Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan jaminan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyelesaikan pembangunan tanggul pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Pernyataan ini disampaikan Pramono sembari mengingatkan kembali ucapan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengenai potensi risiko jika tanggul tersebut mengalami kebocoran.
Penyelesaian Tanggul Pantai di Jakarta Utara
“Yang dulu sempat heboh ketika Pak Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas, maka sekarang ini kita menyelesaikan itu,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Petojo Utara, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/1/2026).
Pramono menjelaskan bahwa fokus Pemprov DKI saat ini adalah menyelesaikan pembangunan tanggul di wilayah Jakarta Utara. Langkah ini merupakan bagian integral dari proyek NCICD. Upaya ini dijalankan sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kelanjutan proyek Giant Sea Wall.
Peran Jakarta dalam Proyek Giant Sea Wall
Menurut Pramono, Jakarta awalnya mendapatkan porsi pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 12 kilometer. Namun, kini terdapat penambahan menjadi total 19 kilometer.
“Mau 12, mau 19, Jakarta akan mengerjakan. Tapi kapan dimulainya, kita menunggu arahan pemerintah pusat. Rencananya groundbreaking itu bulan September tahun ini,” ungkapnya.
Pramono menegaskan bahwa pengerjaan NCICD yang menjadi kewenangan Pemprov DKI akan dikebut. Ia juga menginformasikan bahwa tanggul di kawasan Ancol telah selesai dibangun.
Tanggul Pantai Bukan Sekadar Beton
“Alhamdulillah yang di ruas Ancol sudah kami selesaikan. Sekarang tinggal beautifikasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa tanggul pantai yang dibangun oleh Pemprov DKI tidak hanya berupa struktur beton semata. Ia menginstruksikan agar kawasan tanggul dilengkapi dengan ruang terbuka hijau dan taman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Jangan hanya berdiri tembok atau beton saja, tapi juga ada tamannya,” pungkasnya.






