Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, mendorong seluruh kepala daerah di Indonesia untuk secara aktif memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah masing-masing. Menurutnya, penguatan SDM merupakan kunci fundamental dalam mendukung kemajuan bangsa.
Pentingnya SDM Unggul
Tito Karnavian menyoroti bagaimana beberapa negara dengan sumber daya alam (SDA) terbatas mampu bersaing di kancah global berkat pemanfaatan SDM yang optimal. Singapura menjadi salah satu contoh negara yang berhasil menjadi maju berkat fokus pada pengembangan sumber daya manusianya.
Dalam konteks ini, Tito mengemukakan pengamatan Presiden RI Prabowo Subianto yang sejak lama prihatin terhadap paradoks negara dengan SDA melimpah namun masih bergulat dengan masalah kemiskinan. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Prabowo, pemerintah mengupayakan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Pahami betul bahwa beliau (Prabowo) membalik dari konsep demokrasi ekonomi kapitalisme liberal yang menyerahkan kepada mekanisme pasar, intervensi pemerintah minimal, dan kemudian membuat terjadi perbedaan kaya dan miskin, dibalik menjadi ekonomi sosialis kerakyatan,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (21/1/2026).
Program Pro-Rakyat untuk Kemajuan Daerah
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (20/1). Rakernas kali ini mengusung tema ‘Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera’.
Tito Karnavian menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menggagas sejumlah program prorakyat yang strategis. Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), swasembada pangan, dan inisiatif prorakyat lainnya. Ia berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan program-program ini secara maksimal untuk memajukan daerahnya masing-masing.
Optimisme Ekonomi Indonesia
Lebih lanjut, Tito Karnavian menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan bertransformasi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Keyakinan ini diperkuat oleh prediksi dari berbagai pengamat dan lembaga ekonomi internasional terkemuka, seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF), dan McKinsey.
Untuk mewujudkan lompatan ekonomi tersebut, daerah perlu didukung dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui sektor swasta. “Jangan pernah bermimpi untuk melompat (jika daerah hanya) mengandalkan APBD, apalagi melompat mengandalkan TKD, no way. Melompat itu akan kelihatan kalau swastanya hidup di daerah itu,” tegas Tito.
Strategi Daerah Mandiri
Tito menjelaskan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah agar tidak terlalu bergantung pada dana Transfer ke Daerah (TKD). Strategi tersebut mencakup:
- Efisiensi dan optimalisasi belanja daerah melalui percepatan realisasi APBD.
- Inovasi sumber PAD yang tidak memberatkan masyarakat.
- Memanfaatkan program strategis nasional sebagai peluang pertumbuhan daerah.
- Mendorong peran serta swasta melalui kemudahan perizinan.






