Realita Bengkulu – Manchester City resmi menjadi juara Piala FA 2025/2026 setelah mengalahkan Crystal Palace dengan skor 3-1 di partai puncak yang digelar di Stadion Wembley, London, Sabtu (29/05/2026). Kemenangan ini mengukuhkan dominasi City di kancah sepak bola Inggris.
Laga Dramatis di Wembley
Pertandingan final Piala FA 2026 berlangsung sangat sengit dan dramatis. Crystal Palace, yang menjadi juara bertahan, tampil percaya diri dan berambisi mempertahankan gelar. Namun, skuat asuhan Pep Guardiola menunjukkan kualitas dan pengalaman yang lebih matang.
Babak pertama berlangsung imbang 0-0 dengan kedua tim saling menyerang. Namun, Manchester City akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-56 lewat gol Erling Haaland. Crystal Palace sempat menyamakan kedudukan di menit ke-68 melalui Jack Butland, sebelum City kembali unggul 2-1 berkat gol Bernardo Silva.
Kemenangan City dikunci di masa injury time oleh gol Rodri, memastikan mereka mengangkat trofi Piala FA untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Pemain Kunci City
Dalam laga final yang sengit ini, beberapa pemain Manchester City tampil sebagai pahlawan. Selain Haaland, Bernardo Silva, dan Rodri yang mencetak gol, kiper Edouard Mendy juga mencatat penampilan gemilang dengan beberapa penyelamatan penting.
Gelandang muda Kalvin Phillips juga menjadi motor serangan City sepanjang laga. Performa impresifnya membuktikan bahwa ia merupakan pemain kunci di lini tengah skuad asuhan Guardiola.
Trofi Ke-9 untuk City
Kemenangan Manchester City di Piala FA 2026 menjadi trofi ke-9 mereka di ajang ini sepanjang sejarah. Catatan impresif ini semakin mengukuhkan status The Citizens sebagai salah satu tim tersukses dalam kompetisi bergengsi ini.
Bagi Pep Guardiola, trofi ini menjadi tambahan koleksi gelarnya bersama Manchester City. Pelatih asal Spanyol itu kini telah mengantarkan klubnya meraih 4 gelar juara Piala FA dalam 6 musim terakhir.
Pandangan ke Depan
Selain Piala FA, Manchester City juga masih berjuang di Premier League dan Liga Champions. Dengan kemenangan ini, Guardiola dan anak asuhnya semakin termotivasi untuk mengejar gelar-gelar lainnya di sisa musim.
Sementara itu, Crystal Palace harus menelan pil pahit setelah gagal mempertahankan trofi Piala FA yang dimenangi musim lalu. Namun, penampilan impresif mereka di final dapat menjadi modal berharga untuk terus bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa musim depan.






