Teknologi

Sistem Kerja 40 Jam Terancam Punah oleh AI, Begini Prediksi Miliarder

Realita BengkuluSistem kerja yang kita kenal selama ini, 40 jam seminggu di kantor, ternyata berpotensi untuk musnah. Hal ini diprediksi oleh Mark Cuban, seorang miliarder sekaligus pengusaha teknologi Amerika Serikat. Menurut Cuban, perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) akan mengubah drastis cara kerja di masa mendatang.

Dalam wawancara di acara The Ellen DeGeneres Show pada 2026, Cuban meyakini jika 40 jam kerja dalam seminggu akan menjadi hal yang usang. Ia mengatakan, AI akan semakin mendominasi banyak aspek pekerjaan, mulai dari administrasi, analisis data, hingga pembuatan konten.

AI Gantikan Banyak Pekerjaan

Faktanya, banyak pekerjaan yang saat ini dikerjakan manusia telah mulai digantikan oleh AI. Sebuah studi dari McKinsey Global Institute pada 2025 memperkirakan, sekitar 375 juta pekerja di seluruh dunia harus beralih ke pekerjaan baru akibat otomatisasi pada 2030 mendatang.

Ternyata, kemajuan AI telah memengaruhi berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, hingga manufaktur. Menariknya, AI tidak hanya menggantikan pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif, tapi juga pekerjaan yang memerlukan keterampilan kognitif tinggi.

Masa Depan: Kolaborasi Manusia-Mesin

Jadi, apa yang akan terjadi dengan sistem kerja 40 jam seminggu di masa depan? Menurut Mark Cuban, manusia dan mesin AI akan saling bekerja sama dalam banyak pekerjaan. AI akan membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sementara manusia akan lebih fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan kreativitas dan pengambilan keputusan strategis.

Namun, perubahan ini tentunya tidak akan terjadi dalam sekejap. Oleh karena itu, Cuban menyarankan agar pekerja terus meningkatkan keterampilan dan fleksibilitas mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan begitu, manusia dan mesin AI dapat bekerja secara sinergi di masa depan.

Menyiapkan Diri untuk Masa Depan

Terlepas dari prediksi Cuban, satu hal yang pasti, sistem kerja tradisional 40 jam seminggu akan semakin tergantikan oleh teknologi. Untuk itu, pekerja harus mulai menyiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan adaptasi dan kreativitas.

Selain itu, Pemerintah dan perusahaan juga perlu berkolaborasi untuk merancang sistem kerja yang lebih fleksibel dan inovatif. Dengan begitu, transisi menuju era kolaborasi manusia-mesin dapat berjalan lebih mulus.