Realita Bengkulu – Binus University menggelar serangkaian konferensi internasional sepanjang 2026 untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk Korea. Inisiatif ini menjadi komitmen nyata universitas dalam mengembangkan talenta Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
Langkah strategis Binus ini lahir dari pemahaman mendalam bahwa forum internasional memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pertukaran gagasan, riset, dan pengalaman lintas negara menjadi kunci utama untuk memperkuat daya saing talenta di era kompetisi global yang semakin ketat.
Momentum kolaborasi internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan International Conference of Biospheric Harmony and Advanced Research (Icobar) 2026 pada Februari bekerja sama dengan Korean Institute of Information Technology. Konferensi tersebut menghadirkan ratusan riset global yang membahas isu teknologi, bisnis, tata kelola, serta keberlanjutan.
Sirkulasi Talenta Jadi Fokus Utama
Setelah Icobar, momentum berlanjut melalui diskusi publik yang menghadirkan akademisi Stanford University, Gi-Wook Shin, dalam forum hasil kerja sama Binus dengan Endgame yang dipandu Gita Wirjawan. Dalam kesempatan ini, topik brain circulation atau sirkulasi talenta menjadi sorotan utama sebagai pendekatan yang lebih konstruktif dibanding sekadar perpindahan tenaga terdidik ke luar negeri.
Juneman Abraham, Wakil Rektor Riset dan Transfer Teknologi Binus, menilai mobilitas talenta perlu dikelola sebagai bagian integral dari penguatan ekosistem nasional. Ia menekankan bahwa fenomena seperti “kabur aja dulu” bukan sekadar tren, melainkan refleksi kebutuhan akan ekosistem yang lebih mendukung.
“Yang perlu didorong bukan sekadar perpindahan talenta, tetapi brain circulation yang memberdayakan,” ujar Abraham. Konsep tersebut memungkinkan individu mengembangkan kapasitas di tingkat global tanpa kehilangan keterkaitan dan kontribusi terhadap negara asal.
Strategi Manajemen Talenta Asia Pasifik
Gi-Wook Shin memperkenalkan bukunya berjudul “The Four Talent Giants” yang mengulas strategi negara-negara Asia Pasifik dalam mengelola talenta di tengah kompetisi global. Karya akademik tersebut kemudian diserahkan kepada perpustakaan Binus sebagai bagian dari kontribusi penelitian lintas universitas.
Shin mengapresiasi komitmen Binus dalam membangun platform akademik yang relevan dan responsif. “Saya melihat adanya tekad untuk membangun platform akademik yang relevan. Kolaborasi dalam forum seperti ini penting untuk mendorong pertukaran gagasan dan mendukung generasi muda,” katanya.
Selain itu, kolaborasi dengan Endgame juga membawa nilai tambah signifikan untuk memperluas akses publik terhadap gagasan akademik. Managing Producer Endgame, Aulia Septiadi, menekankan pentingnya demokratisasi pengetahuan agar wawasan akademik dapat menjangkau masyarakat luas, bukan terbatas di kalangan akademis saja.
Agenda Internasional Binus Sepanjang 2026
Binus University merencanakan serangkaian acara internasional yang komprehensif untuk sepanjang tahun 2026. Ke depan, universitas akan melanjutkan agenda internasional melalui “We Are Student Conference” pada kuartal ketiga 2026, yang dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan riset dan solusi dari perspektif global.
Selain itu, pada akhir tahun Binus juga menyiapkan konferensi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi bersama pemerintah Indonesia dengan fokus pada penguatan kerja sama Indonesia-Korea. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan diversifikasi topik yang memastikan relevansi dengan berbagai sektor industri dan akademik.
Ekosistem Pendidikan Terintegrasi Secara Global
Melalui rangkaian kegiatan internasional ini, Binus University menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan dan riset yang terintegrasi secara global. Universitas secara aktif mendorong lahirnya talenta yang adaptif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional maupun percaturan internasional.
Pendekatan holistik Binus menunjukkan pemahaman bahwa talenta berkualitas membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran akademik. Mahasiswa perlu terekspos pada kolaborasi internasional, diskusi lintas budaya, dan pemahaman mendalam tentang dinamika global agar siap menatap masa depan yang kompleks.
Inisiatif Binus ini juga sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pusat talenta di kawasan Asia Tenggara. Dengan terus menyelenggarakan forum internasional berkualitas tinggi, universitas berkontribusi pada penciptaan ekosistem yang menarik bagi talenta lokal untuk terus berkembang tanpa harus meninggalkan negara asal.
Strategi brain circulation yang dipromosikan Binus menawarkan solusi alternatif yang lebih berkelanjutan dibanding migrasi talenta permanen. Pendekatan ini memungkinkan profesional Indonesia menimba pengalaman global sambil tetap mempertahankan hubungan produktif dengan negara asal, menciptakan sinergi yang menguntungkan bagi pembangunan nasional jangka panjang.






