Realita Bengkulu – Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Olimpiade Pariwisata ke-14 pada Sabtu, 15 November 2025, sebagai upaya mengajak pelajar mengenal dan mengembangkan potensi wisata bahari Indonesia secara berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti pelajar SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dan digelar di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 16.000 pulau dan memiliki potensi maritim yang luar biasa besar. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 99.093 kilometer, dengan luas laut mencapai 3,257 juta kilometer persegi. Kekayaan bahari ini menyimpan berbagai potensi wisata yang masih belum tergarap secara optimal.
Potensi Wisata Bahari Indonesia Yang Masih Perlu Pengembangan
Kondisi geografis Indonesia menciptakan peluang luar biasa bagi pengembangan industri pariwisata bahari. Namun, tantangan utama tidak hanya terletak pada pengelolaan destinasi wisata, melainkan juga pada persiapan generasi penerus yang akan mengelolanya di masa mendatang.
Upaya menyiapkan sumber daya manusia muda itu memerlukan ruang-ruang pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Olimpiade Pariwisata yang diselenggarakan UGM menjadi salah satu solusi konkret untuk melibatkan pelajar dalam proses pembelajaran berbasis dunia nyata.
Tema “Sailing Beyond Horizon” dan Tujuan Olimpiade Pariwisata
Ajang olimpiade ini mengangkat tema menarik yaitu “Sailing Beyond Horizon: Unveiling the Unseen Wonders of Marine Tourism”. Tema tersebut dirancang untuk menciptakan ruang eksplorasi bagi pelajar guna mengenali dan mengembangkan potensi pariwisata bahari Indonesia secara berkelanjutan.
Ketua kegiatan, Stephanie Michelle Handoko, menyampaikan bahwa Olimpiade Pariwisata diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kreativitas sekaligus memperluas wawasan di bidang pariwisata. Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata DIY, Dinas Kebudayaan DIY, serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY.
Selain itu, hadir pula perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Andar Danova L. Goeltom, yang turut menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional.
Berbagai Cabang Lomba dan Kompetensi Yang Diselenggarakan
Olimpiade Pariwisata menghadirkan berbagai cabang lomba yang mencerminkan keterampilan di bidang pariwisata secara komprehensif. Kompetisi-kompetisi tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan pelajar dalam berbagai aspek industri pariwisata modern.
Cabang lomba yang diselenggarakan meliputi guiding, storytelling, Cerdas Cermat Pariwisata, hingga perancangan paket wisata. Masing-masing cabang dirancang untuk mengasah keterampilan spesifik yang dibutuhkan profesional pariwisata. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bentuk pengenalan dunia industri pariwisata kepada pelajar sejak usia dini.
Mahasiswa yang juga merupakan salah satu panitia, Hidayah Tranaka, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan di kalangan generasi muda Indonesia. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menciptakan pemahaman mendalam tentang pentingnya keberlanjutan dalam industri pariwisata.
Peran Kementerian dan Dukungan Strategis Untuk Sektor Pariwisata
Andar Danova L. Goeltom dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia merupakan fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Pernyataan ini mengindikasikan komitmen pemerintah pusat dalam mengembangkan talenta muda di bidang pariwisata.
Dukungan dari berbagai stakeholder, mulai dari tingkat lokal hingga pusat, menunjukkan bahwa pengembangan potensi wisata bahari bukan sekadar tanggung jawab satu pihak. Kolaborasi lintas lembaga ini mencerminkan upaya sistematis untuk membangun ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.
SMA Negeri 1 Ponorogo Raih Juara Umum Olimpiade Pariwisata
Di akhir penyelenggaraan, SMA Negeri 1 Ponorogo berhasil meraih prestasi tertinggi sebagai juara umum dan membawa pulang trofi bergilir Gubernur DIY. Pencapaian sekolah asal Ponorogo ini membuktikan bahwa pelajar dari berbagai daerah di Indonesia memiliki kompetensi yang solid di bidang pariwisata.
Prestasi ini bukan hanya penghargaan bagi sekolah, melainkan juga bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia siap untuk mengambil peran dalam pengembangan industri pariwisata nasional. Keberhasilan SMA Negeri 1 Ponorogo menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan minat dan kompetensi pelajar di bidang pariwisata.
Signifikansi Olimpiade Pariwisata Bagi Masa Depan Industri
Olimpiade Pariwisata UGM bukan sekadar ajang kompetisi akademik biasa. Kegiatan ini memiliki signifikansi strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi wisata bahari Indonesia dengan pendekatan berkelanjutan.
Dengan melibatkan pelajar dalam pembelajaran aplikatif melalui olimpiade, UGM dan mitra-mitranya telah menciptakan model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Model ini dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan pengalaman praktis. Pada akhirnya, inisiatif semacam ini akan menghasilkan profesional pariwisata yang tidak hanya memiliki pengetahuan mendalam, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri modern dan menjaga keberlanjutan sektor pariwisata Indonesia.






