Teknologi

Mac Pro Dihentikan Apple, Mac Studio Ambil Alih Posisi

Realita BengkuluApple mengumumkan penghentian produksi Mac Pro, perangkat kelas atas yang selama ini menjadi pilihan utama editor video, fotografer, dan profesional kreatif lainnya. Langkah ini ditandai dengan Apple menghapus Mac Pro yang dibanderol US$ 6.999 atau setara Rp 118,68 juta dari situs webnya pada Sabtu (28 Maret 2026).

Keputusan Apple ini menandai pergeseran strategi besar, yakni dari mesin modular berukuran raksasa beralih ke perangkat yang lebih ringkas namun tetap bertenaga. Posisi Mac Pro kini digantikan sepenuhnya oleh Mac Studio, yang secara performa sudah mampu menyamai bahkan melampaui pendahulunya.

Mengapa Mac Pro Akhirnya Pensiun Dini?

Mac Pro terakhir kali Apple perbarui pada 2023 dengan mengintegrasikan chip M2 Ultra. Namun seiring waktu, perangkat ini semakin ketinggalan zaman, terutama setelah Mac Studio melompat ke generasi M3 Ultra pada 2025.

Faktanya, penjualan Mac Pro di pasaran relatif kecil, sedangkan fungsinya semakin tumpang tindih dengan Mac Studio. Dalam beberapa minggu terakhir menjelang pengumuman resmi, stok Mac Pro mulai menghilang dari berbagai toko di seluruh dunia.

Mac Studio Sebagai Pengganti yang Lebih Efisien

Mac Studio memiliki ukuran yang jauh lebih kompak dibanding Mac Pro generasi terbaru. Meski lebih kecil, perangkat ini menawarkan performa yang tidak tertandingi untuk kebutuhan pekerjaan profesional berat seperti editing video 8K, rendering 3D, dan pemrosesan data dalam skala besar.

Selain itu, desain yang lebih ringkas membuat Mac Studio lebih mudah ditempatkan di ruang kerja manapun. Banyak profesional kreatif menemukan bahwa mereka tidak memerlukan ukuran jumbo Mac Pro lama untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan efisien menggunakan Mac Studio generasi terbaru.

Dampak pada Industri Manufaktur

Penghentian Mac Pro juga membawa konsekuensi pada aspek produksi global Apple. Selama bertahun-tahun, Mac Pro menjadi satu-satunya perangkat Apple yang Apple produksi di Amerika Serikat, menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap manufaktur lokal AS.

Alhasil, Apple mulai mengalihkan fokus manufaktur ke perangkat lain. Perusahaan berencana memproduksi Mac mini di Houston, Texas, pada akhir tahun 2026 ini, menandai perpindahan investasi manufaktur dari Mac Pro ke produk yang lebih populer di pasar konsumen.

Kritik dari Pengguna Profesional

Meski Mac Studio menawarkan performa superior, langkah Apple ini bukan tanpa kritik. Sebagian pengguna profesional mengkritik hilangnya fleksibilitas modular yang dulu menjadi keunggulan utama Mac Pro.

Kemampuan ekspansi untuk menambahkan kartu jaringan dan komponen tambahan lainnya menjadi fitur yang akan sangat dirindu oleh kalangan profesional tertentu. Bagi mereka yang membangun setup khusus dengan komponen custom, ukuran besar Mac Pro bukan kelemahan melainkan kebutuhan yang tidak bisa digantikan.

Rencana Pembaruan Mac Studio ke Depan

Apple tidak meninggalkan Mac Studio begitu saja dalam strategi produknya. Informasi terkini mengindikasikan bahwa Apple akan terus memperbarui Mac Studio dengan prosesor yang lebih cepat dan lebih powerful pada kuartal-kuartal mendatang di tahun 2026.

Dengan fokus penuh pada Mac Studio, Apple berharap dapat menyediakan solusi yang lebih efisien, terjangkau (dibanding Mac Pro), dan tetap mampu menangani beban kerja profesional kelas dunia. Pendekatan ini mencerminkan evolusi strategi Apple yang semakin mempertimbangkan keseimbangan antara performa, harga, dan kepraktisan dalam rangkaian produk mereka.

Keputusan penghentian Mac Pro menunjukkan bahwa Apple terus berinovasi dalam mengembangkan produk yang benar-benar dibutuhkan pasar, bukan hanya mengandalkan warisan produk lama. Dengan Mac Studio yang terus ditingkatkan, ekosistem komputer desktop Apple untuk profesional kreatif justru semakin kuat dan relevan di era digital modern.