Berita

Mesin Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Pangkep, Tim SAR Juga Temukan Body Part Korban

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang melibatkan personel TNI AD berhasil menemukan mesin pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026). Penemuan ini menjadi titik penting dalam upaya pencarian pesawat yang dilaporkan hilang kontak.

Upaya Pencarian di Medan Ekstrem

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa personel TNI AD yang tergabung dalam tim SAR telah menelusuri kaki gunung sejak pagi hari. Mereka dihadapkan pada kondisi cuaca dan medan yang sangat ekstrem.

“Sejak pagi hari, operasi dilaksanakan di tengah kondisi angin kencang yang berkisar hingga 20-22 knot, visibilitas terbatas sampai 5 meter, kabut tebal yang turun sejak pukul 08.30 WITA, disertai hujan di siang hari,” kata Donny dalam siaran pers resmi, seperti dilansir Antara, Senin (19/1/2026).

Meskipun dihadapkan pada tantangan tersebut, personel TNI AD dari Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad tetap berjuang melewati medan yang curam dan cuaca buruk demi menemukan puing-puing pesawat.

Teknologi Canggih Mendukung Pencarian

Dalam operasi pencarian ini, personel TNI AD dibekali dengan berbagai teknologi canggih untuk memaksimalkan efektivitas pencarian.

“Kami mengerahkan drone, Night Vision Goggle (NVG), GPS, sistem komunikasi Starlink, radio taktis, kendaraan taktis, motor trail, hingga perlengkapan khusus seperti gergaji listrik dan alat mountaineering,” jelas Donny.

Penemuan Mesin dan Puing Pesawat

Pada pukul 08.37 Wita, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua bagian utama pesawat di sekitar lokasi. Personel segera memanfaatkan sistem komunikasi Starlink yang dibawa untuk mempercepat pelaporan dan koordinasi.

“Pencarian berlanjut hingga sore hari dengan ditemukannya mesin pesawat, berbagai serpihan penting, serta Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat pada pukul 19.04 Wita,” kata Donny.

Ditemukan Bagian Tubuh Korban

Selain menemukan mesin dan puing pesawat, petugas gabungan juga menemukan satu bagian tubuh korban berjenis kelamin laki-laki di dekat ekor pesawat.

“Evakuasi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dengan mengutamakan keselamatan personel, mengingat medan terjal dan kondisi cuaca yang terus berubah,” jelas Donny.

Donny menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman dan sesuai prosedur yang berlaku. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam melayani masyarakat melalui misi kemanusiaan dan operasi militer selain perang (OMSP).