Selebriti

Inara Rusli Hadapi ‘Cancel Culture’ Usai Pilih Bertahan dengan Suami Wardatina Mawa

Jakarta – Inara Rusli kini menghadapi gelombang seruan cancel culture dari publik setelah memilih mempertahankan pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi, yang diketahui masih berstatus suami Wardatina Mawa. Isu sebagai orang ketiga hingga kesediaannya menjadi istri kedua memicu reaksi negatif tersebut.

Meskipun demikian, Inara Rusli menyatakan tidak gentar. Baginya, opini publik bukanlah tolok ukur utama dalam menjalani hidup. “Sebenarnya gini aja, dalam hidup itu kalau kita tolak ukurnya sama opini publik, pendapat orang, pendapat keluarga, itu nggak akan ada habisnya ya. Kayak kita hidup terombang-ambing ya sama pendapat orang gitu ya,” kata Inara Rusli saat ditemui di Bareskrim Polri, Kamis (8/1/2026).

Ibu tiga anak itu menegaskan keputusannya untuk bertahan dalam pernikahan siri dengan Insanul Fahmi didasarkan pada prinsip agama. Ia mengutip syariat Islam yang menurutnya harus ditaati, terutama dalam hal rumah tangga, di mana suami adalah imam yang harus ditaati oleh istri.

Sementara itu, Mawa, istri sah Insanul Fahmi, merasa dikhianati karena tidak mengetahui adanya pernikahan antara suaminya dan Inara Rusli.

Menanggapi berbagai komentar miring dari netizen, Inara Rusli merasa nilai dirinya tidak ditentukan oleh komentar di media sosial. “Apa yang orang lain katakan terhadap saya itu kan penilaiannya mereka, bukan berarti menentukan value saya. Lagipula kalau memang saya berniat untuk menjadi pilihan kedua setiap orang, ya sudah sedari dululah saya ngartis. Capek ngartis,” ungkapnya.

Meski kariernya di dunia hiburan terancam meredup akibat perubahan penilaian publik, mantan istri Virgoun itu mengaku lebih memilih ketenangan hidup daripada mengejar validasi publik. “Satu hal yang jelas penginnya semua berjalan secara damai ya. Penginnya hidup tenang-tenang saja. Penginnya berharapnya proses hukum ini bisa berjalan dengan lancar dan damai,” tegasnya.

Sebelumnya, Inara Rusli diketahui mencabut laporan terhadap Insanul Fahmi terkait dugaan penipuan.