Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama menggelar acara ‘Indonesian Cultural Outlook 2026’ di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kompleks Kemenbud, Jakarta. Forum strategis ini mempertemukan pimpinan Kemenbud dengan para Duta Besar negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, serta kementerian dan lembaga terkait.
Budaya Sebagai Pilar Pertahanan di Era Konflik
Mengusung tema ‘Living Heritage, Shared Future’, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa acara ini dilatarbelakangi oleh maraknya era yang penuh konflik, krisis iklim, dan disrupsi teknologi. Ia menilai budaya merupakan pilar pertahanan yang dapat memperkuat komunitas dunia.
“Budaya merupakan unsur perekat dalam mencegah polarisasi, memelihara dialog, dan membangun rasa kebersamaan antarnegara,” ujar Fadli melalui keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Fadli menambahkan, semangat ini terinspirasi dari penegasan kembali UNESCO Mondiacult Oktober lalu yang menyatakan kebudayaan sebagai hak asasi manusia penting bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. “Semangat tersebut menginspirasi kami untuk mempresentasikan arah kebudayaan Indonesia, sehingga kebudayaan dapat memperluas kontribusi Indonesia di tengah peradaban dunia sebagaimana mandat Undang-Undang Dasar 1945,” terangnya.
Lima Pilar Arah Kebijakan Kemenbud 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan lima pilar yang menjadi arah nasional Kemenbud:
- Fondasi peradaban berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.
- Tata kelola budaya yang terintegrasi, berbasis digital dan data.
- Ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis.
- Perkuatan pelindungan warisan budaya yang dinamis dan tangguh.
- Pemajuan transformasi digital dan diplomasi budaya global.
“Pencapaian Kementerian Kebudayaan di tahun 2025 memberikan sebuah garis dasar yang jelas. Di tahun 2026 ini, kami berupaya untuk mengubah capaian tersebut menjadi arah nasional di bawah lima pilar. Dari pilar-pilar tersebut, kita bisa melihat bagaimana kebijakan budaya menjadi instrumen penyampaian prioritas nasional yang terukur, praktis, dan selaras dengan agenda pemerintah Indonesia,” jelas Fadli.
Rencana Aksi Budaya Satu Tahun ke Depan
Fadli memaparkan rencana aksi budaya Kemenbud selama satu tahun ke depan:
Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, Kerja Sama Budaya:
- Diplomasi budaya dan kerja sama dengan institusi budaya internasional.
- Repatriasi.
- Memperkuat kerja sama budaya regional dan lintas regional.
- Aktivasi pusat kebudayaan Indonesia dan memajukan promosi budaya.
Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi:
- Penguatan museum dan literasi sejarah.
- Gerakan Pangan Lokal Nusantara.
- Memperkuat advokasi dan memfasilitasi layanan publik bagi komunitas kepercayaan adat.
- Mempercepat transmisi nilai budaya dan keberlanjutan talenta.
Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan:
- Penguatan ekosistem budaya di bidang sastra, film, musik, seni pertunjukan, dan seni rupa.
- Mendorong film dan musik sebagai industri budaya strategis.
Kolaborasi Lintas Negara untuk Warisan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik kolaborasi dengan negara sahabat dan institusi budaya dalam pengamanan, peningkatan kapasitas, dan digitalisasi warisan budaya, serta pemberdayaan komunitas tradisional. Kemenbud juga terbuka untuk kolaborasi dalam penelitian dan program museum, situs warisan budaya, dan konservasi koleksi.
“Jika kita semua menyelaraskan sumber daya, keahlian, dan jaringan, maka akan tercipta warisan budaya yang lebih tangguh, komunitas yang lebih berdaya, industri budaya yang lebih kompetitif, serta kehadiran budaya Indonesia yang berkontribusi pada perdamaian dan pembangunan global,” tutup Fadli.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan DPR RI, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional Republik Indonesia, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), duta besar, diplomat, atase, perwakilan negara sahabat, serta perwakilan organisasi internasional. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan adalah Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Sekretaris Jenderal Bambang Wibawarta, serta jajaran pejabat Kemenbud lainnya.






