Realita Bengkulu – PT PLN (Persero) mencatat rekor tertinggi transaksi harian penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang masa pada Senin 23 Maret 2026, tepatnya H+2 Lebaran. Lonjakan dramatis ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, khususnya saat momentum mudik Lebaran tahun ini.
Data yang dirilis PLN menunjukkan capaian mengesankan dengan 18.088 transaksi pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt hour (kWh) pada hari tersebut. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2025), yang hanya mencatat 4.360 transaksi dan 103.010 kWh—terjadi peningkatan sebesar 4,15 kali lipat.
Rekor Transaksi SPKLU Pecah di Hari Puncak Mudik
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa ini mencerminkan strategi pengembangan infrastruktur SPKLU yang berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keandalan layanan. Beliau menyatakan bahwa lonjakan transaksi SPKLU pada H+2 Lebaran 2026 bukti nyata dari perencanaan matang yang telah PLN lakukan.
Faktanya, strategi pengembangan SPKLU PLN mencakup tiga pilar utama: penambahan kuantitas infrastruktur, modernisasi teknologi, dan integrasi layanan digital yang seamless. Kombinasi ketiga elemen tersebut mendorong masyarakat merasa percaya diri menggunakan kendaraan listrik bahkan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.
Ekspansi Infrastruktur SPKLU di Seluruh Nusantara
Untuk mendukung adopsi kendaraan listrik yang terus meningkat, PLN bersama mitra bisnis telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia. Jarak antar-SPKLU rata-rata mencapai sekitar 22 kilometer, memastikan aksesibilitas yang tinggi bagi pengguna kendaraan listrik di berbagai wilayah.
Fokus khusus diberikan pada jalur-jalur mudik utama yang menjadi destinasi utama masyarakat saat Lebaran. Selain itu, PLN mengkonsentrasikan pengembangan SPKLU di jalur Trans Sumatra, Jawa, dan Bali dengan total 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik, baik di jalur tol maupun non-tol. Peningkatan ini mencapai sekitar 70 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun 2025.
| Metrik | 2026 (H+2 Lebaran) | 2025 (Periode Sama) | Peningkatan |
|---|---|---|---|
| Transaksi Pengisian | 18.088 kali | 4.360 kali | 4,15 kali lipat |
| Konsumsi Energi | 427.980 kWh | 103.010 kWh | 4,15 kali lipat |
Dukungan Operasional dan Teknologi SPKLU di Lapangan
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pengisian daya selama periode mudik, PLN menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, terutama di pintu keluar tol. Penempatan unit mobile ini dirancang untuk memberikan solusi pengisian daya darurat bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan mendesak tanpa harus menunggu lama.
Selain itu, ribuan personel operasional PLN diturunkan ke lapangan untuk memastikan operasional SPKLU berjalan lancar dan responsif terhadap setiap kebutuhan pelanggan. Tim ini tidak hanya bertugas menjaga ketersediaan layanan, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengguna kendaraan listrik tentang tata cara pengisian yang tepat dan aman.
Menariknya, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging, bahkan ultra fast charging, untuk mempercepat proses pengisian kendaraan listrik secara signifikan.
Ekosistem Digital untuk Pengalaman Perjalanan yang Lebih Baik
Tidak hanya infrastruktur fisik, PLN memperkuat ekosistem layanan digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang terintegrasi di aplikasi PLN Mobile. Fitur inovatif ini mencakup Trip Planner yang membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan informasi lengkap lokasi SPKLU terdekat dan status ketersediaan.
Lebih dari itu, PLN meluncurkan fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean pengisian secara real-time sebelum tiba di lokasi SPKLU. Teknologi ini mengurangi waktu tunggu dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih efisien, terutama penting saat periode mudik dengan volume transaksi tinggi seperti yang terjadi pada 23 Maret 2026.
Dukungan Pemerintah terhadap Pertumbuhan Kendaraan Listrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memuji lonjakan transaksi SPKLU ini sebagai indikator kuat adopsi kendaraan listrik di Indonesia yang terus berkembang pesat. Beliau menekankan bahwa tren positif ini tidak lepas dari akselerasi pembangunan infrastruktur SPKLU di berbagai wilayah yang dilakukan secara sistematis.
Bahlil menjelaskan bahwa pertumbuhan transaksi SPKLU 2026 jauh lebih masif dibandingkan tahun sebelumnya (2025), mengingat industri kendaraan listrik Indonesia kini telah matang dan berkembang pesat. Beliau menegaskan bahwa tanpa pembangunan infrastruktur SPKLU yang solid, adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat luas tidak akan mungkin terwujud dengan cepat.
Strategi terintegrasi antara PLN, Kementerian ESDM, dan berbagai stakeholder industri otomotif telah menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Momentum ini terus dipercepat dengan rencana penambahan infrastruktur SPKLU yang lebih agresif pada tahun-tahun mendatang.
Kesimpulan
Pencapaian rekor transaksi SPKLU pada 23 Maret 2026 menandai titik balik signifikan dalam perjalanan transisi kendaraan listrik Indonesia. Dengan 18.088 transaksi dan lonjakan 4,15 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, data ini membuktikan bahwa infrastruktur, teknologi, dan layanan digital yang PLN sediakan telah membangun kepercayaan publik yang kuat terhadap mobilitas listrik.
Komitmen PLN untuk terus mengembangkan SPKLU, mengintegrasikan teknologi terkini, dan memperkuat ekosistem digital menjadi fondasi penting bagi Indonesia dalam mewujudkan visi transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Momentum positif ini hendaknya menjadi katalis untuk percepatan adopsi kendaraan listrik di seluruh nusantara di masa depan.






