Realita Bengkulu – Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, menggelar halal bihalal pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Senin (30 Maret 2026). Kegiatan halal bihalal sekolah ini melibatkan sekitar 600 siswa serta 90 guru dan tenaga kependidikan.
Pihak sekolah mengombinasikan acara halal bihalal dengan upacara rutin Senin pagi. Seluruh warga sekolah berkumpul di selasar gedung utama untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan setelah merayakan hari kemenangan.
Antusiasme Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah
Sejak pagi, para siswa mulai memadati lingkungan sekolah dengan semangat. Ibtisam Lutfia, siswi kelas X SMA Sukma Bangsa Pidie, bahkan datang lebih awal untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
“Hari ini saya harus datang lebih awal. Soalnya pukul 07.30 upacara rutin sudah dimulai, lalu sekolah melanjutkannya dengan halal bihalal sambil bersalam-salaman,” ujar Ibtisam.
Tidak hanya Ibtisam, ratusan siswa lain juga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka ingin memanfaatkan momentum halal bihalal untuk bertemu kembali dengan teman-teman dan guru-guru tercinta setelah libur panjang.
Tradisi Tahunan Penuh Makna di Sukma Bangsa Pidie
Muchlisan Putra, Guru Bahasa Indonesia SMA Sukma Bangsa Pidie, menjelaskan bahwa kegiatan halal bihalal sekolah ini sudah menjadi tradisi tahunan. Pihak sekolah konsisten menggelar acara ini setiap usai libur Idulfitri.
“Ini lebaran penuh makna. Dalam upacara rutin setiap Senin pagi, sekolah mewarnainya dengan halal bihalal sehingga seluruh warga sekolah bisa melampiaskan rasa rindu dan mempererat kebersamaan dalam satu almamater,” ungkap Muchlisan.
Rangkaian acara berlangsung khidmat namun penuh keakraban. Sekolah membuka kegiatan dengan upacara bendera seperti biasa, kemudian guru dan siswa melanjutkannya dengan saling bersalaman sebagai wujud silaturahmi dan saling memaafkan.
Menariknya, kegiatan halal bihalal di Sekolah Sukma Bangsa Pidie bukan sekadar formalitas. Para siswa secara bergiliran menyalami dan mencium tangan guru sebagai bentuk penghormatan serta ungkapan saling memaafkan yang tulus.
Pesan Direktur: Pertahankan Nilai-Nilai Ramadan
Marthunis Bukhari, Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, menyampaikan sambutan yang menginspirasi seluruh peserta. Ia mengajak siswa dan tenaga pendidik untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai sarana memperkuat silaturahmi.
“Mari kita saling memaafkan di hari Fitri ini dan menjadikannya sebagai momentum mempererat persatuan serta silaturahmi,” kata Marthunis dalam sambutannya.
Lebih dari itu, Marthunis menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kedisiplinan, ibadah, dan akhlak. Menurutnya, nilai-nilai yang siswa latih selama bulan Ramadan harus tetap mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apa yang sekolah bangun selama siswa belajar di Sukma Bangsa harus mereka pertahankan, jangan sampai hilang begitu saja,” tegas Marthunis.
Pesan ini mendapat respons positif dari para siswa. Mereka menyadari bahwa Ramadan bukan hanya soal puasa dan ibadah, tetapi juga tentang pembentukan karakter yang harus berlanjut sepanjang tahun.
Halal Bihalal Sekolah sebagai Pendidikan Karakter
Salah seorang guru menyebutkan bahwa kegiatan halal bihalal memiliki dimensi lebih dalam. Acara ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian penting dari pendidikan karakter bagi siswa.
“Ini kegiatan rutin penuh makna. Bukan sekadar tradisi, tetapi juga edukasi untuk melestarikan nilai-nilai religius,” ujar guru tersebut.
Dengan demikian, halal bihalal di Sekolah Sukma Bangsa Pidie menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan bisa mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pendidikan formal. Sekolah tidak hanya mengajarkan mata pelajaran akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.
Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar tentang pentingnya saling memaafkan, menghormati guru, dan menjaga kebersamaan. Nilai-nilai ini akan mereka bawa hingga dewasa nanti.
Suasana Khidmat dan Penuh Keakraban
Kegiatan halal bihalal berlangsung dalam suasana khidmat namun tetap penuh keakraban. Setelah sambutan dari direktur sekolah, seluruh warga sekolah saling bersalaman.
Para siswa secara bergiliran mendatangi guru-guru mereka. Mereka menyalami dan mencium tangan para pendidik sebagai tanda hormat sekaligus ungkapan permintaan maaf atas kesalahan yang mungkin pernah mereka perbuat.
Tidak sedikit guru yang terlihat terharu menerima salam dari murid-murid mereka. Momen ini menjadi sangat emosional, terutama bagi guru-guru senior yang telah lama mengabdi di Sekolah Sukma Bangsa Pidie.
Acara halal bihalal sekolah ini menandai dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar di lingkungan Sekolah Sukma Bangsa Pidie setelah libur panjang Idul Fitri 2026. Siswa dan guru sama-sama siap memulai semester baru dengan semangat dan komitmen yang lebih kuat.
Tradisi halal bihalal seperti ini membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah juga menjadi ruang pembentukan karakter dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa.
Dengan tetap menjaga tradisi ini, Sekolah Sukma Bangsa Pidie menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan jiwa sosial yang tinggi. Semoga tradisi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.






