Realita Bengkulu – Pemerintah Kota Pasuruan terus mengupayakan revitalisasi Pasar Besar Pasuruan agar tampil lebih modern dan asri. Proyek pembenahan pusat perniagaan ini kini memasuki tahap krusial, menunggu persetujuan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kelanjutan pembangunan tahun 2026.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwi Jatmiko, melalui Kabid Pasar Slamet Riyadi menyampaikan bahwa pembenahan menyeluruh membutuhkan dana sangat besar. Kalkulasi teknis menunjukkan total kebutuhan mencapai lebih dari Rp 30 miliar.
Meski revitalisasi Pasar Besar Pasuruan telah dimulai sejak tahun lalu, sentuhan akhir yang signifikan masih sangat pemerintah kota butuhkan. Oleh karena itu, kelanjutan proyek bergantung sepenuhnya pada lampu hijau dari Pemprov Jatim.
Rincian Anggaran Revitalisasi Pasar Besar Pasuruan
Anggaran revitalisasi yang mencapai lebih dari Rp 30 miliar mencakup berbagai aspek pembenahan infrastruktur. Pertama, perbaikan akses jalan paving untuk memudahkan mobilitas pedagang dan pengunjung.
Kedua, optimalisasi bangunan kios di lantai dua agar lebih fungsional dan menarik. Ketiga, pembenahan sistem drainase untuk mengatasi masalah genangan air dan kebersihan lingkungan pasar.
Slamet Riyadi menjelaskan bahwa keterbatasan APBD kota membuat pemerintah daerah harus mencari sumber pendanaan alternatif. “Anggaran tersebut mencakup perbaikan akses jalan paving, optimalisasi bangunan kios di lantai dua, hingga pembenahan sistem drainase. Mengingat keterbatasan APBD kota, kami telah mengajukan usulan bantuan dana ke Pemprov Jatim sejak awal tahun ini,” ungkap Slamet.
Prioritas Dana Rp 1,2 Miliar untuk Tahun 2026
Pemkot Pasuruan menetapkan target kucuran dana sebesar Rp 1,2 miliar sebagai langkah prioritas tahun 2026. Dana ini akan pemerintah kota fokuskan pada dua titik krusial yang sangat mendesak untuk segera pemerintah selesaikan.
Pertama, pemasangan rolling door di kios pasar buah untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pedagang. Selain itu, rolling door akan memberikan tampilan visual yang lebih rapi dan modern bagi kawasan perdagangan buah.
Kedua, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi prioritas utama. Fasilitas ini sangat pemerintah butuhkan untuk menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan pasar secara keseluruhan.
IPAL: Solusi Pengelolaan Limbah yang Ramah Lingkungan
Keberadaan IPAL menjadi sangat mendesak untuk segera pemerintah wujudkan demi menjaga sanitasi lingkungan pasar. Selama ini, limbah domestik dari berbagai aktivitas di Pasar Besar langsung pedagang dan pengelola buang ke drainase tanpa proses penyaringan.
Faktanya, pembuangan limbah tanpa pengolahan dapat mencemari ekosistem perairan di sekitar pasar. Akibatnya, kualitas air menurun dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar.
IPAL akan berfungsi menyaring limbah domestik dari bakteri dan zat kimia berbahaya sebelum air buangan mengalir ke saluran drainase umum. Dengan demikian, air yang keluar dari instalasi pengolahan akan jauh lebih bersih dan aman bagi lingkungan.
Sistem pengolahan limbah modern ini akan memastikan bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Besar tidak lagi mencemari lingkungan sekitar. Menariknya, teknologi IPAL juga dapat mengurangi bau tidak sedap yang sering masyarakat keluhkan di area pasar tradisional.
Transformasi Pasar Besar Menuju Modern dan Higienis
Revitalisasi Pasar Besar Pasuruan bukan sekadar pembenahan fisik semata. Lebih dari itu, proyek ini bertujuan menghadirkan pusat perniagaan yang nyaman, bersih, dan memenuhi standar kesehatan modern.
Slamet Riyadi menegaskan harapan besar terhadap persetujuan usulan bantuan dana dari Pemprov Jatim. “Dengan adanya IPAL, air buangan akan jauh lebih bersih dan aman bagi lingkungan. Kami sangat berharap usulan ini segera pihak provinsi setujui agar wajah pasar semakin elok dan higienis bagi masyarakat,” terang Slamet.
Transformasi Pasar Besar akan memberikan dampak positif signifikan bagi pedagang dan pengunjung. Pedagang akan mendapatkan tempat berjualan yang lebih layak, sementara pembeli akan merasa lebih nyaman berbelanja di lingkungan yang bersih dan tertata rapi.
Namun, semua rencana ambisius ini bergantung pada keputusan Pemprov Jatim. Pemkot Pasuruan kini menunggu respons positif dari pemerintah provinsi untuk merealisasikan visi pasar modern yang ramah lingkungan.
Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat
Proyek revitalisasi ini akan membawa manfaat jangka panjang yang luas. Pertama, peningkatan kualitas sanitasi akan menjaga kesehatan pedagang dan pengunjung pasar. Lingkungan yang bersih mengurangi risiko penyebaran penyakit yang sering masyarakat kaitkan dengan pasar tradisional.
Kedua, fasilitas modern seperti rolling door dan sistem drainase yang baik akan meningkatkan daya tarik Pasar Besar. Hal ini dapat menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan omzet pedagang.
Ketiga, pengelolaan limbah yang baik melalui IPAL akan menjaga kelestarian lingkungan sekitar pasar. Ekosistem perairan akan terlindungi dari pencemaran, sehingga kualitas hidup masyarakat sekitar turut meningkat.
Ternyata, investasi revitalisasi pasar tradisional bukan hanya soal infrastruktur fisik. Lebih jauh, proyek ini merupakan investasi untuk kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi lokal.
Pemkot Pasuruan optimis bahwa dengan dukungan Pemprov Jatim, revitalisasi Pasar Besar akan segera selesai. Pasar tradisional yang modern, bersih, dan ramah lingkungan bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang akan segera masyarakat Pasuruan nikmati dalam waktu dekat.
Proyek revitalisasi Pasar Besar Pasuruan menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik. Dengan total kebutuhan dana lebih dari Rp 30 miliar dan target prioritas Rp 1,2 miliar untuk tahun 2026, transformasi pasar tradisional menjadi modern dan higienis kini tinggal menunggu keputusan final dari Pemprov Jatim.






