Jakarta – Seorang pengendara mobil berinisial BS melaporkan dugaan pemerasan oleh tukang tambal ban di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku diduga meminta tebusan untuk pelat nomor kendaraan yang hilang akibat banjir. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kelapa Gading telah menyita 50 pelat nomor dari lokasi tersebut.
Kronologi Penemuan Pelat Nomor
Kejadian bermula ketika BS menyadari pelat nomor mobilnya copot setelah mengantar pasangannya bekerja di tengah banjir besar yang melanda Kelapa Gading. Saat mencari pelat nomor tersebut, BS menemukan bahwa pelatnya telah ditemukan oleh seorang tukang tambal ban di area tersebut.
“Ketika pelapor datangi, tukang tambal tersebut meminta tebusan Rp 50 ribu untuk pelat mobilnya yang hilang,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra, merujuk pada laporan yang diterima kepolisian.
Menindaklanjuti laporan BS, Polsek Kelapa Gading segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. “Kami telah lakukan mediasi kedua belah pihak, dan sepakat orang tersebut tidak meminta uang sebagai imbalan untuk menebus pelat nomor mobil yang copot,” ujar Seto.
Tindakan Satpol PP dan Imbauan
Menanggapi laporan dan viralnya kasus ini di media sosial, Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading bergerak ke lapak tukang tambal ban tersebut. Kepala Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading, Budi Salamun, menjelaskan bahwa banyak kendaraan kehilangan pelat nomor akibat banjir.
“Akibat banjir, banyak kendaraan yang pelat nomornya jatuh dan diambil pengepul, dan saat pengambilan, dimintai biaya,” kata Budi di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Ia menambahkan bahwa tukang tambal ban tersebut diduga mengambil pelat nomor yang jatuh dan meminta biaya pengambilan.
Satpol PP berhasil mengamankan kurang lebih 50 pelat nomor kendaraan. Tukang tambal ban tersebut telah diberikan teguran dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya. “Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan bisa mengambilnya di Kantor Kecamatan Kelapa Gading tanpa dipungut biaya alias gratis,” ujar Budi.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana tukang tambal ban tersebut mengumpulkan puluhan pelat nomor kendaraan yang disita.






