Berita

Curah Hujan Tinggi di Jakarta, Pemprov DKI Genjot Operasi Modifikasi Cuaca

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa curah hujan yang melanda ibu kota belakangan ini tergolong sangat tinggi. Ia mencatat bahwa di wilayah Jakarta Utara, curah hujan bahkan mencapai 280 milimeter.

Curah Hujan Tertinggi Selama Menjabat

“Di Jakarta Utara ada delapan titik yang kami pantau, rata-rata curah hujan 260 mm, bahkan ada yang sampai 280 mm. Itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat Gubernur Jakarta,” ujar Pramono di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berupaya menangani dampak banjir yang timbul akibat tingginya curah hujan tersebut secara cepat. Sebagai langkah mitigasi, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah diintensifkan sejak 15 Januari dan akan berlangsung hingga 22 Januari.

Modifikasi Cuaca untuk Minimalisasi Dampak

“Kemarin OMC dilakukan sampai tiga kali penerbangan. Alhamdulillah, sekarang semua wilayah terdampak sudah tertangani,” jelasnya.

Meskipun curah hujan sangat tinggi, Pramono mengklaim bahwa banjir yang terjadi tidak sampai menimbulkan kerusakan besar. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan anggaran dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi fenomena cuaca ekstrem seperti ini.

“Jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan terus terang ada, apa istilahnya pergeseran BTT (belanja tidak terduga). Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pergeseran anggaran tersebut dilakukan karena adanya kendala birokrasi dalam proses perizinan OMC. “Karena dia nggak mau, karena takut-takut, kok ini jumlahnya menjadi besar, termasuk tiga kali yang kemarin, langsung kita pindahkan. Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai dengan setelah Imlek, bagi saya setiap hari saya kontrol sendiri,” imbuhnya.