Realita Bengkulu – Kereta api resmi menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik Lebaran 2026. Menurut VP Corporate Communication KAI Anne Purba, hingga 28 Maret 2026 telah terjual 4.711.428 tiket dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk, mencapai 104,7 persen.
Lonjakan permintaan tiket kereta api menunjukkan kepercayaan publik terhadap transportasi darat ini. Masyarakat memilih kereta api karena menawarkan kepastian jadwal dan kenyamanan selama perjalanan, terutama di momen mudik yang ramai seperti ini.
Penjualan Tiket Kereta Api Melampaui Kapasitas
Data penjualan tiket kereta api mencerminkan antusiasme luar biasa dari calon penumpang. KAI Jarak Jauh mencatat 3.978.211 pelanggan atau 111,4 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Selain itu, KAI Lokal mencapai 733.217 pelanggan atau 79,1 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.
Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen bukan merupakan hal yang aneh dalam operasional kereta api jarak jauh. Anne Purba menjelaskan bahwa dalam satu perjalanan, penumpang naik dan turun di berbagai stasiun sehingga satu kursi dapat digunakan lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda.
Peningkatan Volume Penumpang Fase Arus Balik
Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat secara signifikan dan saat ini masih berada dalam fase arus balik. Data menunjukkan lonjakan dramatis dalam beberapa hari terakhir periode mudik 2026.
Pada 22 Maret, jumlah penumpang mencapai 242.810 orang atau 150,7 persen dari kapasitas. Kemudian meningkat pada 23 Maret menjadi 247.025 pelanggan atau 154,1 persen dari kapasitas. Akibatnya, infrastruktur KAI diuji secara maksimal untuk menampung arus mudik yang sangat padat.
Puncak Arus Balik Terjadi pada 24-25 Maret
Titik tertinggi volume penumpang kereta api mencapai momentum pada 24 Maret 2026 dengan 250.650 pelanggan sebesar 153,4 persen dari kapasitas. Data ini menunjukkan bahwa tengah periode mudik menjadi waktu paling ramai bagi transportasi kereta api.
Pada 25 Maret, volume tetap berada pada level tinggi dengan 230.784 pelanggan atau 141,2 persen dari kapasitas. Meski terjadi sedikit penurunan dibanding hari sebelumnya, angka ini masih menunjukkan beban operasional yang sangat berat bagi maskapai darat.
| Tanggal | Jumlah Penumpang | Persentase Kapasitas |
|---|---|---|
| 22 Maret 2026 | 242.810 orang | 150,7% |
| 23 Maret 2026 | 247.025 orang | 154,1% |
| 24 Maret 2026 | 250.650 orang | 153,4% |
| 25 Maret 2026 | 230.784 orang | 141,2% |
Status Pergerakan Penumpang hingga 28 Maret
Pada 28 Maret 2026, pergerakan penumpang kereta api masih berlangsung dengan momentum yang cukup tinggi. Sebanyak 196.615 penumpang KAI Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara 120,3 persen dan masih berpotensi bertambah seiring dengan kedatangan penumpang lainnya.
Akan tetapi, penting dicatat bahwa fase arus balik merupakan bagian integral dari perjalanan mudik saat ini. Masyarakat yang telah selesai merayakan Lebaran mulai kembali ke kota asal mereka, menyebabkan kereta api tetap penuh hingga akhir periode mudik.
Total Pelanggan KAI Selama Periode Mudik 2026
Sepanjang periode 11 hingga 27 Maret 2026, KAI telah melayani 3.944.437 pelanggan secara keseluruhan. Komposisi penumpang tersebut terdiri dari 3.299.836 penumpang KAI Jarak Jauh dan 644.601 penumpang KAI Lokal.
Kenaikan volume penumpang terjadi secara bertahap sejak awal periode mudik dan mencapai puncaknya pada masa arus balik. Tren ini menunjukkan bahwa perencanaan mudik masyarakat cukup tersebar, tidak hanya mengumpul di satu atau dua hari tertentu saja.
Alasan Masyarakat Memilih Kereta Api untuk Mudik
Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa kereta api dipilih oleh masyarakat karena memberikan kepastian jadwal serta kenyamanan selama perjalanan. Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat, menandakan bahwa kepercayaan publik terhadap transportasi darat ini sangat tinggi.
Tidak hanya itu, kereta api menawarkan keunggulan dalam hal keselamatan dan efisiensi perjalanan jarak jauh. Dibandingkan dengan transportasi lain, kereta api meminimalkan risiko kemacetan dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, terutama untuk mudik dengan anggota keluarga yang banyak.
Singkatnya, angka penjualan 4,7 juta tiket kereta api 2026 membuktikan bahwa transportasi darat menjadi andalan utama masyarakat Indonesia untuk pulang kampung saat Lebaran. Kepercayaan ini dibangun atas dasar kepastian jadwal, kenyamanan, dan keamanan yang KAI tawarkan kepada setiap penumpangnya.






