Berita

Rekan Pramugari Kenang Olen: Sosok Sabar, Ceria, dan Motivator Ulung

Pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono, atau yang akrab disapa Olen (33), menjadi salah satu korban tewas dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Rekan kerja Olen mengenang sosoknya sebagai pribadi yang sabar, ramah, ceria, dan menjadi motivator bagi mereka.

“Mbak Florencia ini tuh sangat sabar ya kalau saya bilang tuh. Sangat ramah, ceria, iya. Sangat motivator buat kita,” ujar Firda (28), rekan kerja Olen, saat ditemui di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).

Firda mengaku telah mengenal Olen selama kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, Olen berperan sebagai instruktur dan rekan kerja yang mengajarkan banyak hal. “Kurang lebih sih sepuluh tahun (mengenal). Iya, iya. Kami diajar sama Mbak Olen, terbang sama Mbak Olen sebagai instruktur dan rekan kerja kurang lebih sepuluh tahun,” tuturnya.

Saat mendengar kabar jatuhnya pesawat yang ditumpangi Olen, Firda mengaku syok dan kaget. Ia sempat berharap keajaiban terjadi agar Olen dapat ditemukan dalam kondisi selamat. “Syok sih, kaget juga. Cuma kita masih berharap keajaiban saat itu waktu kejadiannya, semoga masih bisa dikasih keselamatan. Cuma ya Tuhan berkehendak lain. Tuhan lebih sayang sama Mbak Olen, jadi Mbak Olen dijemput dengan keadaan utuh, alhamdulillah ditemukan dengan cepat dan sekarang sudah dikembalikan ke rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dita (28), rekan kerja Olen lainnya, merasa bersyukur dapat memberikan penghormatan terakhir. Ia menyempatkan diri datang ke rumah duka sesaat setelah turun dari penerbangan. “Kemarin waktu dikabari Mbak Olennya ketemu, kita sih lagi kerja, lagi terbang sih. (Ini) dari bandara, Mbak, kita turun pulang dari terbang tadi langsung ke sini,” kata Dita.

Dita, yang telah lama mengenal Olen, mengenang sosoknya sebagai role model. Ia mengaku merasakan duka mendalam atas kepergian Olen. “Ya kami dari juniornya Mbak Florencia dari Wings Air. Dulu Mbak Florencia kan sempat jadi instruktur kami. Kita diajar safety dan lain-lain juga di Wings Air, makanya kita turut merasakan dukacita kehilangan yang sangat dalam gitu ,” ucapnya.

Ia menambahkan, Olen adalah sosok yang lemah lembut dalam memberikan arahan. “(Dia) kayak role model gitu buat kita. Kalau ngasih tahu juga sangat lemah lembut, nggak pernah marah-marah, jadi kitanya tuh jadi ngerasa tersentuh. Jadi pas dapat kabar seperti ini, kayak sangat kehilangan, kaget banget sih,” lanjutnya.

Dita berharap seluruh korban kecelakaan pesawat, baik kru maupun penumpang, segera ditemukan. Ia juga berpesan agar seluruh rekan di industri aviasi selalu menjaga keselamatan dalam bertugas. “Ya kita berharapnya semoga segera ditemukan, semoga keluarga-keluarganya juga diberi ketabahan semuanya. Semua pramugari, pramugara, atau teman-teman aviasi, safe flight semuanya,” tutupnya.