JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan berbagai bantuan untuk para korban bencana tanah longsor yang melanda Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyatakan, pihaknya akan memberikan santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat, serta bantuan perbaikan rumah yang rusak akibat longsor.
Dukungan Logistik dan Dapur Umum
Gus Ipul menjelaskan, setiap terjadi bencana, Kemensos bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan logistik. Selain itu, dapur umum juga akan didirikan di lokasi pengungsian.
“Setiap ada bencana, Kementerian Sosial bekerja sama dengan BNPB dan juga pemerintah daerah memberikan dukungan logistik untuk keperluan di pengungsian maupun juga pembuatan dapur umum,” ujar Gus Ipul di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan Kemensos bersifat bansos adaptif. “Yang penting kalau setiap ada bansos itu dua kita itu. Satu penyediaan tempat pengungsian dan yang kedua adalah penyelenggaraan dapur sambil memberikan dukungan logistik yang kita miliki,” jelasnya.
Santunan dan Perbaikan Rumah
Selain dukungan logistik, Kemensos juga akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia dan mengalami luka berat. Program perbaikan rumah yang rusak juga akan menjadi prioritas.
“Setelah itu ya seperti program-program berikutnya kita akan memberikan santunan kepada yang meninggal, juga kepada yang luka-luka berat gitu ya. Kemudian nanti ada dukungan-dukungan lain dari pemerintah ya bagaimana memperbaiki rumah yang rusak dan lain sebagainya,” ucap Gus Ipul.
Update Korban Longsor Cisarua
Berdasarkan laporan yang diterima, petugas evakuasi telah berhasil menemukan 11 jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 79 warga lainnya masih dilaporkan hilang.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra melaporkan, “Jadi sampai pagi hari ini, laporan yang kita terima itu ada 11 yang ditemukan, 23 selamat, dan 79 masih dicari.”
Tujuh jenazah dari total yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar. Proses identifikasi ini melibatkan tenaga medis, forensik, dan teknologi mutakhir untuk menjamin keakuratan serta aspek kemanusiaan.






