Sepakbola

Italia Gagal Piala Dunia 2026 Meski Kuota Naik 48 Tim

Realita Bengkulu – Timnas Italia kembali gagal lolos Piala Dunia 2026, meski FIFA telah menambah kuota peserta menjadi 48 negara. Kegagalan ini menambah deret kekecewaan Gli Azzurri yang terakhir bermain di turnamen paling bergengsi dunia tersebut pada 2014.

Penambahan peserta dari 32 tim di Piala Dunia 2022 menjadi 48 tim rupanya belum cukup memberi Italia peluang untuk kembali ke panggung dunia. Azzurri harus kembali gigit jari setelah kalah dalam fase playoff.

Kegagalan beruntun ini mencatatkan rekor memalukan bagi negara empat kali juara dunia tersebut. Italia kini menjadi juara dunia pertama dalam sejarah yang absen tiga kali berturut-turut dari Piala Dunia.

Format Baru Piala Dunia 2026 dengan 48 Peserta

Piala Dunia 2026 menandai era baru kompetisi sepakbola tertinggi planet ini. FIFA memutuskan menambah jumlah peserta secara drastis dari format lama.

Turnamen bergengsi ini akan berlangsung di tiga negara sekaligus: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Perhelatan dengan skala lebih besar ini memberi lebih banyak negara kesempatan untuk tampil.

Namun, peluang tambahan tersebut ternyata tidak cukup membantu Italia. Gli Azzurri tetap gagal merebut salah satu dari 48 tiket yang tersedia.

Sejarah Kelam Italia Gagal Piala Dunia Tiga Kali Beruntun

Mimpi buruk Italia dimulai sejak Piala Dunia 2018. La Nazionale gagal lolos untuk pertama kalinya dalam 60 tahun setelah harus puas menjadi runner-up di fase grup kualifikasi.

Selanjutnya, Italia kembali absen dari Piala Dunia 2022 di Qatar. Padahal, saat itu Azzurri baru saja menjuarai Euro 2020 (digelar 2021) dengan performa memukau di seluruh Eropa.

Kini, kegagalan ketiga berturut-turut terjadi. Italia terakhir kali bermain di Piala Dunia pada edisi 2014 di Brasil, di mana mereka tersingkir di babak penyisihan grup.

Lebih dari satu dekade tanpa tampil di Piala Dunia menjadi masa kelam bagi negara yang pernah mengangkat trofi Jules Rimet sebanyak empat kali (1934, 1938, 1982, 2006).

Peluang Lebih Besar dari UEFA Tetap Tidak Cukup

UEFA sebagai konfederasi Eropa mendapat jatah lebih besar untuk Piala Dunia 2026. Federasi sepakbola Eropa ini memperoleh 16 tiket, naik dari jumlah sebelumnya.

Jatah tersebut lebih banyak dua slot dibanding Piala Dunia 2018. Bahkan, kuota ini lebih banyak tiga jatah dibanding Piala Dunia 2022 kemarin.

Meski begitu, Italia tetap tidak mampu memanfaatkan peluang emas tersebut. Azzurri hanya mampu finis sebagai runner-up di fase grup kualifikasi.

Akibatnya, Italia harus menempuh jalur playoff yang lebih berat. Sayangnya, tim berjuluk Gli Azzurri ini kalah dalam pertandingan krusial tersebut.

Drama Adu Penalti Kontra Bosnia Mengubur Mimpi Italia

Pertandingan playoff Italia berakhir dramatis. La Nazionale harus bertemu Bosnia Herzegovina dalam laga yang menentukan nasib mereka.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir dengan adu penalti. Dalam drama 12 pas tersebut, Italia harus mengakui keunggulan Bosnia.

Kekalahan tersebut langsung mengubur harapan Italia untuk tampil di Amerika Utara tahun 2026. Seluruh pemain dan ofisial Italia tertunduk lesu setelah peluit akhir berbunyi.

Gennaro Gattuso, salah satu sosok penting dalam tim Italia, sempat memberikan pernyataan emosional pasca pertandingan. Kekecewaan mendalam tergambar jelas dari kata-kata mantan pemain AC Milan tersebut.

Rekor Memalukan Juara Dunia Pertama yang Absen Tiga Kali

Kegagalan beruntun ini mencatatkan statistik yang tidak pernah dibayangkan penggemar sepakbola Italia. Negara dengan tradisi sepakbola kuat ini kini memegang rekor yang sangat memalukan.

Italia menjadi juara dunia pertama dalam sejarah yang gagal tampil di Piala Dunia sebanyak tiga kali berturut-turut. Rekor ini belum pernah terjadi pada negara-negara juara dunia lainnya seperti Brasil, Jerman, Argentina, atau Prancis.

Bahkan, Inggris yang sering dianggap underperform di turnamen besar tidak pernah absen tiga kali berturut-turut sejak mereka menjuarai Piala Dunia 1966.

Fakta ini semakin menyakitkan mengingat Italia pernah menjadi kekuatan dominan sepakbola dunia. Mereka sempat menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman dengan skuad penuh bintang.

Masa Depan Sepakbola Italia dalam Bahaya

Kegagalan lolos Piala Dunia 2026 membuat Italia semakin terpuruk dalam peta persaingan sepakbola dunia. Ketidakhadiran mereka di tiga edisi beruntun menandakan masalah struktural yang lebih dalam.

Banyak pengamat sepakbola menilai sistem pembinaan pemain muda Italia mengalami kemunduran. Regenerasi yang tidak berjalan baik membuat Azzurri kesulitan menemukan pemain berkualitas.

Selain itu, liga domestik Serie A juga kehilangan daya tariknya dibanding dekade lalu. Kompetisi yang dulunya menjadi rumah bintang-bintang dunia kini kalah populer dari Liga Inggris, Spanyol, dan Jerman.

Federasi sepakbola Italia (FIGC) perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka harus mencari solusi jangka panjang agar Gli Azzurri bisa kembali ke jalur yang benar.

Tanpa tindakan konkret, Italia berisiko semakin tertinggal dari negara-negara sepakbola lain. Generasi muda Italia butuh sistem yang lebih baik untuk mengembangkan bakat mereka.

Kegagalan lolos Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi titik balik bagi sepakbola Italia. Azzurri harus bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih layak disebut sebagai salah satu kekuatan sepakbola dunia. Namun, jalan menuju kebangkitan tersebut tampak masih sangat panjang dan berliku bagi tim berjuluk Gli Azzurri ini.