Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Prioritas Keselamatan dan Kebutuhan Dasar
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu. “Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar jadi prioritas utama,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (20/1/2026). Ia menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penyaluran bantuan.
Dampak Banjir dan Respons Cepat
Bencana banjir di Kabupaten Serang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak 13 Januari 2026. Curah hujan tinggi memicu luapan sungai di sejumlah titik, merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, banjir ini berdampak pada 2.175 kepala keluarga atau 7.686 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan: Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, dan Mancak.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga harta benda, sementara yang lain mengungsi ke rumah sanak saudara di lokasi yang lebih aman. Penanganan bencana ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur, termasuk Dinas Sosial Provinsi Banten, Dinas Sosial Kabupaten Serang, BPBD, Dinas PUPR, TNI-Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa, didukung oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dapur Umum dan Bantuan Logistik
Sebagai bagian dari respons darurat, Dinas Sosial Kabupaten Serang bersama Tagana mendirikan dua dapur umum. Dapur Umum Ciruas beroperasi dari 13 hingga 15 Januari 2026, memproduksi sekitar 3.000 bungkus makanan per hari. Sementara itu, Dapur Umum Padarincang telah beroperasi sejak 9 Januari 2026 dengan produksi harian sekitar 1.100 bungkus makanan.
Selain dukungan dapur umum, Kemensos juga mengirimkan bantuan logistik dari Gudang Induk Kemensos di Bekasi, Jawa Barat, ke Dinas Sosial Kabupaten Serang pada hari Senin (19/1/2026). Bantuan tersebut mencakup 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, 300 lembar selimut, 300 lembar kasur, 300 paket kidsware, 300 paket family kit, dan 300 unit tenda gulung.






