan ribu mahasiswa lainnya kini siap terbang tinggi kembali ke kampus untuk menggapai asa dan meraih cita-cita. Mereka bertekad menakhodai bahtera demi hari esok yang lebih indah, membuktikan bahwa masa kuliah adalah investasi terbaik untuk masa depan.