VILYUCHINSK, RUSIA – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Vilyuchinsk, Rusia, pada Kamis (22/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Detail Gempa
Menurut siaran pers BMKG yang diterima, pusat gempa terletak pada koordinat 51,79° Lintang Utara dan 158,552° Bujur Timur. Lokasi ini berjarak 128 kilometer di utara Vilyuchinsk, Rusia, dengan kedalaman gempa mencapai 52,2 kilometer.
Gempa yang terjadi ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. BMKG menjelaskan bahwa jenis gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench), dengan mekanisme patahan naik atau thrust fault.
Pernyataan BMKG
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa gempa yang berpusat di Rusia tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Indonesia. Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir Indonesia untuk tetap tenang.
“Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ujar Daryono dalam keterangannya.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan. Hingga pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, hasil monitoring menunjukkan belum ada aktivitas gempa lanjutan yang tercatat.
“BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media, dan masyarakat,” tambah Daryono.






