Berita

Menko PM Bentuk Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatera, Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Tanggap Darurat

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, telah membentuk sebuah Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana Sumatera. Pembentukan pokja ini melibatkan berbagai kementerian di bawah koordinasi Kemenko PMK dengan tujuan utama mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.

Fokus Pemulihan Ekonomi Sumatera

Cak Imin menyatakan bahwa pokja ini dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk memulihkan Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pascabencana. “Dalam konteks inilah kami bersama-sama Menteri Sosial, Menteri UMKM, Menteri P2MI, Menteri Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi akan bersama-sama mendorong semua program-program yang kita miliki agar Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh segera pulih dan bangkit secara ekonomi. Program dan langkah pemberdayaan pascabencana ini kita bentuk Pokja Pemberdayaan Pascabencana,” ujar Cak Imin di gedung Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Ia menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan langkah krusial setelah fase tanggap darurat berakhir. Pokja ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk kembali produktif secara ekonomi.

“Kita bertekad bahwa recovery, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-tanggap darurat dimulai dengan langkah-langkah pemberdayaan. Langkah-langkah pemberdayaan itu memulai agar masyarakat untuk terus produktif, baik dalam penghasilan pendapatan maupun inovasi, kreativitas untuk terus maju dan produktif dalam ekonominya,”

kata Cak Imin.

Mulai Beroperasi Sejak Desember 2025

Menurut Cak Imin, pokja ini telah aktif bekerja sejak 9 Desember 2025, bertepatan dengan selesainya status tanggap darurat di Sumatera Barat. Momen ini menandai dimulainya fase pemulihan dan rehabilitasi.

“Kita sudah mulai kerja pasca-tanggap darurat tanggal 9 Desember di Sumatera Barat. 9 Desember Sumatera Barat dinyatakan sebagai tanggap darurat sudah selesai sehingga memasuki recovery dan rehabilitasi,” jelasnya.

Pendataan dan Rehabilitasi Aset Masih Berlangsung

Saat ini, Pokja Pemberdayaan Pascabencana tengah fokus pada pendataan aset dan proses rehabilitasi. Cak Imin mengakui bahwa proses pendataan ini belum sepenuhnya rampung dan masih memerlukan dorongan lebih lanjut.

“Yang sudah kami lakukan sampai hari ini adalah pendataan-pendataan. Tentu pendataannya belum sempurna, masih banyak pendataan aset, recovery, rehabilitasi aset yang juga akan terus kita dorong melalui pemerintah daerah agar semakin produktif,” ungkapnya.